Sensasi Morning Coffee di Starbucks Paragon Semarang

Hai Guys,

Apa kabar? Sudah ngopi hari ini? 

Tumben-tumbenan ya, aku ngomongin kopi? Klise sih, karna aku pecinta kopi. Yak, pecinta kopi kelas sachetan sih. Haha.
Dari kecil aku sudah minum kopi tubruk. Kopi yang ampasnya hampir separuh gelas sendiri itu, loh. Rasanya? Enak, sih. 

Jadi, tetanggaku di kampung dulu jualan kopi bubuk. Kopinya diambil dari kebunnya sendiri, kemudian diolah dan digiling sendiri. Kopinya dikemas dalam plastik ukuran 1/2 ons (kecil-kecil). Harganya 200 rupiah per bungkus. Tapi kalau beli 500 rupiah dapat 3 bungkus. Murah banget, kan. 

Seiring waktu, kopi buatan tetanggaku kalah dengan kopi-kopi bermerk lain. Beliau tidak pernah menggiling kopi lagi. Karena itulah Ibu jadi sering membeli kopi bermerek seperti kopi  Tjangkir dan Kapal Api (aku minum sampai sekarang). Hampir setiap hari Ibu selalu membuatkan kopi atau teh untuk kami sekeluarga. Tiap pagi dan sore. Makanya sampai sekarang, aku belum bisa meninggalkan kebiasaan itu. Kalo nggak ngopi ya ngeteh tiap pagi dan sore.

Karena itulah aku merasa beruntung banget, hari Sabtu (10/09/2016) lalu diundang untuk menikmati morning coffee di Starbucks Paragon Semarang. Jadi, ceritanya Starbucks sedang relaunching gitu di Paragon. Beberapa waktu yang lalu kan, outletnya sedang di renovasi. Nah, sekarang outletnya tampil dengan desain yang homey dan tetap membawa unsur lokal yang relevan. Dan tentunya kini lebih luas.

Suasana di dalam outlet Starbucks Paragon Semarang
Dengan desain langit-langit outlet yang dibiarkan terbuka dan terlihat tak beraturan, outlet Starbucks jadi terlihat lebih artistik. Di dekat bar, ada ukiran pohon kopi (coffee cherry) dari kayu jati yang dibuat oleh seniman ukir Semarang tertempel. Letak bar berada di tengah outlet dan terbuka. Konsepnya adalah you can see (kayak model baju ya, hihi), jadi pengunjung bisa melihat  para barista yang sedang beraksi meracik minuman yang kita pesan.

U Can See Bar, Starbucks
Setiap pagi ada ritual khusus yang dilakukan oleh barista Starbucks. Apakah itu? Yaps, coffee tasting alias mencicipi kopi. Mbak Aisha dari Starbucks memperagakan bagaimana seharusnya menikmati kopi yang benar. Ya, biar benar-benar kerasa minum kopi gitu.

Ini dia step by step nya :

Smelling
Tujuan dari smelling ini adalah untuk mencari aroma dari kopi yang baru di seduh. Dari sini, kita jadi tahu darimana biji kopi tersebut berasal.

Slurping
Nah, ini nih yang lucu menurutku. Slurping adalah cara menyeruput kopi sampai berbunyi "sluuurrrp" kemudian di akhiri dengan semacam desahan "aaaahh". Setelah itu, sebarkan kopi ke seluruh lidah. Selain untuk mengurangi panas juga untuk mendescribe rasa kopinya. Wah, ternyata ini memang cara menikmati kopi yang asik. Bapakku sering melakukannya. Kalau sedang minum kopi atau teh, pasti bersuara. Sluurrrpp. Aaaah.


Describing
Setelah smelling dan slurping tentu saja yang harus dilakukan adalah describing. Describing adalah mendeskripsikan rasa kopi. Jadi kita bisa tahu seperti apakah rasa kopinya, apakah beraroma earthy, rempah-rempah dan sebagainya.

Pairing 
Pairing adalah cara menikmati kopi pahit bersama dengan kudapan manis. Seperti kemarin, kita menikmati kopi pahit bersama sepotong Espresso Brownie. Caranya adalah makan dulu kuenya, kemudian di dorong dengan kopi. Dengan cara ini, kopi jadi nggak pahit loh. Wah, jadi tahu cara asik lain menikmati black coffee nih.

Espresso Brownie dan Black Coffee (Anniversary Blend)
Asik juga ritual khusus ala Starbucks ini, ya. Kebetulan, kopi untuk coffee tasting  kemarin adalah varian kopi yang baru dirilis pada tanggal 7 September 2016 lalu. Kopi bernama Anniversary Blend ini merupakan perpaduan antara kopi Sumatra dan Papua Nugini. Satu kantong kopi ini bisa didapatkan dengan harga 135 ribu rupiah di outlet Starbucks seluruh Indonesia.

