Dokpri. Komplek Candi Arjuna

Aku pernah mendengar seseorang berkata,"Sekali saja kau datang ke tanah Dieng, kau pasti akan kembali dan kembali lagi". Inilah yang terjadi padaku. Baru 3 minggu lalu aku pulang dari Dieng, sekarang aku kembali kesini lagi. Tuhan begitu cepat menjawab doaku saat itu. Aku ingin kembali ke Dieng.

Pada Dieng, aku jatuh cinta.

Bayangkan saat kamu bertemu dengan seseorang, saling bertemu pandang lalu mulai jatuh cinta. Jantungmu pasti berdegup lebih kencan dan hati berdesir tak karuan. Itulah yang kurasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di negeri di atas awan. Dieng.

Perjalanan Menuju Dieng

Aku merasa sangat beruntung ketika seorang teman menghubungiku untuk bergabung dengan bloger dan media dalam acara Familiarization Trip Banjarnegara 2018. Mana mungkin aku menolaknya. Mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan untuk mengeksplor lebih banyak lagi destinasi wisata di Banjarnegara.

Perjalanan kali ini aku bersama mbak Wati, mbak Nia dan mas Wahid. Kami memang sering melakukan perjalanan wisata bersama. Kami berempat berangkat dari Semarang sekitar pukul 8  pagi menggunakan mobilnya mas Wahid. Rencananya kami berempat akan menyusul rombongan ke Dieng setelah mobil mas Wahid parkir di Disbudpar Banjarnegara.

Setelah menempuh hampir 4 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di kantor Disbudpar untuk menitipkan mobil. Kami pun segera memesan Grabcar untuk menyusul rombongan yang telah tiba di lebih dulu di D'Qiano. Perjalanan dari kantor Disbudpar Banjarnegara menuju Dieng menempuh waktu sekitar 2 jam melalui Karangkobar. Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau jalan yang harus dilalui ini berkelok-kelok dan naik turun. Untunglah pemandangan di kanan-kiri jalan cukup bagus, jadi perjalanan kami nggak begitu membosankan.

Akhirnya kami bisa menyusul rombongan yang masih berada di kawasan Candi Arjuna dan bergabung bersama rombongan Famtrip. Hampir-hampir kami ketinggalan rombongan lagi. Uugh..

Candi Arjuna

Dok. by Sofyan. Bukan Arca loh

Menurut cerita, Candi Arjuna dibangun pada abad 7 hingga 9 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. Bahkan Candi Arjuna ini diyakini sebagai candi tertua di tanah Jawa, loh. Hal ini ditunjukkan dengan penemuan prasasti dengan aksara Jawa kuno sekitar tahun 731 Caka (809 Masehi). Prasasti itu merupakan prasasti tertua yang disimpan di Galeri Museum Nasional Jakarta.

Candi Arjuna ini merupakan salah satu dari beberapa candi yang terletak di atas ketinggian 2093 mdpl. Katanya sih, komplek Candi Arjuna ini merupakan komplek candi tertinggi di Indonesia saat ini.

Di tengah-tengah komplek candi ini, terdapat sebuah Candi yang berdiri dengan gagah. Tak hanya Candi Arjuna saja yang berdiri megah, tapi ada juga beberapa candi yang berjajar segaris dengan Candi Arjuna. Ada Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.  

Untuk memasuki komplek Candi Arjuna ini kalian musti membeli tiket terusan seharga 15 ribu rupiah. Dengan tiket itu, kalian bisa masuk ke komplek candi sekaligus ke Kawah Sikidang.

Setahun sekali, di komplek ini diadakan acara Dieng Culture Festival (DCF). Festival ini diselenggarakan oleh Komunitas Pokdarwis Dieng. Dieng Culture Festival dikenal sebagai festival kebudayaan tahunan di tanah dengan sebutan negeri atas awan ini. DCF sendiri berisi cerita sisa peradaban masa lalu Dieng, diantaranya adalah ritual pemotongan rambut gimbal.

Hmm, aku jadi ingat gimana rasanya gagal datang ke acara DCF beberapa waktu lalu. Sakitnya tuh, di sini!! Huhuhu....

Demi menyingkat waktu, rombongan Famtrip pun beranjak menuju Pendopo Soeharto Whitlam. Nah, Pendopo Soeharto Whitlam ini merupakan bangunan bersejarah yang lokasinya berada tak jauh dari kompleks Candi Arjuna Dieng. Bangunan ini menjadi saksi sejarah dimana saat itu menjadi tempat bertemunya dua pemimpin negara yaitu Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Australia Mr.Gough Whitlam. Pendopo Soeharto Whitlam saat ini telah dipugar dan menjadi salah satu lokasi wisata yang sayang untuk dilewatkan saat berada di Dieng.
                                                                                                                                                                    Sayangnya, aku dan rombongan Famtrip harus segera berpindah ke lokasi lainnya. Kawah Sikidang.

Kawah Sikidang

Setelah bergabung dengan rombongan Famtrip, kami bersama-sama menuju ke Kawah Sikidang. Kami menaiki minibus dengan pintu dan jendela yang terbuka. Lumayan lah ada AC nya *angin cemilir cepoi-cepoi. LOL.  Hihi. Tapi seru, loh.

Ini kali kedua aku datang ke Kawah Sikidang dengan jarak waktu yang tak terlalu lama. Aroma khas belerang yang bikin mual mulai menyeruak dan menusuk hidungku. Mau nggak mau aku harus menutup hidung menggunakan masker. Padahal aku tuh nggak pernah betah kalo disuruh pake masker, makin pengap rasanya. Ehm, alasan sebenarnya bukan itu aja sih. Takutnya kalo difoto, mukaku nggak keliatan. Hihi.

