Hai Gaes,

Petualangan tiga hari dua malam di Lombok, sebenarnya adalah cerita liburan tahun lalu. Sebuah keberuntungan ketika mendapat kabar kalo aku menang lomba. Rasanya seperti tiba-tiba dapat durian runtuh. Yups, aku memenangkan hadiah trip selama 3 hari 2 malam di Lombok. Iseng ikut lomba nulis tentang liburan impian, eh ternyata menang. Padahal aku sendiri udah lupa lombanya. Nasib baik mendatangiku. Kalo bukan karena menang lomba, kapan bisa liburan ke Lombok?

Hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Aku harus berangkat ke Jakarta dengan pesawat paling pagi karena "meeting point" rombongan pemenang liburan impian adalah di gate 7 bandara Soeta. Alhasil, subuh-subuh aku sudah tiba di bandara Ahmad Yani. Pukul 05.55 pesawat take off menuju bandara Soeta, dan landing dengan aman satu jam kemudian. Aku yang nggak ngeh kalo tiketku adalah tiket terusan, malah ngantri buat chek in lagi. Maklum lah, baru kali ini naik pesawat pake transit-transit segala. Haha.

Setelah berputar-putar mencari meeting point, akhirnya ketemu juga dengan rombongan pemenang lain. Ada sekitar duapuluh lima orang yang mendapat hadiah liburan ke Lombok. Mereka semua berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Singkawang, Lampung, Malang, Surabaya, Bogor, Bandung, Palembang, Medan dan Jakarta. Dari semua pemenang yang aku kenal hanya satu orang karena kami berdua sama-sama blogger. Shintaries. 

Sebagian pemenang liburan
Keesokan harinya, kami bergegas menuju Gili Trawangan. Menempuh perjalanan sekitar 1 jam ke Teluk Nare untuk menyeberang ke Gili Meno dan Gili Trawangan. Tak disangka, kami sudah disambut oleh tim My Trip My Adventure di Gili Meno. Ternyata kami harus ikut syuting MTMA bersama Rikas Harsa dan Marshal Sastra.

Setelah syuting di darat (di sepanjang pantai Gili Meno), kami juga harus syuting di dalam air (snorkling). Padahal saya nggak bisa renang dan nggak bisa snorkling, tapi mau nggak mau harus turun ke air. Apa boleh buat, akhirnya saya masuk ke air juga. Ternyata arus di bawah air cukup kencang waktu itu. Karena banyak yang jagain, saya percaya diri aja masuk ke air. Meskipun  berkali-kali harus minum air laut tapi demi syuting, oke lah.

dokpri. Syuting MTMA bersama Rikas Harsa

Matahari semakin terik, kamipun mulai lelah.  Kami dijadwalkan untuk singgah di Gili Trawangan. Sekitar 20 menit dari spot snorkling, akhirnya boat yang kami tumpangi berlabuh ke Gili Trawangan.  Sebenarnya kalo mau, kami bisa juga island hoping ke beberapa pulau di sekitar Gili Trawangan. Tapi, karena kondisi kami yang sudah lelah, kami akhirnya memutuskan untuk beristirahat dan makan siang di Gili Trawangan saja.

Setelah membersihkan badan, kami makan siang di Juku Restaurant dan beristirahat. Sementara yang lain ada yang melanjutkan syuting, ada pula yang berkeliling Gili Trawangan menggunakan Cidomo. Untuk berkeliling Gili Trawangan menggunakan Cidomo, cukup membayar 75 ribu rupiah saja per orang.

dokpri. Gili Trawangan

Menjelang petang kami semua berkumpul dan harus segera menuju Teluk Nare. Perjalanan kami belum selesai. Masih ada beberapa destinasi lain yang harus kami datangi antara lain Sunset point di bukit Malimbu, pusat souvenir dan oleh-oleh serta makan malam di Ocean Blue Restaurant. Perjalanan yang ditempuh cukup lama, karena kami harus menyeberang terlebih dahulu ke Teluk Nare. Ombak yang sore itu cukup tinggi, menyebabkan kami basah karena cipratan ombak. Belum lagi, boat yang kami tumpangi juga berayun cukup kencang. Fiuuh, benar-benar sport jantung dibuatnya.

