Melihat dari Dekat Proses Pengolahan Teh di Perkebunan Teh Tambi dan Tanjungsari Wonosobo



Haiii Gaes,

Udah pada ngeteh belum, nih? Paling enak tuh menikmati secangkir teh hangat bersama teman-temannya (ya gorengan, roti dan sebagainya, lah), ya. Pernah nggak sih, kalian kepikiran bagaimana proses pembuatan teh dari mulai dari pemetikan sampai akhirnya siap diseduh?

Beruntung sekali, Agustus lalu aku dan beberapa teman bisa melihat dari dekat proses pengolahan teh di perkebunan teh Tambi Wonosobo. Sebenarnya  PT Tambi memiliki dua perkebunan, yang berada di Tambi dan di Tanjungsari. PT Perkebunan Tambi yang berada di ketinggian 1400 mdpl ini berada di kaki gunung Sindoro. Sedangkan perkebunan teh yang berada di Tanjungsari berada di wilayah yang lebih rendah.

Proses Pemetikan Teh

Setelah minum teh dan makan ubi goreng, aku dan teman-teman diajak ke perkebunan yang lokasinya nggak jauh dari pabrik. Kami menumpang sebuah mobil bak terbuka alias "pajero" menuju perkebunan. Hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk tiba di lokasi.

Kami dijelaskan mengenai perkebunan teh Tambi yang memiliki dua jenis tanaman teh yaitu Asamika dan Sinensis. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi satu sama lain. Kualitas teh Tambi ini bahkan sudah diakui oleh beberapa negara.

Cara pemetikan teh di perkebunan ini masih menggunakan tenaga manusia, tapi tidak dengan dipetik lagi. Para pemetik teh kini sudah menggunakan alat pemotong seperti gunting yang telah dimodifikasi. Hasil petikan tehnya lebih banyak dan lebih cepat. Tangan pemetik teh juga nggak "kapalan" lagi, hihi.

Dok. Manjie

Sebenarnya ada cara petik teh yang lebih modern yaitu menggunakan mesin pemotong. Hasilnya tentu saja lebih banyak dan lebih cepat daripada tenaga manusia. Hanya saja pihak pabrik mengambil langkah bijak dengan tetap mempekerjakan masyarakat sekitar sebagai upaya untuk mempertahankan kearifan lokal.

Para pemetik teh tentu sudah dibekali dengan pengetahuan tentang tanaman teh dan bagaimana cara memetik teh dengan benar yaitu tiga daun teratas dari pucuk teh. Pucuk-pucuk teh yang telah dipotong lalu dimasukkan ke dalam keranjang. Setelah penuh baru dipindahkan ke dalam karung-karung jaring dan siap dibawa ke pabrik untuk diolah.

Proses Pengolahan Teh

Proses pemetikan teh selesai, lanjut pada proses pengolahan teh. Pucuk-pucuk teh yang sudah dimasukkan ke dalam karung jaring diangkut menggunakan truk menuju pabrik. Sesampainya di pabrik, daun teh segar akan ditimbang menggunakan timbangan khusus lalu masuk ke pabrik untuk diproses.

Proses pertama adalah pelayuan. Daun teh segar akan melalui tahap pelayuan selama kurang lebih 15 jam di sebuah tempat berbentuk persegi panjang. Tiap 6 jam sekali daun teh akan dibolak-balik agar proses pelayuan merata hingga kadar air berkurang hingga 50%.

dokpri. Ruang Pelayuan

Setelah daun teh layu, proses selanjutnya adalah penggilingan. Daun teh yang sudah berkurang kadar airnya digiling menggunakan mesin. Pada proses ini daun teh digiling menjadi bentuk yang lebih kecil selama kurang lebih 40 menit. Pada tahap ini juga dilakukan proses oksidasi enzimatis, yaitu mengeluarkan enzim-enzim yang terdapat pada daun teh.