Dokpri. Lady Rocker di Kawah Sikidang

Menurut cerita, Kawah Sikidang ini terbentuk dari letusan gunung berapi di kawasan dataran tinggi Dieng bertahun-tahun lalu. Sampai kini kawah ini masih aktif makanya kalian berkunjung  ke kawah Sikidang ini, kalian akan melihat aktivitas gunung berapi yang berupa letupan lumpur vulkanik yang disertai gas yang mengepul berbentuk asap putih pekat. Kabarnya kawah ini bisa berpindah-pindah, loh. Makanya disebut sebagai Kawah Sikidang, yang bisa berpindah-pindah dengan lincah. Kata mbak Wati yang pernah ke sini bertahun-tahun lalu, lokasi kawah yang sekarang ternyata berpindah cukup jauh dari lokasi kawah terdahulu. Pantes aja kalo disebut Sikidang.

Tanah di sekitar kawah terlihat memutih karena kandungan sulfurnya. Itulah kenapa saat berada di kawasan Kawah Sikidang terlihat tanah tandus berwarna keputihan dan pepohonan banyak yang  mati akibat aktivitas kawah. Di beberapa tempat juga terlihat lubang-lubang bekas kawah. Kalian musti hati-hati, karena tanah di sekitar kawah juga rapuh dan rawan longsor.

Di sekitar kawasan wisata Kawah Sikidang ini juga banyak pedagang-pedagang yang menjual belerang, makanan khas Dieng dan berbagai souvenir. Aku sempat nyobain Sagon yang berbahan tepung ketan dan kelapa parut. Rasanya manis legit kek aku *awas mules. Enak banget kalo dinikmati hangat-hangat.

Ayoo, kapan kalian ke kawah Sikidang? Kek kami-kami ini, lhoo.

Menjelang sore, kami harus segera berpindah lokasi ke Desa Wisata Dieng Kulon. Pemuda-pemuda dari desa wisata inilah yang menginisiasi even Dieng Culture Festival. Hebat, kan.

Desa Wisata Dieng Kulon

Desa wisata Dieng Kulon terletak tak jauh dari komplek Candi Arjuna. Kebanyakan penduduknya berprofesi sebagai petani dan pengusaha UKM oleh-oleh khas Dieng. Mas Alif, salah seorang pemuda asli Dieng Kulon yang juga Ketua Pokdarwis Pandawa menceritakan bagaimana proses terbentuknya desa wisata kala itu. Konsep wisata di Desa Wisata Dieng ini terdiri dari 3 hal penting yaitu something to see, something to do dan something to buy. 

Dokpri. Desa Wisata Dieng Kulon

Desa Wisata Dieng Kulon ini memiliki prinsip bahwa wisatawan yang datang ke Dieng ini harus merasakan pengalaman yang berbeda ketika berkunjung ke desa wisata ini. Karena itulah mereka menyediakan beberapa paket wisata yang bisa dipilih oleh wisatawan. Misalnya wisata petik buah Carica lalu mengolahnya menjadi manisan, membuat kerajinan dari kayu, belajar kesenian tradisional khas Dieng dan lainnya. Semuanya bisa disesuaikan dengan budget dan minat wisatawan.


Dokpri. Salah satu produk Desa Wisata Dieng Kulon
Kalo kalian tertarik untuk merasakan sendiri bagaimana berwisata di Dieng dengan pengalaman yang berbeda, coba deh datang ke Desa Wisata Dieng Kulon ini. Kalian bisa menginap di homestay-homestay milik warga dengan harga mulai dari 150rb per malam. Boleh juga tuh ajak rombongan ke Desa Wisata Dieng Kulon.

Misteri Sumur Jalatunda

Sebenarnya dari Desa Wisata Dieng Kulon, rombongan famtrip mau langsung ke D'Qiano untuk check in. Kami sempat berhenti sebentar di jalan menuju D'Qiano sebelum memutuskan untuk mampir sejenak ke Sumur Jalatunda. Aku sempat mikir, ngapain sih mampir ke sumur segala? Dalam bayanganku sumur Jalatunda tuh kayak sumur biasa gitu, yang biasa buat nyuci. Hihi. Maklum lah ya, aku kan belum pernah kesanaa.

Sesampainya di lokasi, ternyata hujan mulai turun rintik-rintik. Tak lama kemudian kabut juga mulai turun. Hmm...suasana mistis jadi makin nyata jadinya. Teman-teman lain sudah mulai menaiki tangga menuju sumur. Aku lebih memilih menunggu mbak Wati yang sedang sholat ashar di bus.

Setelah mbak Wati selesai sholat, kami berdua bergegas menuju sumur. Iseng kami mulai menghitung anak tangga yang kami lewati. Katanya jumlah anak tangga saat naik beda loh dengan jumlah anak tangga saat turun. Tapi entah kenapa, baru separo jalan aku lupa berapa anak tangga yang sudah aku lewati. Ya udah lah, aku lanjut naik tanpa kuhitung lagi berapa jumlah anak tangganya. Begitu sampai di atas, aku baru tahu seperti apa bentuk Sumur Jalatunda yang sebenarnya.




Sumur Jalatunda ini lebih mirip dengan kolam sih, menurutku. Menurut informasi yang kudapat, sumur ini memiliki luas sekitar 90 meter dan dalamnya sekitar 100 meter. Ada mitos yang santer beredar di masyarakat hingga saat ini. Katanya sih, barangsiapa mampu melempar batu ke Sumur Jalatunda hingga mengenai dinding di seberang, maka apa yang jadi keinginannya akan terwujud. 