Begitu merapat di Teluk Nare, kami harus segera naik ke bus yang akan membawa kami ke Sunset Point di Bukit Malimbu. Hujan mengiringi perjalanan kami menuju Bukit Malimbu. Semoga segera reda ketika kami sampai di sana. Sayang dong, sudah sampai di sana tapi nggak bisa lihat sunset?

Sekitar 40 menit kami tiba juga di Sunset Point bukit Malimbu. Hujan sudah cukup reda dan hanya menyisakan rintiknya. Namun rupanya kami terlalu awal tiba di sana. Matahari masih bersinar dengan terang. Butuh sedikit waktu lagi untuk menyaksikan sang surya benar-benar kembali ke peraduannya. Rombongan kami pun berpencar, mengambil posisi sendiri-sendiri untuk mengambil foto. Berkali-kali saya mengucap syukur kepada Allah, karena atas izinNya saya bisa menginjakkan kaki di tempat seindah ini melalui Insto.


Saya kembali mengucap syukur karena saya bisa mendapatkan kesempatan ini. Kalau bukan karena memenangkan lomba Insto Let's Go to Lombok ini, belum tentu saya bisa pergi berlibur ke Lombok. Saya jadi ingat resolusi tahun lalu, bahwa saya ingin bisa traveling karena tulisan saya dan Allah mengabulkannya. Terima kasih ya Allah. Terima kasih Insto telah memberi kesempatan pada saya untuk mewujudkan liburan impian. Semoga akan ada liburan impian-liburan impian berikutnya.




Hai gaes,

Akhirnya keturutan juga nyicipin pallubasa serigala di tempat aslinya yaitu Makassar. Salah satu wishlistku ketika mengunjungi kota Makassar adalah kulineran makanan khas kota ini. Coto, pallubasa, sop konro, es pisang ijo sudah kumasukkan dalam list kuliner yang harus aku cobain. 

Kalo sedang ada kerjaan ke luar pulau dan lokasinya menarik, biasanya aku akan extend satu atau dua hari. Seperti hal nya ketika ada kerjaan di Makassar, aku nggak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mengeksplor wisata dan kulinernya. Sayangnya, aku tak sempat ke destinasi wisata yang aku mau, yaitu ramang-ramang karena nggak ada yang nemenin, haha (dasar tukang jalan tapi penakut). 

Akhirnya aku cuma bisa mengobati kekecewaanku dengan berwisata kuliner saja di Makassar. Baiklah, semoga next job ada kota Makassar lagi, jadi keinginan untuk eksplor wisata di Makassar bisa terwujud. 

Yang terbayang-bayang di kepalaku adalah Pallubasa. Jadi, Pallubasa ini adalah salah satu makanan tradisional khas Makassar. Meskipun gempuran makanan modern cukup banyak, makanan tradisional tetap punya tempat di hati. Konon, dulu makanan ini diperuntukkan untuk kelas pekerja, karena bahan-bahannya yang terbilang murah. Tapi sekarang, Pallubasa termasuk dalam 10 ikon wisata kuliner di Makassar.

Pagi itu aku sengaja hanya sarapan buah di hotel karena rencananya aku dan rekan kerjaku akan sarapan pagi ke pallubasa serigala. Sekitar jam 9, aku dijemput di lobi hotel dan langsung menuju pallubasa serigala yang hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari hotel tempatku menginap. Kami hanya berdua saja, karena rekan lain sedang bersiap packing karena sore ini kami harus pulang. 



Bersyukur ketika sampai di pallubasa serigala, kondisinya sedang tidak ramai. Hanya beberapa orang saja yang terlihat sedang menikmati pallubasa. Kami segera memesan 2 porsi pallubasa. Oleh pegawainya kami ditawari untuk pakai telur atau tidak. Temanku pesan pakai telur, sdedangkan aku enggak. Ternyata pallubasa ini bisa dimakan bersama nasi atau ketupat. Aku hanya pesan pallubasa  daging saja tanpa nasi, karena saat itu aku sedang tidak makan nasi. 


