Wisata Salatiga : Serunya Hunting Sunrise di Gunung Telomoyo dan Offroad di Agrowisata d'Emmerick (Bag. 2)


Lanjut lagi cerita tentang blogger camp d'Emmerick ya, gaes..

Belum sempat lelap tidur, aku terbangun karena suara mbak Archa yang menyuruhku membangunkan mbak Nia yang ngelindur. Setengah sadar, aku puk puk saja punggung mbak Nia layaknya menepuk punggung anakku. Psst...sst....mbak Nia, pssst...ssst *seingatku sih kayak gitu. LOL.

Baru berapa menit terlelap, di luar ada suara orang membangunkan kami. Kami harus bersiap untuk "hunting sunrise" di gunung Telomoyo. Setelah bebersih dan bersiap, kami menuju lobi dimana jeep-jeep 4x4 dari S4X4tiga Adventure telah menunggu. Jeep berkapasitas 4 orang siap mengantar kami ke puncak Telomoyo. Sebelum berangkat, kami berdoa bersama agar perjalanan menuju Gunung Telomoyo lancar.

Sekitar pukul 3.30 dini hari, jeep melaju menembus dinginnya malam. Suara jeep yang berkonvoi menderu memecah kesunyian malam. Angin dingin yang menampar pipiku tak ku pedulikan lagi. Bayangan indahnya menyaksikan matahari terbit di gunung Telomoyo mengalahkan semua yang kurasakan dini hari itu.

Jeep yang kutumpangi mulai bergoyang-goyang karena jalanan mulai terjal. Jalan menuju puncak Telomoyo ini hanya cukup dilewati oleh satu mobil saja. Jeep kami berjalan beriringan. Setelah kurang lebih 30 menit melalui jalanan yang cukup ekstrim, akhirnya kami tiba juga di puncak  Gunung Telomoyo. Kami berhenti di tempat yang cukup luas. Sebagian dari kami menjalankan sholat subuh, sedangkan sebagian lain duduk di pinggir tebing dan bersiap menyambut matahari terbit.

Di ufuk timur terlihat langit yang berwarna jingga, pertanda matahari segera menampakkan bentuknya. Angin dingin yang menusuk tak lantas menghentikan kami mengabadikan matahari terbit di Gunung Telomoyo. 

Dokpri. Lukisan alam
Setelah matahari benar-benar muncul, kami mulai heboh mengambil gambar. Gimana nggak heboh, di hadapan kami terpampang nyata lukisan alam yang sangat indah. Nampak di kejauhan gunung Sumbing dan gunung Sindoro berdiri dengan gagahnya. Di hadapan kami ada gunung Ungaran, di sebelah selatan ada gunung Merbabu dan di sebelah utara kami ada gunung Andong. Semuanya terlihat dengan jelas di sekeliling kami.

Aku menghirup udara gunung dalam-dalam hingga memenuhi paru-paruku. Udara dingin tak lagi dirasa, karena aku sedang bahagia. Kami berpencar mencari angle yang pas untuk mengambil gambar.

Lalu samar-samar tercium aroma bakmi rebus yang menggugah selera. Rupanya Chef dari d'Émmerick telah menyiapkan bakmi rebus untuk sarapan. Bayangin gaes, sarapan bakmi rebus hangat dan segelas kopi sembari menyaksikan panorama alam dari puncak Gunung Telomoyo. Maka, nikmat Tuhan mana yang kau dustakan? 

Dokpri. Kasian jeep nya yak. LOL

Matahari mulai memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru bumi. Kami harus segera meninggalkan puncak Gunung Telomoyo dan kembali ke camp. Sepanjang perjalanan menuruni Gunung Telomoyo, kami benar-benar melihat bagaimana medan yang kami lalui. Pohon pinus yang berjajar sepanjang jalur dan jurang yang curam nampak di sisi jalan. Ngeri-ngeri sedap pokoknya. Untunglah para driver jeep yang juga offroader ini sudah terampil mengemudikan jeep di jalur sulit sekalipun, jadi nggak kuatir bakalan kenapa-kenapa. 

Tiba di hotel setelah kurang lebih menempuh 1,5 jam perjalanan, rupanya kami masih diberi bonus untuk berkeliling area agrowisata d'Emmerick. Kupikir kami akan berkeliling seperti biasa, ternyata kami diajak untuk uji adrenalin lagi dengan ikut offroad. Ya salaam. 

Baca juga :
Wisata Salatiga : Petualangan Seru Nge-Camp Dan Uji Nyali Di D'Emmerick Hotel Salatiga (Bag. 1)


Ini merupakan pengalaman pertamaku ikutan offroad, jadi kebayang kan betapa hebohnya ketika harus melewati jalur ekstrim. Area offroad dipenuhi dengan suara teriakan-teriakan kami yang membahana. Haha. Kayaknya teriakan-teriakan kami ini membuat para driver makin puas deh.
Badan sakit karena benturan dengan body jeep, baju dan muka yang penuh dengan cipratan lumpur tak seberapa dibanding dengan pengalaman tak terlupakan ini. 

Dokpri. Belepotan lumpur setelah offroad

Aku juga merasakan ketakutan luar biasa ketika jeep yang kutumpangi mendadak macet tak bisa bergerak dengan posisi hampir terbalik. Huhuu....karena takut, aku memaksa untuk turun dan menunggu mobil di evakuasi dan dibantu naik oleh mobil lain. 

Setelah beberapa menit para driver berjuang, akhirnya jeep yang kutumpangi berhasil melewati jalur ekstrim. Perjalanan dilanjutkan dengan mengitari area offroad. Sesekali terdengar teriakan bila mobil yang ditumpangi menyenggol pohon atau terperosok ke dalam kubangan lumpur. 

Dokpri. Mobil yang kutumpangi terperosok

Selama kurang lebih satu jam, petualangan ekstrim akhirnya berakhir. Benar-benar pengalaman yang nggak bakalan kulupakan. Oh iya, Sunrise trip ke Gunung Telomoyo dan offroad di agrowisata dÉmmerick adalah bagian dari paket wisata yang ditawarkan oleh dÉmmerick Hotel Salatiga. 

Kalo kalian ingin punya pengalaman nge-camp, sunrise trip dan offroad seperti aku dan teman-temanku, hubungi saja dÉmmerick Hotel untuk informasi lebih lanjut. Kalian, akan dapat pengalaman yang mengesankan, gaes. 

d'Emmerick Hotel
Jalan Hasanudin Km 4, 50734
Salatiga, Jawa Tengah
(0298)325498
Instagram : @hotel_emmerick
Facebook : d'Emmerick Hotel
Website : www.d-emmerickhotel.com

8 komentar:

  1. Macho banget mbak fotomu di atas jeep tu. Mupeng aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi..iya ya, kadang aku keliatan macho juga yaa

      Hapus
  2. Ini kenagan bener-bener berkesaannn bundaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaah, berkesan banget sampe2 pengen lagi, hihi

      Hapus
  3. Wah, seru banget ya mbak naik Jeep gitu. Aku juga pengen...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget Farida, kapan2 kamu musti nyobain

      Hapus
  4. Cantik banget sunrise di Gunung Telomoyo, Mbak Ika.
    Demen banget liatnya, dan serunya pake jeep ke sana hihi

    Jadi penasaran mau coba pengalaman kek Mbak Ika :)

    BalasHapus
  5. mbak..jeepnya bener2 kasian sampai oleng..tuh,..hahahaha. PEnyok ngga tuh atapnya..hhiii...(peace man) :P

    BalasHapus