Daripada penasaran, akhirnya aku pun ikut-ikutan nyobain. Dari tiga pecahan genting yang kulempar, tak satu pun yang berhasil mengenai dinding sumur di seberang. Jadi penasaran lagi, apa ada orang yang bisa melempar batu sampe mengenai dinding sumur di seberang sana?

Oh iya, kalo kalian mau mampir ke Sumur Jalatunda ini, cukup bayar retribusi sebesar 5 ribu rupiah aja, kok. Murah tenan, to?



Malam mulai menjelang, akhirnya perjalanan kami di hari pertama Famtrip harus berakhir di D'Qiano. Perjalanan ditempuh dalam waktu tak terlalu lama. Rasanya pengen cepat-cepat mandi karena badan sudah lengket oleh keringat dan debu. 

D'Qiano

Begitu turun dari bus, udara dingin mulai menusuk kulit. Ternyata lumayan dingin malam itu. Setelah pembagian kamar, kami semua masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat. Aku dan ke-empat temanku memutuskan untuk tidur dalam satu kamar. Sepertinya malam akan panjang dengan rumpian kami. 

Dok.by Mbak Wati. Geng Rumpies

Setelah membersihkan badan (aku sih cuma cuci muka doang, hihi) kami semua makan malam. Ini nih yang ditunggu-tunggu, karena dari siang perut belum sempat diisi. Akhirnyaaaa....aku menemukan tempe kemul yang sejak siang aku inginkan. Iyaah, dari siang aku sudah ngebayangin nikmatnya makan tempe kemul dan teh panas. Sampai-sampai sepiring tempe kemul pun tandas olehku. Hihi. 

Setelah makan malam, beberapa teman langsung menceburkan diri ke kolam air panas. Katanya sih panasnya sekitar 50 derajat gitu. Lagi-lagi, karena hawa dingin yang cukup menusuk, aku menolak ajakan mereka untuk ikut berendam. Aku, mbak Wati dan mbak Ery hanya duduk-duduk saja di pinggir kolam sambil menikmati malam di D'Qiano. 

Malam semakin dingin, rasa kantuk semakin menggelayut. Aku dan teman-teman memutuskan untuk kembali ke kamar. Kami harus beristirahat karena harus bangun pagi untuk melihat sunrise di Bukit Sipandu. Hoaaahmm. 

Tunggu kelanjutan cerita Famtrip Banjarnegara hari ke 2 ya, gaess


Hai Gaes,

Sudah jalan kemana hari ini? Buat kalian yang pengen jalan tapi nggak mau keluar kota, aku kasih info tempat yang asik nih. Namanya d'Pongs, tempat wisata keluarga di Semarang menjadi tempat yang tepat untuk menguji adrenalin kalian. Lokasinya ada di Desa Pongangan, Gunungpati, yang jaraknya nggak begitu jauh dari pusat kota Semarang. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit kok, untuk mencapai lokasinya.

Sebagai destinasi wisata keluarga baru, d'Pongs bisa dibilang memiliki paket wisata lengkap.  Meski belum semua wahana wisatanya rampung tetapi sebagian wahananya sudah bisa dipergunakan untuk bermain. Kemarin  aku dan teman-teman baru nyobain sebagian permainannya seperti High Rope, Archery, Mini Trail dan ATV, Horse Riding, Paintball, Feeding Deer dan Hammock Tower. Selain itu ada juga Petit Zoo dan Mini Offroad. Nantinya di bagian belakang area wisata d'Pongs akan dibangun wahana Gokart. Nggak sabar nungguin sirkuit Gokart nya jadi.

Nah, mau liat gimana keseruan kami mencoba berbagai permainan di d'Pongs? Simak foto-foto kami berikut ini, ya!

Hammock Tower


Ada tiga hammock yang terpasang bertingkat. Sebelumnya kami diajari trik untuk menaiki hammock yang berada di posisi paling atas. Ternyata susah banget. Perlu keahlian khusus, karena tubuh kita musti bergerak lentur semacam gerakan yoga. Salah-salah bisa melintir, tuh. Naasnya lagi kalo jatuh. Duh, nggak kebayang deh sakitnya kayak apa. Hihi.

Sadar dengan kemampuan dan bobot badanku yang nggak ringan (mau bilang berat kok ya cemanaaa, gitu. LOL). Jadinya aku duduk di hammock yang paling bawah aja. Aman.

ATV dan Mini Trail


Sudah lamaaa banget aku nggak naik ATV, jadi begitu liat ada ATV langsung deh aku cobain. Lintasannya nggak terlalu jauh, hanya memutari area yang dibatasi dengan ban warna-warni. Nggak cukup sekali dua kali putaran saking serunya. Kalo saja nggak harus gantian, pengennya muter-muter sampe pusing naik ATV nya. Hihi.


Nggak cuma naik ATV, aku juga nyobain naik mini trail. Untung aja mini trail nya kuat menahan bobot tubuhku ya. Naik mini trail ini aku sudah bisa berlagak seperti pembalap aja melajukan motor trail di atas lintasan tanah yang dibuat idak rata.

Archery


Puas mengendarai ATV dan Mini Trail, aku beralih pada permainan panahan atau Archery. Sebenarnya ini kali kedua aku bermain panahan. Jangan dikira memanah itu mudah ya, gaes. Susah tauk. Nggak cuma mengandalkan tenaga untuk menarik busur dan melepaskannya, tapi kita juga harus fokus agar anak panahnya bisa menancap pada target. Sayangnya kemarin aku nggak fokus, jadi anak panahku melesat jauh dan hilang tak tahu rimbanya. Hiks *lebay mode on.