Sekilas sih Pallubasa ini mirip dengan Coto Makassar. Bedanya, kuah Pallubasa lebih kental, dan menggunakan taburan kelapa parut sangrai sebagai pelengkap. Kelapa parut sangrai ini membuat aroma Pallubasa jadi khas dan lebih gurih. Pallubasa juga biasa disajikan dengan kuning telur mentah. Kuning telur ini akan matang dengan sendirinya ketika dimasukkan dan diaduk ke dalam kuah Pallubasa yang panas.

Aroma yang ditimbulkan oleh kelapa parut sangrai yang legit membuat nafsu makan meningkat. Si kelapa parut sangrai ini juga membuat tekstur kuahnya jadi unik. Kalau Coto Makassar umum disantap dengan ketupat, Pallubasa lebih nikmat jika disantap dengan nasi. Potongan dagingnya juga empuk, mungkin dikarenakan proses merebus daging yang cukup lama. 

So far, aku suka banget sama pallubasa serigala ini. Baru nyobain sekali udah bikin jatuh cinta berkali-kali. Fix, pallubasa ini bakal aku datengin lagi nanti ketika aku ke Makassar lagi. 

dokpri. Geng doyan kulineran. Mata ngantuk pun tetep mau makan

Hai..hai..hai

Mencicipi soto banjar paling terkenal di Banjarmasin. Salah satu kebiasaanku ketika mengunjungi sebuah daerah yang belum pernah aku datangi sebelumnya adalah mencicipi kulinernya. Kalo masih banyak waktu, biasanya aku juga menyempatkan untuk mendatangi destinasi wisata yang ada di daerah tersebut.

Sebenarnya aku ke Banjarmasin sudah beberapa bulan lalu, ketika harus mengikuti roadshow women community bersama perusahaan farmasi yang cukup besar di Indonesia. Nah, untuk mengenang perjalanan yang menyenangkan itu, sekaligus menghilangkan kejenuhan saat harus stay at home, mendingan aku tuliskan saja di blog ini. Biar nanti kalo kangen, aku bisa baca-baca lagi postingan ini.

Negara kita punya beragam kuliner yang memiliki cita rasa khas dan menggugah selera. Sebutlah pempek dari Palembang, rendang dari Padang, ayam Taliwang dari Lombok dan banyak lagi yang lainnya. Dari sekian banyak jenis kuliner khas nusantara, soto adalah makanan yang paling banyak memiliki variasi dan digemari banyak orang. Mulai dari soto Kudus, soto Semarang, soto Lamongan, soto Padang, soto Betawi hingga soto Banjar.

Pada saat ada kerjaan di Banjarmasin, aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi kuliner khas Banjarmasin. Apalagi kalo bukan soto Banjar. Soto Banjar paling terkenal di Banjarmasin adalah soto Banjar bang Amat, sayangnya waktu aku dan teman-teman kesana, warungnya tutup, jadi kami memutuskan untuk ke warung soto lain yang tak kalah lezatnya dari soto Bang Amat.

Sesuati rekomendasi babang taksol, kami akhirnya makan soto di sebuah rumah makan bergaya khas Banjar. Selain menyajikan menu soto, rumah makan ini juga menyejikan menu khas Banjar lainnya seprti lontong haruan. Tapi aku sudah kadung membulatkan tekad mencicipi soto Banjar, jadi aku pesan seporsi soto Banjar.

Seporsi soto Banjar yang menggugah selera

Perbedaan Soto Banjar dan soto daerah lain terletak dari rasanya. Soto Banjar memiliki rasa yang gurih dan segar. Kuahnya sedikit bening dengan bumbu rempah khas Banjar yang menjadi ciri khasnya. Lauk yang disajikan bersama dengan Soto Banjar juga berbeda. Soto Banjar disajikan dengan suwiran ayam yang cukup besar, potongan telur itik, perkedel kentang, bawang goreng, dan perasan jeruk nipis. Kalo aku sih plus sambal yang banyak, supaya makin mantap rasanya. Maklum lah, aku penyuka makanan pedas. Kuah soto yang panas ditambah pedasnya sambal makin menambah nikmatnya soto Banjar ini.

Selain soto Banjar ada juga lontong haruan

Seperti yang aku tulis tadi, selain soto Banjar, rumah makan ini juga menyediakan menu lain seperti lontong haruan. Lontong haruan ini mirip dengan lontong sayur, hanya saja ditambah lauk ikan haruan (ikan gabus) yang dimasak dengan bumbu habang khas Banjar. Sayangnya, perutku udah nggak sanggup untuk seporsi lontong haruan karena seporsi soto Banjar saja sudah tak sanggup kutampung di perutku. 

