Lighting Waterfall di Curug Gondoriyo

waterfall-fountain-curug-gondoriyo


Haiii, Gaees. Lighting Waterfall di Curug Gondoriyo sudah dibuka tanggal 9 Februari 2019 kemarin. Destinasi wisata baru ini berlokasi di Dusun Karang Joho, Kelurahan Gondoriyo, Ngaliyan. Nggak jauh kok dari pusat kota Semarang. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit dari pusat kota untuk tiba di lokasi.

Adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gondoriyo yang menginisiasi dan mengelola curug setinggi 25 meter ini. Bersama warga dan pemerintah, mereka bahu membahu menjadikan Curug Gondoriyo sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.

Meski curug ini berada di dekat pemukiman warga tetapi pemandangan yang ditawarkan cukup indah. Lokasinya juga nggak terlalu jauh dari jalan utama. Meski tak terlalu lebar, jalan masuk menuju Curug Gondoriyo juga bisa diakses menggunakan kendaraan roda 4. 

Dokpri. Suasana menjelang malam di Curug Gondoriyo

Wisata Curug Gondoriyo ini berbeda dengan wisata curug lainnya, karena buka 2 kali sehari mulai pagi hingga malam hari. Pagi mulai pukul 09.00-17.00 dan malam pukul 19.00-24.00 WIB.

Loh, buka sampai malam? Emang nggak takut malam-malam wisata ke curug?

Ya nggak, dong. Justru inilah yang membedakan Curug Gondoriyo dengan curug-curug lainnya. Curug Gondoriyo memiliki sesuatu yang belum dimiliki oleh wisata curug lainnya yaitu lighting waterfall. Jadi di balik air terjun terdapat lampu warna-warni yang akan menimbulkan efek air terjun yang seolah mencurahkan air yang berwarna-warni.

Jadi, ketika malam mulai menjelang akan terlihat lampu warna-warni yang bersinar dibalik air terjun. Tak hanya di air terjunnya saja, tetapi juga hampir di seluruh area curug. Jadi, pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang berbeda.

Selain lighting waterfall, Curug Gondoriyo juga memiliki spot foto andalan yaitu Jembatan  Comblang. Lucu juga namanya, ya.

Jembatan yang terbuat dari anyaman bambu ini melintasi aliran sungai kecil dengan payung warna-warni di atasnya. Di seberang jembatan, ada gembok cinta yang sudah disiapkan untuk pengunjung yang datang bersama pasangan. Katanya sih, biar pasangannya tetap setia. Hihi...

Photo by. Deta Kulkas Gendong

Nggak cuma bisa menikmati indahnya air terjun warna-warni dan jembatan comblang, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas Gondoriyo yaitu Nasi Bleduk dan Wedang Sinom. Nasi Bleduk ini perpaduan dari nasi jagung, urap sayur, ikan wader dan bacem telur, tahu dan tempe. Sederhana tapi nyatanya bisa bikin ketagihan. Aku aja habis 2 bungkus, loh. Hihi... *maruk apa doyan yak. LOL.

Photo by Rivai Hidayat

Sedangkan Wedang Sinom terbuat dari pucuk daun asam yang direbus bersama gula jawa. Selain rasanya enak, wedang sinom ini juga baik untuk kesehatan lambung. Apalagi dinikmati hangat-hangat saat hujan.

Gimana gaes? Penasaran juga dengan indahnya lighting waterfall di Curug Gondoriyo? Hanya dengan membayar 10 ribu rupiah aja, kalian sudah mendapat tiket masuk dan wedang sinom.

Beberapa sudut area seperti taman, jalan setapak dan fasilitas seperti toilet dan mushola sedang dalam proses pembangunan demi kenyamanan pengunjung. Meski begitu kita sudah bisa menikmati keindahan Curug Gondoriyo, kok.

Makanya, sebagai warga Kota Semarang, kita dukung potensi wisata lokal, yuk. Dengan mendukung wisata lokal, secara tidak langsug kita juga membantu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar.

Ditunggu kedatangan kalian di Curug Gondoriyo ya, gaes.

Kalian juga bisa baca tulisan teman-temanku  tentang Curug Gondoriyo di sini, lho

Pesona Lighting Waterfall Curug Gondoriyo

Wisata Alternatif nan Kekinian di Air Terjun Gondoriyo Semarang

15 komentar:

  1. wih apik ik, kok aku nggak ada ya...

    BalasHapus
  2. Adududu....nyesel banget blm bisa ikut ke sini kemarin..hiks..
    BTW, HTMnya brp, mba Ika?

    BalasHapus
  3. Aihhh bahagianya...mugo wisata wisata di Semarang makin jaya agar teman2 bloger/vlogger juga makin banyak konten yang mendunia

    BalasHapus
  4. Wah Semarang makin kece aja nih tempat wisatanya. Apalagi sekarang udah ada jalur kereta baru dr Jogja ke Semarang ya tambah rame nih kayaknya

    BalasHapus
  5. Keren banget yah, instagramable banget ini huhuhu kuingin kesanaaa tapi jauh sekali

    BalasHapus
  6. Wahh cantik banget mba pemandangannya.. 😍

    BalasHapus
  7. Huhuuuu...aku nyesel kapan hari ga jadi ikutan ke Curug Gondoriyo ini. Ternyata syahdu ya suasananya. Kapan2 temeni aku ke sana yuuuk mba kita ngevlog.

    BalasHapus
  8. Waduh, aku baru tau sm curug ini mba.. Btw, jembatannya comblangnya cakep ya fotonya. Namanya pas banget comblang. Hihi

    BalasHapus
  9. Asliik keren banget lighting waterfallnya ini.
    Payung2nya hits banget yaa.

    Eh tapi kalau malam di sana aman ya mbak?

    BalasHapus
  10. Apa cuma 10k htmnya? Murmer yaa, dapet wedang jugaaa,,maulaah kesana, temenin pepotoan di jembatan comblang, hahahah..

    BalasHapus
  11. Iya biasanya kan klo menjelang petang suasana curug suka gimana gitu. Ini sih asyik dikasih lampu2 gitu, jadi gak seram.

    Salut dengan Pokdarwis, semoga makin banyak yg tau soal curug ini.

    BalasHapus
  12. Unik juga nih,jam bukanya bisa dibuat 2 shift. Padahal biasanya wisata curug cuma siang aja, hehehe, jadi penasaran. Destinasi wisata murmer kayak gini mah, perlu banget ditandain.

    BalasHapus
  13. Jembatan dan payung ..itu senja ya mba...keren banget...untuk foto2 prewedding keren nih

    BalasHapus
  14. Keren banget di sini ya Mba Ika. AKu pengen ikutan pas waktu itu, eh tapi jamnya mepet sore banget hehehhe akhirnya gagal ikutan pas ada event relasi juga. Kapan-kapan kalo ke sini lagi ikot mba

    BalasHapus
  15. Semoga bisa ikutan menikmati segarnya Curug di sini
    Sudah lama ga jalan jalan rasanya...

    BalasHapus