Glamping bersama NgeBar Berkomunikasi, The Beauty of Pine Forest

dokumen. tim NgeBar Berkomunikasi

Hai halo, guys

Glamping bersama NgeBar Berkomunikasi, The Beauty of Pine Forest Udah banyak yang tahu kalau pariwisata menjadi salah satu sektor ekonomi yang terkena dampak besar krisis pandemi Covid-19. Bersyukur, beberapa waktu ini sektor pariwisata telah memasuki masa new normal dengan membuka beberapa destinasi wisata disertai penerapan protokol kesehatan khusus new normal.

Tren pariwisata di dunia termasuk Indonesia paska pandemi virus corona (covid-19) berubah. Tempat wisata outdoor dan wisata alam (adventure) diprediksi akan menjadi tujuan paling populer untuk perjalanan setelah pandemi corona berakhir.

Tempat wisata outdoor dan wisata alam (adventure) diperkirakan akan segera booming setelah pandemi corona berakhir. Diprediksi wisatawan akan lebih memilih melakukan perjalanan jarak dekat atau dengan waktu tempuh yang singkat. Karenanya jumlah wisatawan domestik akan meningkat.

Sementara itu, wisatawan yang berusia muda atau millenial traveler akan melakukan perjalanan wisata terlebih dahulu.

Oleh karena itu, industri pariwisata nasional harus bersiap dan berbenah diri menyongsong tren perubahan di sektor pariwisata paska covid-19 ini. Di antaranya menerapkan protokol kesehatan secara ketat di destinasi-destinasi wisata.

Glamping with NgeBar Berkomunikasi 

dokumen. Tim Ngebar
Seperti hal nya yang terjadi hampir dua minggu lalu, ketika aku dan beberapa teman blogger yang melakukan glamping di hutan pinus di kawasan Sikembang Batang. Akhirnya, setelah 6 bulan berdiam diri di rumah dan mati-matian menahan hasrat untuk bepergian, aku bisa kembali jalan-jalan di alam bebas. Tentunya dengan tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan.

dokumen. Tim NgeBar. Tetap mematuhi protokol kesehatan
Sekira pukul 8 pagi, aku berangkat dari Semarang bersama keluarga mb Nia Nurdiansyah. Entah karena terlalu lama di rumah, aku sempat gagap packing (apa ya istilahnya kalo bingung packing bawaan. LOL) jadi bingung mau bawa apa aja dari rumah. Maklum lah ya, biasanya sebulan traveling sampe 4 kali, ini 6 bulan nggak ngapa-ngapain cuma di rumah aja, makanya trus gagap packing. Selain gagap packing, aku juga sampe ga bisa tidur gara-gara mau pergi. Maklum lagi ya, karena acara glamping kemarin bener-bener event pertama setelah 6 bulan nggak keman-mana. Pasti kalian mikirnya "ih, lebay amat dah. Cuma pergi kemping sehari aja ribetnya lebay betul". Yawes nggak pa-pa, emang se-lebay itu aku.
.
Sepanjang perjalanan, aku sudah membayangkan keseruan yang bakalan terjadi di acara NgeBar nanti. Apalagi yang ngadain acara NgeBar ini orangnya asik, pasti acaranya juga bakalan seru.

Kalian penasaran nggak sih, siapa sebenarnya sosok dibalik acara NgeBar ini?

Jadi, NgeBar ini merupakan sebuah singkatan dari Ngemah Bareng yang diinisiasi oleh Muhammad Teguh Pujianto, pemilik sebuah kafe yang bernama Berkomunikasi Coffee and Tea di jalan Matana Pekalongan. Aku mengenalnya dua tahun lalu di sebuah acara kemping juga. Aku biasa memanggilnya "MasTeg", hihi. Di cafe miliknya yang bernuansa Jepang, kalian bisa menikmati secangkir kopi atau teh yang nikmat bersama makanan khas Jepang seperti bento atau rice bowl.

MasTeg yang doyan menikmati kopi dan teh di alam terbuka ini ingin menularkan hobinya itu pada masyarakat luas. Apalagi di masa seperti sekarang ini, siapa sih yang nggak mau menikmati kopi sambil memandangi indahnya alam?

dokumen. Tim NgeBar
Menikmati secangkir kopi hangat di alam bebas sih mengasyikkan ya, tapi kalian kebayang sih gimana ribetnya mengangkut peralatannya? Ternyata dari sinilah, kemudian muncul ide untuk NgeBar sekalian. Ya biar sekalian rempongnya, gitu. Kan makin asik tuh, abis ngopi-ngopi langsung rebahan. Santai-santai tiduran di hammock dan rebahan di tenda sekalian.