Untuk seporsi soto Banjar dihargai Rp 28 ribu, sedangkan setengah porsi Rp 18 ribu. Bedanya hanya terletak dari jumlah lontongnya aja. Dengan harga yang terjangkau bisa makan seporsi soto yang bagiku cukup besar dan rasa yang enak, worth it lah. 

Nanti kalo ada kesempatan ke Banjarmasin lagi, pasti bakalan kulineran di sini lagi. Next post, ceritaku subuh-subuh naik kapal ke pasar apung ya. 
Hai gaes,

Papua. Salah satu pulau terbesar yang terletak di ujung timur Indonesia. Aku belum pernah kesana, tetapi sering mendengar dan membaca cerita tentang keindahan alam di sana. Aku penasaran, tiap kali mendengar cerita tentang Papua. Konon disana keindahan alamnya masih perawan, belum banyak yang mengeksplor. 

Beberapa kali aku beruntung mendapatkan kesempatan traveling ke beberapa pulau dan kota di Indonesia. Tahun lalu, untuk pertama kalinya aku bisa menjejakkan kaki di bumi borneo yaitu di Balikpapan, Tarakan dan Banjarmasin. Lalu, aku juga berkesempatan mengunjungi bumi Sulawesi, tepatnya di kota Makassar. Kemudian bumi Sumatera, aku berkunjung ke kota Palembang. Di saat itu aku juga berkesempatan mengunjungi beberapa destinasi wisata. Yaah, meski belum semuanya tapi aku bahagia, setidaknya sepanjang umurku aku pernah menjejakkan kaki di bumi Indonesia lainnya. 

Meski begitu, aku masih punya keinginan untuk menjelajah bagian Indonesia lainnya seperti Aceh dan Papua. Terlepas dari konflik yang sedang terjadi di Papua, aku masih bermimpi untuk bisa mengunjungi Papua. Jiwa petualanganku seolah terusik ketika mendengar kata Papua. Inginku kembali menguji kekuatan kakiku untuk menjelajahi bumi Papua. 

Jika aku diberi kesempatan untuk menjelajahi Papua, aku ingin ke beberapa tempat seperti berikut ini :

Lembah Baliem 

pict source. ketahui.com

Lembah Baliem merupakan lembah yang berada di Pegunungan Jayawijaya. Suhu rata-rata di sana mencapai 10-15 derajat Celcius pada malam hari. Maklum saja, meskipun namanya lembah, tetapi wisata alam di Papua ini berada di ketinggian 1600 mdpl dan dikelilingi pegunungan. Jadi, kebayang dong betapa sejuknya suasana di sana, kan?

Lembah Baliem ini juga dikenal sebagai Grand Baliem Valley. Tempat ini merupakan tempat tinggal suku Dani. Mereka tinggal di Desa Wosilimo, yang berjarak sekitar 27 km dari Wamena. Tak hanya menyajikan panorama alam yang indah, kita juga bisa menikmati kegiatan tradisi yang disebut  sebagai Festival Lembah Baliem. Ferstival ini awalnya merupakan acara perang antar suku yang ada di sana, diantaranya suku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan yang telah berlangsung turun temurun. 

Kayaknya asik juga kalo bisa melihat secara langsung bagaimana Festival Lembah Baliem berlangsung. Festival Lembah Baliem ini biasanya digelar tiap bulan Agustus. Waah, bisa nih direncanakan untuk traveling ke Papua. 

Raja Ampat 

pict source. indonesiakaya.com

Bisa dibilang, Papua itu identik dengan Raja Ampat. Di sinilah sepotong surga Papua itu berada. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari gugusan pulau yang jumlahnya ratusan, dan diantaranya ada 4 pulau besar aitu pulau Waigeo, Misool, Batanta, dan Salawati. Salah satu tujuan wisata yang menjadi favorit wisatawan adalah pulau Misool, karena keindahan pantai pasir putihnya. 

