Kemah Ceria DAS Garang Bersama Mercy Corps Indonesia dan AtmaGo di Wana Wisata Curug Semirang

Dokpri. Suasana Kemah Ceria
Sudah lama banget aku memendam hasrat untuk nge-camp di tengah hutan atau di lereng gunung. Sejak menikah, aku nggak pernah lagi ikut kegiatan seperti ini. Akhir pekan lalu, akhirnya keinginanku untuk nge-camp lagi akhirnya terwujud. Mercy Corps Indonesia mengajakku dan 8 blogger lain untuk mengikuti acara Kemah Ceria sekaligus launching aplikasi AtmaGo di Wana Wisata Curug Semirang selama dua hari. Bukan main girangnya hati ini, karena bisa menuntaskan kerinduanku untuk kembali bersentuhan dengan alam bebas, meski hanya semalam.

Boot Camp dan Out Bond 

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya kami tiba di Desa Gogik. Rupanya lokasi Wana Wisata Curug Semirang ini berada di wilayah Desa Gogik, Kabupaten Semarang. Dari tempat parkir mobil, kami masih harus berjalan kaki beberapa ratus meter untuk sampai di kawasan Wana Wisata.

Dok. Wildan Rais. Registrasi dulu, yaaa

Dari pintu masuk Wana Wisata, terlihat beberapa tenda telah berdiri. Kami diberi alas tidur dan dipersilakan menuju tenda yang telah ditentukan. Setelah meletakkan barang bawaan di tenda, aku berkeliling untuk melihat suasana wana wisata ini. Suara gemericik air mengundangku untuk mendekati sebuah sungai kecil di sebelah area kemah. Mataku langsung berbinar ketika melihat airnya yang sangat bening. Sungai kecil itu dangkal namun arusnya cukup kencang. Airnya yang bening dan dingin membuatku ingin membasuhkannya di wajahku.

Dokpri. Sungai kecil di Wana Wisata Semirang

Seorang teman, bahkan tidak ragu untuk meminum langsung air sungai itu. Katanya sih, rasanya segar. Ternyata air sungai ini memang dijadikan sebagai sumber air oleh masyarakat sekitar. Sungai ini juga salah satu sub DAS (Daerah Aliran Sungai) Garang yang merupakan daerah hulu. Dari sinilah sungai-sungai mengalirkan airnya hingga ke pantai utara Jawa. Daerah ini merupakan wilayah rawan bencana, baik longsor maupun banjir. Mungkin inilah yang menjadi alasan Mercy Corps Indonesia memilih Wana Wisata Semirang sebagai lokasi  boot camp.

Boot Camp ini merupakan bagian dari Program GRP-TRANSFORM program pengelolaan risiko banjir lintas wilayah di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang hasil kerja sama Mercy Corp Indonesia, Atma Connect, ESG dan Karang Taruna Desa Gogik. Acara ini beragendakan diskusi mengenai lingkungan, kerelawanan, pertunjukan musik, wayang tenda hingga tari tradisional. Ada juga sebuah pertunjukan drama yang bertema tentang kerusakan lingkungan yang diakibatkan ulah manusia. Judulnya "Goro-goro Roro". Uniknya para pemainnya adalah ibu-ibu PKK desa Gogik, loh. Semuanya sarat akan pesan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Keren pokoknya.

Dok. Wildan Rais. Pertunjukan Seni oleh Karang Taruna Desa Gogik

Malam kian larut. Mataku mulai terasa berat. Aku mulai tak bisa mengendalikan rasa kantuk yang mendera. Beberapa teman juga merasakan hal yang sama. Kami lalu beranjak menuju tenda masing-masing. Tadinya kupikir, aku bakalan susah tidur karena hanya tidur beralaskan matras, tapi nyatanya aku bisa lelap juga.

Terbangun dengan perasaan takjub karena ternyata aku bisa juga ya tidur dengan kondisi seadanya. Tahu sendiri lah, kondisi manusia seusiaku jelas berbeda dengan kondisi anak-anak yang masih belia. Aku bergegas menuju MCK untuk mandi. Khawatir kalo kesiangan dikit pasti bakalan ngantri panjang.

Setelah semua mandi dan bersiap, kami semua berkumpul di depan panggung untuk sarapan pagi dan mengikuti kegiatan outbond. Pagi itu kami semua begitu menikmati sarapan nasi bungkus daun jati yang disediakan panitia.

Selesai sarapan, kami diajak menuju lokasi outbond yang berada tak jauh dari tempat kami kemah. Dipandu oleh tim relawan yang keren, kami diajak bermain.  Peserta dibagi menjadi 3 tim yang masing-masing beranggotakn 11 orang. Ada tim Anak Panah, tim Gede dan tim DAS. Aku sendiri tergabung bersama tim Gede.

Dokumen Wildan Rais. Kegiatan Outbond

Kami semua harus menyelesaikan 5 permainan, antara lain menyusun menara dari balok kayu, memasukkan bola ke dalam gelas, water transfer, bridge ball dan memecah balon. Melalui permainan ini kami jadi banyak belajar untuk melatih insting, empati, komunikasi, kerjasama, dan kekompakan. Ada hal menarik yang aku suka, karena saat melakukan kegiatan ini kami harus mengatakan kalo umur kami 17 dan semangat kami 55. Ini membuat kami tersugesti bahwa usia kami masih muda dan semangat selalu nyala.