Nah..nah, kalian pasti udah kebayang gimana serunya NgeBar kan? Hari itu, hutan pinus di kawasan Sikembang Batang jadi pilihan untuk NgeBar bersama para blogger dari kota berbeda. Dari Jakarta ada mb Ika si turis sendal jepit yang meskipun cuma pake sendal udah melanglang buana, dari Wonosobo ada Manjie si pemilik wonosobo1menit, dari Kendal ada Zain si Klimis, dan dari Semarang ada aku, Lintang dan keluarga mb Nia serta Ichun si travelcouple (yang ga ada pasangannya eh belum, ding. LOL) yang berasal dari Demak.

dokumen. Tim NgeBar. Bercengkrama sejenak di Berkomunikasi Coffee an Tea
Sebelum menuju lokasi Ngebar, kami sempat mampir dan beristirahat sejenak di Berkomunikasi Coffee and Tea milik masTeg. Kami juga dapat kesempatan nyicipin racikan es kopi kekinian dan mencicipi rice bowl nya yang lezat di sana. Aku sendiri memilih es kopi caramel latte yang menyegarkan badanku setelah melakukan perjalanan dari Semarang ke Pekalongan.

dokpri. Nemu spot foto yang oke buat foto-foto di Berkomunikasi Coffe and Tea
Setelah cukup beristirahat dan personil lengkap, kami pun berangkat menuju lokasi yang berjarak sekira 1,5 jam perjalanan. Di lokasi NgeBar sudah ada mas Hans yang menunggu kami sambil mempersiapkan segala keperluan kami untuk NgeBar nanti. Setibanya di lokasi, kami sempat diprank sama MasTeg. Kami dikerjain biar keringetan. KZL!!

Tapii...ii dibalik kekesalanku karena dikerjain MasTeg, rupanya di lokasi sudah disiapin es gula asem yang langsung menyegarkan tenggorokan dan pedoyo yang segar dan menghangatkan di sebuah meja panjang dan bangku-bangku yang mengelilingi. Nggak jadi KZL deh! Haha.

Baru pertama kali ini aku menyicipi kudapan khas Pekalongan itu. Pedoyo ini adalah rebusan timun yang disajikan bersama sambal terasi mentah. Cara makannya, cukup cocolkan timun rebus atau pedoyo itu pada sambal terasi mentah. Rasanya? Lumayan enak.

Sore itu terasa begitu intim. Kami yang awalnya belum mengenal satu sama lain langsung akrab dan mengobrol hangat sambil menikmati wedang gula asam. Rasanya kami seolah sudah saling kenal sejak lama. Saat senja datang, kami pun satu per satu mulai beranjak untuk membersihkan diri.

Selepas maghrib dan selesai membersihkan diri, kami semua berkumpul di meja makan dan kembali mengobrol aka ghibar (kalo kata Zain. LOL). Saat kami sedang asyik mengobrol, ternyata Tim NgeBar telah menyiapkan makan malam spesial buat kami. Makan malam dengan menu nasi megono dengan semua uborampenya memenuhi meja di depan kami. Piring sendok telah tertata rapi, bak fine dining di resto-resto mahal.

dokumen. Tim NgeBar
Tak menunggu lama, kami pun mengisi piring-piring kosong itu dengan menu yang sudah terhidang. Aku sampai bingung mau makan apa, semuanya menggugah selera. Siapa sih yang bakal nolak megono tongkol, sambal goreng kikil, sayur daun pepaya dan tempe tahu bacem. Aku sampai rela mengabaikan dietku, demi menikmati sepiring nasi megono yang lengkap dengan lauk pauknya.

dokumen Tim NgeBar. Makan malam bersama
dokpri. Makan malam yang menggugah selera
Makan malam kami lalui dengan suasana hangat dan akrab, meski angin malam mulai menusuk kulit. Topik obrolan seperti tak ada habisnya. Saat malam mulai larut, mas Hans mengajak kami untuk berkumpul di depan api unggun. Sembari barbeque an, mas Hans menceritakan tentang bagaimana sejarah NgeBar terbentuk, bagaimana filosofi serta visi misinya.  Salah satu poin yang aku dapat adalah bagaimana agar kita bisa mentadaburi alam serta mensyukuri dan menikmati alam semesta.

Kami juga saling bertukar ide dan pikiran tentang wisata alam dengan konsep NgeBar. Obrolan kami makin hangat dan asik sembari menikmati secangkir hot chocolate dan sosis bakar. Ya ampun, masih kebayang rasanya. Yuumm.

dokpri. Obrolan serius tapi santai
dokumen. Tim NgeBar
Malam makin larut, perbincangan kami malah makin seru. Andai obrolan kami tak disudahi, mungkin kami bisa melek sampai pagi. Tetapi kami harus segera beristirahat, karena besok pagi masih ada aktivitas menanti. Semuanya mulai beranjak masuk ke tenda masing-masing.

Keesokan paginya, aku terbangun karena harus ke kamar mandi. Udara pagi yang dingin masih menusuk kulitku. Matahari pun belum menampakkan diri. Selesai urusan belakang, aku kembali ke tenda dan bersiap. Beberapa teman juga sudah selesai dengan urusan kamar mandi dan kembali ke tenda untuk aktivitas berikutnya.