Untuk teh yang memerlukan oksidasi, daun dibiarkan semula di ruangan tertutup di mana segera mereka menjadi lebih gelap. Pada tahap ini klorofil pada daun dipecah secara enzimatik, dan tanninnya dikeluarkan dan dialihbentukkan. Di dalam industri teh, proses ini disebut fermentasi, meski sebenarnya tidak terjadi fermentasi karena proses oksidatif ini tidak membangkitkan energi. Penghasil teh dapat memilih ketika oksidasi harus dihentikan. Untuk teh oolong oksidasi harus terjadi 5-40%, pada teh oolong yang lebih cerah 60-70%, dan pada teh hitam 100%. Hmm...ternyata beda-beda ya proses oksidasinya.

dokpri. Ruang Penggilingan
                                                                                                                                                                    Tahap berikutnya adalah proses pengeringan. Proses pengeringan ini butuh waktu setidaknya 25 menit, hingga daun teh benar-benar kering dan siap untuk dikemas.

Tapi sebelum dikemas, daun teh kering akan dipisah berdasarkan jenisnya. Penjenisan ini berdasarkan ukuran teh, apakah besar, sedang atau bahkan berbentuk serbuk. Proses penjenisan ini tentu memakai mesin yang langsung memisahkan sesuai ukurannya. Kalo ukurannya besar dijadikan teh seduh, sedangkan yang serbuk dijadikan teh celup (kantong).

Selain melihat proses produksi teh di perkebunan Tambi, aku dan teman-teman juga berkesempatan melihat produksi teh di perkebunan teh Tanjungsari. Untuk menuju kesana, kami harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Lokasi perkebunan teh Tanjungsari ini berada di dataran yang lebih rendah.

Ternyata di perkebunan teh Tanjungsari ada satu varietas teh yang spesial, yaitu TB Merah atau Tambi Merah. Teh ini memiliki pucuk daun yang berwarna kemerahan dan kabarnya memiliki rasa yang istimewa. Nggak heran kalo harganya bisa mencapai 600 ribu rupiah per kilo.

dokpri. Teh TB Merah di perkebunan teh Tanjungsari

Sayangnya produksi teh varietas TB Merah ini belum sebanyak teh jenis lain, karena lahannya terbatas. Sayang banget ya, padahal teh jenis ini kalo dijual di luar negeri bisa berharga 2 juta per kilo.

Setelah melihat perkebunan teh Tanjungsari, kami lalu diajak untuk melihat proses produksi teh di pabriknya. Bedanya, pabrik teh di Tanjungsari memproduksi teh hijau, jadi prosesnya tidak sepanjang yang ada di pabrik teh Tambi.

dokpri. Teh Tanjungsari  siap produksi

Pucuk teh yang baru dipetik langsung digiling lalu dioven beberapa kali untuk mendapatkan hasil teh hijau kering. Teh yang sudah kering juga harus melewati proses quality control agar tidak ada benda-benda asing yang ikut mauk ke dalam kemasan.

Setelah itu teh hijau masih harus diuji rasanya di laboratorium. kami semua bahkan ikut mencoba bagaimana "tea testing".

Setelah mencicipi bagaimana rasa teh hijau produksi PT. Tambi, kami juga beruntung bisa membawa pulang masing-masing satu kantong teh hijau. Siapa tahu bisa bikin langsing beneran kalo rutin minum teh hijau. Hihi.

Lengkap sudah hari itu aku dan teman-teman melihat dan belajar tentang proses pengolahan teh di PT. Tambi Wonosobo. Aku jadi belajar bahwa untuk mendapatkan suatu kenikmatan (saat minum teh maksudnya. LOL) ada sebuah proses panjang yang harus dilalui.

Oh iya, kalo kalian tertarik untuk melihat bagaimana proses pembuatan teh Tambi, boleh loh menghubungi kontak di bawah ini.

Selamat bertualang, gaes.

Paket Perkebunan Teh Agrowisata Tambi dimulai dari harga 27.500-115.000 per pax
Guest Room atau Homestay mulai dari Rp.320.000-Rp. 2.000.000,-
Contact person : 081548564988, 081327234571


2 komentar:

  1. Ini yang jalan-jalan waktu aku batal ikut ya mba heehe, jadi nyesel huhu

    BalasHapus
  2. Hmm.. Belum pernah ke Tambi..
    Semoga rencana naik Sindoro via jalur Tambi bisa kesampaian tahun ini.. Aamiin

    Seenggaknya lihat kebun tehnya dulu.. hehe

    BalasHapus