Kegiatan out bond berlangsung seru, bahkan tak terasa waktu menjelang tengah hari. Senengnya lagi tim ku yang menjadi juara, loh. Hepi, karena kekompakan tim kami akhirnya bisa berbuah kemenangan.

Dok. Wildan Rais. Seruu

Setelah kegiatan out bond selesai, kami semua kembali ke lokasi perkemahan untuk beristirahat dan bersiap mengikuti acara berikutnya.

Launching Aplikasi AtmaGo

Setelah cukup beristirahat, kami semua kembali berkumpul di depan panggung dan menyimak presentasi mengenai aplikasi AtmaGo. Aplikasi AtmaGo merupakan aplikasi berbasis warga AtmaGo yaitu situs web dan aplikasi Android gratis yang dapat gunakan untuk melaporkan masalah, berbagi solusi, mencari pekerjaan, dan memposting berita mengenai lingkungan. AtmaGo dibuat dengan ide dan semangat “warga bantu warga” untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik dari bawah. Atmago.com bisa diakses melalui browser ataupun didonlot via playstore.

Dok. Wildan Rais. Launching AtmaGo

Field Director Atma Connect Alfan Kasdar mengatakan bahwa sebagai area yang rentan terhadap bencana banjir dan tanah longsor warga kota Semarang dan kabupaten Semarang terus berbenah dan terbuka dengan membuka inovasi dan inisiatif lokal dalam mengembangkan EWS berbasis masyarakat.

Setelah konsultasi dengan BPBD dan Diskominfo kabupaten Semarang AtmaGo juga menambahkan fitur EWS berbasis masyarakat dan diluncurkan secara terbatas. Hal ini merupakan upaya menuju Semarang Kota yang tangguh terhadap bencana.

Aplikasi AtmaGo ini bisa digunakan warga untuk berbagi informasi mengenai isu lingkungan dan berbagi solusi bagaimana mengatasi permasalahan. Aplikasi ini nggak cuma diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tetapi kita semua yang ingin berkontribusi terhadap lingkungan.


Kita juga bisa berkontribusi, loh. Caranya, download aplikasi AtmaGo di playstore atau melalui browser. Cara menggunakan aplikasi AtmaGo juga cukup mudah, kok.




Dari acara Kemah Ceria yang aku ikuti, ada beberapa hikmah yang bisa dipetik. Mulailah peduli dengan lingkungan di sekitarmu. Jangan buang sampah sembarangan. Hal kecil yang kamu lakukan bisa jadi berdampak besar bagi lingkungan sekitar. 

Yuk, jadi pahlawan lingkungan!

20 komentar:

  1. saya sudah unduh atmago, tapi kok belum bisa dipake yah alias gak keluar2 ... apakah karena signal atau emang masih ada crash?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena signal kang Geri. Ntar dicoba lagi aja

      Hapus
  2. Mba ika kemah sendiri apa berdua? Kl berdua nti desek2an dong. Wehehe piss

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Seru banget mbak vit, sayangnya dirimu udah nggak di Semarang ya. kan bisa ikutan kalo masih di Semarang

      Hapus
  4. Seruuu pengen juga kemah gini, kudu sabar nunggu lahiran n agak gede babynya bisa ditinggal2. Itupun kalo ada yg bisa dititipi hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget mbak. Ntar kalo debay udah gede, diajak kemah aja sekalian..hihi

      Hapus
  5. Duh...mulai mbahas usia deh, mentang2 aku susah turu 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...lha usia ga bisa bohong og, kang

      Hapus
  6. Oh gak jadi bawa sleeping bag ya mba? Etapi kondisi lelah malah langsung tertidur krn di alam, hehehee

    BalasHapus
  7. Seru ya mbak acara kemahnya. Aku udah tahu aplikasi ATMAGO sejak tahun lalu kayaknya dan udah download aplikasinya juga. Terimakasih sharingnya mbak Ika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget Farida. Wah, keren udah donlot AtmaGo. Udah pernah dipake belum?

      Hapus
  8. Wah seru bgt acaranya. Menarik nih aplikasi atmago��

    BalasHapus
  9. Duh elah, aku jadi sadar ternyata udah lama banget ga ngecamp, wqwq.
    Eh yang air sungai ngalir itu emang enak banget loh kalo di minum.
    Aku aja tiap nemu sumber mata air di gunung pasti langsung kusedot, apalagi nemu air ngalir yang jernih bin deras gitu, ah pasti tambah heboh wkwk.

    Btw, aku baru denger banget loh ada aplikasi atma go.
    Ntar dah aku pelajari dulu seluk beluk aplikasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kmu udah sering nge camp kan, Leon. Besok juga bakalan nge camp lagi. Haha, reunian kita yah.
      Iya, air sungainya seger pas langsung diminum. Coba deh donlot aplikasinya, pasti kamu butuh tuh

      Hapus
  10. Asiknya yg baru pulang camping. Mbak Ika,, itu kayaknya kalo aku ikutan mandinya di sungainya itu aku mbak, nggak di kamar mandi. Sambil mandi minum air. Xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...rasanya pengen mandi ya di sungai itu. Sayangnya ga boleh mandi di sungai itu, karena airnya dipake untuk masyarakat sekitar. Kalo nyemplung aja sih, boleh

      Hapus