Selepas main di wahana Archery, aku dan teman-teman beristirahat. Kami makan siang bersama dan sholat juga. Enaknya berwisata di d'Pongs itu karena mushola dan toilet ada dalam di area permainan. Jadi nggak harus melipir jauh-jauh untuk sholat dan ke toilet.

Lapar dan haus setelah bermain? Tenang, ada kafetaria dengan berbagai pilihan makanan dan minuman yang harganya terjangkau banget.

Selesai beristirahat dan sholat, aku dan teman-teman melanjutkan permainan. Kami memilih untuk menguji adrenalin di wahana High Rope. Ada sekitar sepuluh rintangan yang musti kami lalui. hayuk lah, siapa takut.

High Rope dan Ekstrim Flying Fox


Permainan high rope ini selain uji nyali juga uji fisik. Nggak cuma melawan rasa takut tapi juga melawan rasa capek. Mayan juga bo, tangan dan kaki berasa pegel-pegel beberapa hari setelah bermain.

Pertama kali kami harus melakukan flying fox jarak dekat. Meski dekat kalo belum pernah nyobain ya pasti takut juga, gaes. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan permainan di wahana high rope dengan lancar. Kata teman-temanku "punya nyali juga lu, main ginian". Yaelah, segitu doang mah ketjiiiil *congkak mode on. Hihi..



Meskipun di wahana high rope aku juga flying fox, tapi rasanya penasaran juga pengen nyobain ekstrim flying fox. Lintasan ekstrim flying fox ini lebih tinggi dan lebih panjang dibanding dengan flying fox di high rope. Finally, yes. Mission Complete, gaes.

Puas bermain di area high rope, kami berpindah tempat untuk bermain dengan rusa-rusa cantik di area Feeding Deer.

Feeding Deer



Menurut mas-mas pemandu wisata d'Pongs, rusa-rusa yang ada di kandang ini berasal dari Istana Bogor. Pak Jokowi memberikan sepasang rusa yang kemudian beranak pinak menjadi banyak. Area Feeding Deer ini cocok banget buat anak-anak, nih. mreka pasti suka banget bisa melihat dan memberi makan rusa dari dekat.

Horse Riding

Buat kalian yang hobi berkuda (horse riding), kalian bisa juga loh berkuda di d'Pongs karena ada beberapa kuda yang bisa kalian tunggangi. Ada kuda ponny, ada juga kuda yang dari Australia. Aku sih kemarin nggak naik kuda. Karenaa..aa, kasian kudanya. :(

Paintball


Permainan terakhir yang kami coba adalah Paintball. kami dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim biru dan tim merah. Masing-masing diberi sebuah senapan gas yang berisi 3 buah peluru yang berisi cat. Pelurunya berbentuk bulat sebesar kelereng. Kalo kena pelurunya, katanya sakit gaes (kata mbak Wati yang tertembak. hihi).

Kedua tim harus mengendap-endap dan mencuri kesempatan untuk saling menembak. Karena ini pengalaman pertama buatku dan teman-teman jadilah kami saling menembak tanpa melihat sasaran. Tahu-tahu peluru habis dan hanya menembakkan senapan tanpa peluru. Kocak abis. Tapii, ternyata mb Wati, Mara dan Zayn tertembak. Jadi kalah deh, tim merah.

Rasanya pengen deh, ngisi peluru lagi dan balas dendam ke tim biru. Oke, kayaknya perlu ke d'Pongs lagi buat memenuhi hasratku ini. Hihi.

Nggak cuma wahana permainan, d'Pongs juga memiliki beberapa spot yang instagramable untuk berfoto. Kalian juga bisa berfoto dengan burung kakatua, loh. Asik, ya.



Bermain seharian di d'Pongs dan nyobain berbagai wahana permainannya ternyata benar-benar seru dan nggak terlupakan, gaes. Nyatanya, sisa-sisa keletihan masih kerasa loh sampai hari ini.

Kalo kalian pengen juga ngerasain gimana serunya bermain di berbagai macam permainan kayak aku dan teman-temanku, coba deh datang ke d'Pongs Wisata Keluarga dan rasakan sendiri pengalaman liburan yang berbeda.

Sampai ketemu di cerita jalan-jalan berikutnya ya, gaes.

d'Pongs
Jl. Kol R Warsito S (Manyaran-Gn.Pati) No.3, Desa Pongangan
Gunung Pati, Semarang
0821-2776-8964, 0812-9760-1100, 0819-031901994
Fb: d'Pongs Wisata Keluarga
Ig: @dpongs_wisatakeluarga
Jam operasional : 08.30-16.30 WIB



Hai Gaes,

Sudah jalan kemana aja tahun ini? Nggak kerasa tahun 2018 ini beberapa bulan lagi berakhir. Masih ada lah kesempatan buat merencanakan liburan buat akhir tahun nanti.

Kalo kalian berencana untuk pergi liburan di akhir tahun nanti, mending hunting tiket dan booking hotel dari sekarang deh. Tahu sendiri lah, kalo akhir tahun adalah "peak season" buat destinasi wisata favorit. Bisa-bisa kalian nggak dapat tiket dan hotel sesuai dengan budget kalian. Ya, maklum aja kalo "peak season" harga tiket dan hotel melambung tinggi.

Akan lebih baik lagi kalo liburan direncanakan jauh-jauh hari. Kenapa? Karena harga tiket pesawat dan hotel bisa jauh lebih murah, gaes. Makanya banyak teman-temanku yang suka traveling selalu merencanakan liburan mereka jauh-jauh hari.