Rupanya pagi itu, Tim NgeBar sudah menyiapkan wedang uwuh hangat untuk kami semua. Bayangin deh, betapa nikmatnya secangkir wedang uwuh hangat di pagi yang dingin. Sebagian dari kami berkumpul di meja makan, sebagian lain mendekat ke perapian dimana MasTeg sedang menyiapkan sarapan untuk kami semua. Tuuh kan, enaknya NgeBar ya gini, semuanya sudah disiapin sama Tim NgeBar. Berasa jadi orang istimewa pokoknya.

dokpri. MasTeg udah kayak Chef ya
dokpri. sunny-side up by MasTeg
dokpri. Sandwich with sunny side up and sausage
Rupanya MasTeg udah jago banget  bikin sandwich yang enak. Sandwich bikinannya ludes dalam sekejap. Aku jadi berasa sarapan di rumah, hihi.

dokpri. Menikmati sandwich bikinan MasTeg 
Setelah menikmati sandwich, mas Hans memenuhi janjinya mengajak kami berjalan-jalan menyusuri hutan untuk melihat keindahan alam di hutan pinus ini. Awalnya kukira bakalan jalan cukup jauh, ternyata enggak. Jalannya santai dan nggak bikin capek kok.

dokumen. Tim NgeBar
dokpri. Hijau sejauh mata memandang
dokpri. menemukan sungai kecil berair jernih

Aaah, rasanya kayak nggak mau pulang cepet-cepet deh. Betah banget bisa menyatu dengan alam seperti ini. NgeBar seperti ini cocok banget orang-orang yang setiap harinya sibuk dengan aktivitas dan pekerjaan. Kita bisa melarikan diri sejenak dari rutinitas dan merelaksasi diri dengan udara segar dan pemandangan yang menyejukkan mata. Dijamin sepulang dari NgeBar, badan dan otak kita kembali fresh dan siap kembali dengan rutinitas.

Jadi, ketika kita merasa jenuh di rumah dan pengen liburan dengan suasana berbeda, kenapa nggak NgeBar aja? Serahkan semua kepada ahlinya. Semuanya sudah disiapkan oleh tim NgeBar, mulai dari tenda dan semua peralatannya, food and beverage yang dijamin nggak kalah dengan penginapan lainnya. Tim NgeBar Berkomunikasi akan membawa kalian merasakan pengalaman kemping yang berbeda. Mereka siap menemani kalian NgeBar di lokasi manapun yang kalian inginkan.

Kalian boleh kepoin aktivitas mereka di www.berkomunikasi.com  atau di IG @ngebar_berkomunikasi. Aku juga pengen ngucapin terima kasih untuk para kru NgeBar diantaranya MasTeg, mas Hans, Amri, Faza, Eva dan mas Arif (kalo nggak salah nama) yang sudah bikin kami semua hepi. Kapan-kapan kita bikin lagi di lokasi lain yaaaw.

Kalian juga bisa tanya-tanya seputar NgeBar sama mas Hans di +6285292088878  ya!

Sampai jumpa di postingan berikutnya yaa. Heii, kalian tim NgeBar dan tim Ghibar, aku kangen kalian!!

7 komentar:

  1. seru banget kak glampingnya, jaid kangen pengen jalan-jalan secepatnya deh, duuh, asik banget amsak-masak di alam, bisa bener-bener me-release stress ini, keren ada cek suhu juga ya ternyata, bagus untuk tetap aman

    BalasHapus
  2. Asyik banget glamping kayak gini.
    Saya juga mau deh kalo glamping, gak rada sulit hidup di hutam kayak gitu, gak seperti camping biasa yang mau pipis aja kadang susah, heheh...

    BalasHapus
  3. Seru pisan acara Ngebar-nya Mbak. Menikmati kopi, dibikininin sarapan, tidur di tenda, bertukar cerita dalam balutan udara dingin dan api unggun. Aku kok jadi pengen juga ikut Ngebar ya hahaha...

    BalasHapus
  4. Refreshing banget pas pandemi gini bisa berkemah dan seru seruan di Alam. Breakfast sandwich nya bikin ngiler deh..

    BalasHapus
  5. Duh seru amat acaranya ya Mbak, udaranya dingin bawaan lapar melulu dan pengwn minuman hangat layak wedang uwuh semoga nanti bisa nginap di sana bareng keluarga...

    BalasHapus
  6. Waah...seru.
    Tapi beneran gak bisa ngebayangin dinginnya suasana malam di luar tenda.
    Pingin iih...ajakin keluarga ngeBar gitu....bisa kali ya?!?

    BalasHapus
  7. senang banget liat foto2nya mba.. penasaran pake kamera apa.. hehe.. btw enak banget ya kalo bisa sekeluarga ke sini, pasti seru.. tempatnya bagus dan enak banget buat santai..

    BalasHapus