Setelah coffee tasting, ada sesi yang tak kalah menarik. Kita semua diajak untuk melihat cara meracik minuman. Nama minumannya lumayan susah dihafalin. Panjang sih, hehe. Namanya Iced Shaken Green Tea with Aloe Dice and Prickly Pearl* Blah. LOL. Selain minuman ini, masih banyak varian lain yang namanya juga panjang dan unik. Boleh dicoba deh di Starbucks.

Meracik Iced Shaken Green Tea with Aloe Dice and Prickly Pearl
Tiga orang diantara kami ditantang untuk mencoba meracik minuman dalam waktu 30 detik. Mbak Archa, Nuno dan Flo mencoba menjawab tantangan Starbucks. Sayangnya nggak ada yang bisa meracik minuman secepat para barista Starbucks. Tapi beruntung sekali, mereka bertiga mendapatkan masing-masing 1 box Teavana dari Starbucks.

Yeay, Nuno menang
Setelah dua sesi selesai, aku dan teman-teman diperbolehkan untuk melihat-lihat sekeliling outlet. Sekalian hangout sih, mumpung ketemu sama teman-teman blogger. Bahkan aku sempat mengambil foto di beberapa sudut outlet Starbucks yang cukup Instagramable. Cocok lah, dijadikan sebagai tempat hangout yang asik. Bisa ngopi-ngopi cantik sekalian ngeblog juga. Waah, bisa betah nih di sini.

Asik kan
Berbagai macam kudapan yang bisa dipilih
Ngopi cantik? Bisa banget
Starbucks Paragon bisa jadi tempat gaul yang asik nih, buat kalian-kalian yang suka hangout. Mau ngopi, mau ngeteh? Bisa.

Jadi, kapan kalian ajak aku ngopi cantik di Starbucks Paragon?

25 komentar:

  1. Best part nya menurut aku tu pas smelling and slurping nya itu. Wes pokoknya ga tergambarkan endeuuss nya deh.....
    Kopi...... i miss u sooooooo much

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, pas itu baru ngerasain gimana nikmatnya kopi itu. Duuh, jadi pengen ngopi lagi deh

      Hapus
  2. templatenya cakep.Aku jg suka kopi tp g mania..wah enak ya icip2 starbuck..sayang g bs ikutan polkam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Ningrum. Aku juga nggak maniak kopi kok mbak Ningrum :D

      Hapus
  3. Yuuuukkk...rempong lg sambil ngomongin brondong..hush
    Kangen ngupi2 lg nihhh

    BalasHapus
  4. Yuuuukkk...rempong lg sambil ngomongin brondong..hush
    Kangen ngupi2 lg nihhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..mbak Archa, ogah ah :p
      Kapan dong ngopi2 lagi?

      Hapus
  5. wallaupun ini kali pertamaku ke starbak, suasananya nyaman banget. designnya bikin adem. tapi pas di deket pintu itu, aku sampe kademen saking dinginnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..mas Slams bisa kademen juga ternyata ya :p

      Hapus
  6. Pas relaunching kemarin sayang sekali aku gak menemukan kursi anak starbucks yang kece itu. Semoga pas ke sana lagi sudah ada.
    Hai mbak Ika, mampir berkunjung yaa.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya, kok nggak ada. Semoga nanti disediakan oleh Starbucks ya mbak ;)

      Hapus
  7. Aku kalo lagi capek abis ada event off air radio suka mandi pake scrub kopi seduhan sendiri. Hennaaaaak buwanget! rasanya jadi segar dan capek2 pun hilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bisa ya. Dari ampas kopi? Ajarin doong, cara bikinnya :p

      Hapus
  8. Wah..mba ika pecinta kopi ya
    Klw saya suka sama kopi tapi perutnya suka ga kuat, kembung plus mules..he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mbak Icha, tapi pecinta kopi ecek-ecek sih...kalo minum kopi murni malah mules, haha

      Hapus
  9. Aku juga sebener nya suka kopi mbak, tapi kok abis minum kopi sachet jadi mules. Kalo kopi di cafe kok engga yah? Lambung manja hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..ada ya lambung manja gitu? kalo aku malah kopi murni yang nggak bisa masuk. lambung kampung :p

      Hapus
  10. kayaknya seru ya mba acaranya... pasti asik banget tuh bisa keliling starbucks paragon, apalagi bisa lihat meracik kopi sama icip2.. endles poll.. keren mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget Han, kamu kok nggak ikut kemarin?
      Tempatnya asik loh buat hangout sekarang

      Hapus
  11. Eh tapiii... mmm... jadi pingin nyeduh kopi deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen nyeduh sendiri di rumah ya mbak..hehe

      Hapus
  12. Kalau akuuuuh suka nongkrongnya aja disana... Feel like home hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..bikin betah nongkrong ya mbaak :D

      Hapus
  13. wah memang tempatnya nyaman ya, dan camilannya juga enak bikin badan melar nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bun, asal nggak sering-sering, boleh kali ya :D

      Hapus