Berdasar pengalaman teman-temanku, makanya aku juga sudah merencanakan liburan untuk tahun depan. Sebenarnya keinginan buat traveling ke Lombok saat bulan Ramadan sudah terbersit sejak tahun lalu, tapi karena belum rezeki rencana itu musti tertunda hingga tahun depan.

Libur Ramadan

Saking pengennya melihat secara langsung tradisi unik masyarakat Lombok saat bulan Ramadan, aku bahkan sudah mengintip kalender libur nasional tahun depan, loh. Kebetulan banget pas Ramadan tahun depan ada hari libur nasional beberapa hari menjelang lebaran. Yah, lumayan lah masih bisa menyaksikan "dile jojor" di sana.

Dile jojor adalah sejenis obor yang berasal dari buah jamplung yang dibakar. Nah, oleh warga setempat, tradisi ini disebut dengan tradisi "maleman". Maleman ini biasanya dilakukan tiap malam ganjil di bulan Ramadan yaitu tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadan.

Menurut cerita yang aku baca, tradisi maleman dengan menyalakan dile jojor ini sudah dilakukan warga Dusun Tenges-enges sejak dulu. Tradisi ini bertujuan agar warga tetap terjaga dan melakukan ibadah untuk menyambut malam Lailatul Qadar. Dile jojor juga merupakan wujud pengharapan agar jiwa mereka serta arwah keluarga yang sudah meninggal bisa mendapat penerangan serta berkah di bulan Ramadhan.

Tradisi unik ini diawali dengan membawa dulang berisi nasi dan lauk pauk ke masjid. Setelah maghrib tiba, warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah berkumpul di masjid menyantap hidangan berbuka yang telah disiapkan.

Pict by. karnia saptia

Dile jojor dinyalakan selepas shalat magrib. Dusun yang semula gelap ini menjadi terang karena sinar dari api dile jojor. Semua warga meletakkan dile jojor di tiap sudut rumah dan tempat pemakaman desa. Jadi, suasana tempat pemakaman umum pun ramai karena semua warga berkumpul untuk menyalakan dile jojor di makam anggota keluarga mereka.

Seru, kan. Itulah mengapa aku penasaran dan pengen banget bisa melihat secara langsung tradisi unik ini. Nggak mau lagi kehilangan momen ini, aku pun mulai hunting tiket pesawat dan hotel untuk libur Ramadan tahun depan.

Seperti yang sudah-sudah, biasanya sih aku cari tiket pesawat dan hotel melalui agen perjalanan online. Yah, namanya juga pengen berhemat jadi benar-benar cari harga yang terbaik. Cek harga tiket dan hotel lalu membandingkannya antara agen satu dengan agen lain. Selisih dikit juga lumayan, loh. Apalagi kalo bisa pesan tiket pesawat sekaligus hotel dalam satu paket, kan lebih asik.

Emang ada agen travel yang punya produk seperti itu?

Ada dong. Ternyata Traveloka punya produk pemesanan tiket pesawat dan hotel dalam satu paket.  Ya udah, akhirnya aku coba dong.




Kelebihan pesan tiket pesawat sekaligus hotel di Traveloka banyak, salah satunya adalah kita bisa hemat biaya hingga 20% tanpa menggunakan kode promo apapun dibanding dengan pesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Selain itu, kita juga hemat waktu dan tenaga dong, karena nggak perlu pesan tiket pesawat maupun hotel secara terpisah.




Ketika pesan tiket pesawat dan hotel dalam satu paket, kita juga bisa pilih kok penerbangan dan hotel yang sesuai dengan budget. Pilihannya banyak. Pokoknya gampang dan hemat waktu banget. 




Dan benar saja, ketika pesan tiket pesawat dan hotel dalam satu paket harganya beneran lebih hemat daripada pesan sacara terpisah loh, gaes. Kan lumayan sisa duitnya bisa buat kulineran dan beli oleh-oleh buat keluarga. Hihi. Bener-bener liburan yang murah tapi mevvah.

Udah gitu, kalo mau bayar tiket pesawat dan hotel yang sudah dipesan juga gampang banget karena tersedia beberapa pilihan metode pembayaran. Mau transfer lewat ATM, internet banking, pake kartu kredit, bahkan di minimarket juga bisa. Nggak nyusahin, pokoknya.

Sekarang aku sudah bisa bernafas lega, karena liburanku Ramadan tahun depan bakalan terwujud karena sudah direncanakan jauh-jauh hari. Nggak bakalan kuatir lagi karena nggak kebagian tiket dan hotel murah.

Nah, buat kalian yang mau liburan, sebaiknya rencanakan dari sekarang, deh. Mungkin bisa mulai dari destinasi wisata yang akan dituju, budget liburan, cek harga tiket dan hotel hingga waktu perjalanan. Jangan lupa pesan tiket pesawat dan hotel sekaligus dalam satu paket supaya lebih hemat. Kalo kalian butuh referensi tempat liburan baca aja disini!

Selamat merencanakan liburan!
menu-fusion-baru-pesonna-hotel-semarang

Hai Gaes,

Bulan Juli hingga September ini, Pesonna Hotel Semarang meluncurkan Food & Beverage Promo of Three Months yang bertema Fusion Food. Fusion merupakan metode penggabungan dua atau lebih cita rasa kuliner yag berbeda. Kenapa fusion? Karena fenomena fusion ini memang bukan hal baru lagi saat ini.

Menurut Executive Chef Pesonna Hotel Semarang, Arianto Kuswinarto, kombinasi unsur dan tradisi kuliner yang berbeda ini bertujuan untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner dengan sensasi rasa baru yang menggugah selera dan sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Lalu, apa aja menu fusion yang ditawarkan oleh Pesonna Hotel Semarang?

Spaghetti Rendang

menu-fussion-pesonna-hotel-semarang
Dokpri. Spaghetti Rendang ala Pesonna Hotel

Spaghetti umumnya disajikan dengan saus yang creamy, bercitarasa manis dan gurih, tapi oleh Cheff Arianto, spaghetti dipadukan dengan masakan Indonesia yaitu rendang. Kebayang kan, bagaimana lembutnya spaghetti berpadu dengan citarasa rendang yang pedas, gurih dengan aroma rempah yang kuat? Air liurku langsung terbit begitu melihat penampakannya. Ingin rasanya kuambil garpu dan memasukkannya ke dalam mulutku.

Oh iya, kamu hanya perlu merogoh kocek 45K/ nett/ porsi untuk mencicipi Spaghetti Rendang ini.

Waffle Crispy 

menu-fussion-pesonna-hotel-semarang
Dokpri. Waffle Crispy 

Setelah makan yang gurih-gurih dan pedas, pasti butuh sesuatu sebagai makanan penutup. Nah,  waffle yang crispy dengan topping es krim rasa strawberry ini mungkin bisa jadi pilihan tepat. Coba deh bayangin bagaimana nikmatnya menyantap waffle crispy ini siang-siang. Sueger, gaes.

Kalian nggak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati Waffle Crispy ini. Cukup 30K/ nett/ porsi aja!

By the way, selain dua menu fusion tadi kalian juga bisa menikmati minuman berbahan kopi dan cokelat hasil inovasi dari Pesonna Hotel Semarang. Menurut pak Benny C. Erman dari bagian Food & Beverage Pesonna Hotel Semarang, varian kopi dan cokelat sengaja disajikan untuk para penikmat kopi. Pesonna Hotel Semarang tahu aja nih, apa yang belakangan ini sdng digandrungi masyarakat.

menu-fusion-pesonna-hotel-semarang
Dokpri. Chocolate Lovers

Berbahan bubuk cokelat, es krim vanilla dengan topping whipped cream dan biskuit oreo, Chocolate Lovers disajikan dalam bentuk dingin. Pasti seger banget, tuh kalo dinikmati siang-siang.

Chocolate Lovers ini bisa kalian nikmati dengan harga 25K/ net/ gelas aja. Murce, kaan?

menu-fusion-pesonna-hotel-semarang
Dokpri. Flavor Latte

Selain Chocolate Lovers, ada juga Hot & Chilled Flavor Latte yang merupakan minuman sejenis latte dengan layer steamed milk foam yang creamy dengan kombinasi sirup hazelnut. Minuman ini bisa kalian nikmati dalam bentuk dingin maupun panas sesuai selera. Harganya? Cukup 27K/ nett/ gelas aja, kalian sudah bisa menikmati Flavor Latte favorit kalian.

Nah, kalo kalian penasaran dengan menu fusion terbaru dari Pesonna Hotel Semarang, langsung aja datang kesana dan pesan menu favorit kalian!



Hai Gaes,

Sudah lama banget nih nggak jalan-jalan. Kepala rasanya pusing deh, kalo kurang piknik. Haha. Makanya minggu lalu aku ajak keluargaku jalan-jalan ke umbul sidomukti, wisata favorit di Kabupaten Semarang.

Oh iya, kota Semarang itu beda lho ya dengan kabupaten Semarang. Kabupaten Semarang memiliki 19 kecamatan yang meliputi wilayah Ungaran, Ambarawa, Bandungan, Bawen dan sekitarnya. Sebagian besar wilayah kabupaten Semarang berada di dataran tinggi, makanya banyak penduduknya yang bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Biasanya mereka menanam berbagai jenis sayur, buah dan tanaman bunga. Coba deh kalau kalian jalan-jalan ke daerah Bandungan dan sekitarnya, banyak pedagang yang menjajakan hasil buminya di pinggir-pinggir jalan.

Kabupaten Semarang memiliki beberapa destinasi wisata alam dan wisata sejarah yang potensial, loh. Sebut saja Rawa Pening, Bukit Cinta, Curug Bidadari, Curug Lawe, Curug Benowo, Umbul Sidomukti, Candi Gedong Songo, Candi Dukuh, Monumen Palagan Ambarawa, Museum Kereta Api dan Benteng Willem. Itu baru wisata alam dan sejarah loh, belum wisata lainnya.

Dari sebagian  yang sudah aku sebutin tadi, destinasi wisata mana aja yang sudah kalian kunjungi, gaes? Sstt...tenang aja, masih ada kesempatan kok untuk menyusun rencana, destinasi wisata alam mana yang harus kalian kunjungi.

Nah, aku punya rekomendasi destinasi wisata paling favorit di kabupaten Semarang nih, gaes. Kali aja bisa jadi bahan pertimbangan buat kalian yang akan berwisata di kabupaten Semarang.

Asik banget nongkrong di sini
Umbul Sidomukti yang terletak di desa Sidomukti kecamatan Bandungan ini memiliki pemandangan alam yang indah. Umbul Sidomukti  merupakan daerah perbukitan yang berada diantara Gunung Ungaran, Gunung Andong, Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Lokasinya yang berada di ketinggian 1200 mdpl membuat hawanya cukup sejuk.

Perjalanan dari kota Semarang ke Umbul Sidomukti memakan waktu sekitar 1,5-2 jam. Kalo bisa sih berangkat lebih awal, supaya nggak kena macet. Oh iya, jalanan menuju Umbul Sidomukti cukup sempit, hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi nggak usah kuatir sih, karena kendaraan yang turun berbeda jalur kok dengan yang naik.

Untuk masuk ke lokasi, kita harus membayar tiket 10 ribu rupiah per orang. Ini belum termasuk tiket wahana permainan, loh. Di sekitar gerbang dan tempat parkir, ada banyak penduduk sekitar yang menyewakan kuda. Kalian akan diajak berkeliling satu kali putaran kawasan Umbul Sidomukti dan masuk ke dalam lokasi dengan membayar 25 ribu rupiah. Kalo aku sih, pilih jalan kaki aja. Lebih sehat meskipun rada ngos-ngosan. Haha.


Meski sudah beberapa kali ke sini dan rasanya nggak pernah bosen, deh. Umbul Sidomukti memiliki beberapa fasilitas antara lain kolam renang, pondok wisata, camping ground, outbond training, pondok lesehan hingga meeting room. Kalian yang suka permainan yang menantang adrenalin, tersedia juga berbagai wahana yang akan membuat adrenalin kalian naik.

Ada juga berbagai wahana yang mampu menaikkan adrenalin, seperti flying fox, marine bridge, riding bicycle dan rappeling melintasi jurang sepanjang 110 meter. Ada juga spot foto ala skytree buat kalian yang suka narsis.


Air kolamnya dingiiin
Salah satu daya tarik wisata Umbul Sidomukti adalah adanya kolam renang yang berada di atas bukit. Mau berendam di kolam sambil menikmati pemandangan? Ada tiga kolam yang siap menyegarkan badan kalian. Berenang atau mandi di kolam ini rasanya seperti berenang di atas awan karena kalian bisa berenang sambil melihat pemandangan kota di kejauhan. Kolam ini memiliki dinding yang terbuat dari batu-batu alam dan memiliki mata air alami yang nggak akan pernah kering sepanjang tahun, bahkan di musim kemarau sekalipun. Konon kabarnya, kalo kita mandi di dalam kolamnya, kita bisa awet muda, loh. Coba deh, kalian mandi disana. Kali aja jadi awet muda beneran. Haha.

Di samping kolam, berjajar gazebo-gazebo yang selalu penuh dengan pengunjung yang beristirahat. Di bagian bawah terdapat kafe dan spot-spot foto yang baru saja dibangun. Rupanya pengelola Umbul Sidomukti terus berbenah untuk mempercantik lokasi dan menambah beberapa wahana baru. Pengunjung jadi makin betah, deh.

Oh iya, di sekitaran Umbul Sidomukti juga terdapat beberapa destinasi wisata lain seperti Candi Gedong Songo, Curug Bidadari dan Kebun Bunga Setiya Aji. Kalo kalian pengen kesana, berikut ini alamat lengkapnya, ya.

KAWASAN WISATA UMBUL SIDOMUKTI
Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kab. Semarang, Jawa Tengah.
PT. PANORAMA AGRO SIDOMUKTI.
Nomor Telepon. 082892031261
Email : umbulsidomukti@gmail.com
Website : www.umbulsidomukti.com
Facebook : umbul sidomukti
Instagram: @umbul.sidomukti
 
Hai, temans

Apa kabar semua? 

Hmm...masih semangat kan puasanya. Hari ini hari terakhir puasa, loh gaes. Aroma Lebaran makin terasa. Ngomong-ngomong soal puasa, kebanyakan dari kita sering melewatkan sahur ya. Padahal dalam sahur ada keberkahan, loh.

Buat orang yang nggak terbiasa makan malam-malam memang susah ya untuk makan sahur. Tapi mau nggak mau, kita harus tetap sahur agar selama berpuasa badan kita tetap fit. Awalnya memang susah, tapi lama-lama juga terbiasa kok makan malam-malam begini.

Sebagai ibu rumah tangga, aku juga nggak boleh kehabisan akal agar keluarga tetap bisa bersantap sahur dengan nikmat. Biasanya untuk membangkitkan selera makan sahur aku buatin masakan yang mereka sukai. Kebetulan semuanya suka menu yang praktis. Ini tentu menguntungkanku, karena nggak butuh waktu lama untuk memasaknya.

Oh iya, aku punya menu praktis yang mungkin bisa diandalkan di saat-saat mendesak, nih. Buat kalian yang suka masak menu praktis, bisa dicatet deh step by step nya.

Tumis Kacang Panjang Naget Ayam Stik So Good

Dokpri. Bahan-bahan 

Bahan :
  • 1 ikat kacang panjang, potong sesuai selera
  • 1 bungkus naget ayam stik So Good (200 gram)
  • 3 sdm minyak goreng
  • air secukupnya
Bumbu : 
  • 4 butir bawang merah, iris halus
  • 2 siung awang putih, iris halus
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 5 buah cabai hijau, iris
  • 5 buah cabai rawit, iris 
  • 1 sdm gula merah
  • kaldu sapi bubuk secukupnya (bila suka)
  • 1 sdt garam
Cara membuat :
  1. Goreng naget ayam stik hingga berwarna kecoklatan. Tiriskan, potong menjadi 2. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu dan berbau harum. Masukkan irisan cabai dan daun bawang, aduk hingga layu. 
  3. Masukkan kacang panjang, tambahkan bumbu-bumbu seperti garam, gula merah, kaldu bubuk lalu aduk hingga bumbu bercampur rata. Tambahkan air secukupnya.
  4. Bila air menyusut dan kacang panjang sudah layu, masukkan naget ayam stik yang telah digoreng. Aduk rata, jangan terlalu lama. 
  5. Koreksi rasa. Tumis kacang panjang naget ayam stik siap dihidangkan. 
Dokpri. Menu sahur praktis, enak dan sehat
Menu praktis ini bahkan aku masak beberapa kali selama bulan puasa. Habis, anak-anak dan suami suka sih. Makanya aku nggak pernah lupa untuk selalu menyetok produk-produk So Good. Paling banyak sih, stok Naget. Kalo sedang nggak ada ide buat masak, yang jadi andalan ya goreng naget ayam aja.

Soal kandungan gizi, kualitas produk dan keamanan produk So Good nggak usah dipertanyakan lagi. So Good hanya menggunakan bahan-bahan dengan kualitas baik dan terjamin mutunya. Makanya sampai sekarang saya masih setia mengonsumsi produk-produk So Good.



Nah, buat kalian yang suka masak tapi pengen yang praktis-praktis, pastikan untuk selalu menyetok produk-produk So Good.

Selamat mencoba ya!

Hai Gaes,

Salah satu yang paling menyenangkan di bulan Ramadan adalah ajakan untuk buka puasa bersama alias "bukber" bareng teman-teman. Bukber pertama di awal Ramadan ini aku bersama beberapa teman mampir ke sebuah resto baru yang ada di kota lama Semarang. 

Apa yang terlintas di benak kalian kalo mendengar nama Restoran Pringsewu? Pasti kalian sudah banyak yang tahu resto ini, kan? Yups, resto ini ada di sepanjang jalan pantura. Ingat dong dengan spanduk-spanduk yang berjajar tiap beberapa ratus meter? Itu tandanya, kita bakalan ketemu dengan Restoran Pringsewu di jalan yang akan kita lalui.

Ngomong-ngomong, tanggal 12 Mei 2018 yang lalu, Restoran Pringsewu telah membuka cabangnya yang  ke 21 di kawasan kota lama Semarang. Beda dengan cabang lainnya, kali ini Restoran Pringsewu mengusung konsep heritage. Gedung yang berlokasi di jalan Suari no. 10-12 ini merupakan gedung peninggalan Oei Tiong Ham yang dulunya merupakan saudagar gula. Meski sudah dipugar di sana sini tetapi masih mempertahankan bentuk asli bangunannya.



Pak Aryanto Wahyu, Direktur Marketing Restoran Pringsewu menyampaikan rasa bangganya bisa menempati bangunan yang menjadi salah satu peninggalan bersejarah di kota Semarang. Sore itu, pihak manajemen Restoran Pringsewu yang turut hadir selain Pak Aryanto ada juga Pak Rosyad Khan yang juga Direktur Marketing serta Pak Sunarto dan Pk Andi selaku Manajer Restoran Pringsewu.

Menurut pihak manajemen resto, baru kali ini Restoran Pringsewu menempati bangunan bersejarah. Karena itulah harapannya, pengunjung resto tak hanya bisa menikmati makanan saja tetapi juga suasana dan cerita sejarah saat berada di Restoran Pringsewu kota lama Semarang.

Oh iya, kalo kalian berkunjung ke Restoran Pringsewu kota lama, ada beberapa ruangan yang bisa kalian pilih. Restoran ini memiliki beberapa ruangan yang ada di lantai bawah dan lantai atas. Mau di area outdoor juga bisa. Kalo aku sih paling suka duduk di balkon lantai 2, karena bisa menikmati makanan sekaligus suasana jalanan di sekitar resto. Asik deh.

Salah satu ciri khas Restoran Pringsewu adalah olahan seafood nya. Nah, kemarin aku dan teman-temanku dapat kesempatan nyicipin beberapa menunya. Eh, ada juga menu yang hanya ada di kota Semarang dan nggak ada di cabang lain, loh. Apakah itu? Penasaran, kan?


Dokpri. Gurame Pesmol

Dokpri. Pecak Gurame

Dokpri. Gurame Cabe Garam

Dokpri. Buncis Cabe Garam
Dokpri. Cah Kailan

Banyak bangeeet, ya. Eiits...ini belum semua, gaes. Masih ada beberapa menu yang harus kalian liat, nih.

Dokpri. Nasi Bandhem Telur dan Bakso Goreng

Dokpri. Nasi Bandhem Ayam Geprek

Nasi Bandhem ini unik loh, karena nasinya dibentuk dengan cara dikepal. Di dalam kepalan nasi itu ada teri yang gurih. Ada 2 varian nasi Bandhem yang bisa kalian pilih yaitu lauk ayam geprek atau telur dadar dan bakso yang digoreng.

Selain makanan berat, kalian juga bisa pesan cemilan kok. Ada mendoan khas Purwokerto yang disajikan bersama sambal kecap, tahu goreng tepung, pisang goreng crispy dan onde-onde yang legit.

Dokpri. Mendoan khas Purwokerto

Dokpri. Pisang Goreng Crispy

Dokpri. Tahu Goreng tepung

Dokpri. Onde-onde

Gimana menurut kalian, gaes? Bener-bener menggugah selera kalian, kan?

Mumpung masih Ramadan, buruan deh kalian ke Restoran Pringsewu kota lama, karena ada paket-paket menu yang bisa dipilih buat kalian yang mau ngadain buka puasa bersama.




Udah deh, nggak perlu mikir kelamaan. Buruan ajakin aku buka puasa di Restoran Pringsewu kota lama Semarang. Habis makan-makan, kita jalan-jalan keliling kota lama Semarang, deh.