Selain memiliki kekayaan alam bawah laut, Raja Ampat juga memiliki kekayaan lain yang tak kalah menarik. Pulau-pulau yang membentuk deretan tebing tinggi pun banyak terdapat di Raja Ampat. Bahkan, beberapa tempat seperti Piaynemo, Teluk Kabui, dan Wayag telah terkenal hingga ke seluruh dunia lebih dulu sebelum dikenal di dalam negeri. 

Raja Ampat kini sudah menjadi salah satu tujuan wisata terkenal di dunia. Namun, karena akses yang terbatas, untuk menuju Raja Ampat memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, kini kita tak perlu khawatir karena Raja Ampat sudah berbenah diri dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk semua kalangan. Beberapa penginapan berbentuk resort mulai dari yang berharga mahal hingga motel kecil nan murah kini mudah kita jumpai di sana. Sebagai wisatawan, kita hanya perlu lebih bijak untuk menjaga kepulauan indah ini agar selalu terjaga supaya keindahannya dapat terus dinikmati hingga generasi-generasi berikutnya.


Danau Sentani

pict source. merahputih.com

Danau terluas di Papua ini terletak di lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclop. Danau ini menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa jumlahnya. Saat kita island-hopping ke beberapa pulau-pulau kecil di danau ini, kita akan menemukan berbagai macam fauna darat maupun laut yang unik. Selain itu kita juga akan dimanjakan oleh panorama alam yang sangat indah. Kita juga dapat menyaksikan secara langsung berbagai pohon, diantaranya pohon matoa, pohon pinang, hingga pohon kayu putih.

Taman Nasional Lorentz

pict.source. bobogrid.id

Wisata alam Papua memang tak berhenti membuatku berdecak kagum. Baru mendengar nama dan melihat gambarnya saja, aku sudah tak sabar untuk menjelajahi Taman Nasional Lorentz yang membentang di empat wilayah yaitu Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Fak-Fak.  Taman nasional dengan luas 2,4 juta hektar ini tetapkan sebagai taman nasional terbesar di Asia Tenggara. 

Destinasi wisata Indonesia ini bahkan masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO, loh. Taman Nasional Lorentz merupakan satu di antara tiga wilayah di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Dijamin pemandangan alam dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Lorentz akan membuat kita terpesona. Aku ingin melihat dari dekat konservasi hutan Papua yang termasuk sebagai paru-paru dunia ini. 

Salah satu organisasi nirlaba yang concern terhadap kondisi hutan di Indonesia adalah Econusa. Yayasan EcoNusa menjembatani komunikasi antara pemangku kepentingan di wilayah timur Indonesia (Tanah Papua dan Maluku). Membaca visi misinya untuk terus menjaga kelestarian hutan di Indonesia, aku juga ingin turut terlibat di dalamnya. Terus menanam dan menjaga kelestarian lingkungan  bisa terus kita lakukan demi masa depan anak cucu kita, demi bumi kita tercinta. 

Papua memang mampu menyihir kita semua untuk memujanya. Beberapa destinasi yang kupilih merupakan tempat yang benar-benar ingin aku eksplor. Alasannya adalah karena aku suka bertualang di alam bebas. Aku ingin merasakan bagaimana bertualang menyusuri hutan Papua dan pantai-pantainya. Tuhan, ijinkan aku menyapa Papua dan menyentuhnya. 
Hai gaes,



Sekarang ini, listrik dapat dihasilkan dengan berbagai cara. Hanya saja, untuk mengolah energi menjadi sebuah listrik ini sendiri membutuhkan bantuan dari mesin sehingga nantinya listrik pun dapat tersedia dan dipakai untuk segala jenis aktivitas harian yang bermanfaat. Listrik pun juga menjadi salah satu hal utama yang wajib ada kapan saja dan dimana saja.

Maka dari itu, setiap hari suplai listrik ini harus selalu terpenuhi dan tak boleh berhenti begitu saja. Bagi tempat usaha seperti perkantoran atau gedung usaha, pasti juga membutuhkan konsumsi listrik dalam daya yang sangat besar. Hanya saja, mereka pun tak bisa terus bergantung pada listrik yang disuplai dari PLN saja karena sewaktu-waktu listrik dapat padam.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka kita pun dapat menggunakan panel surya sebagai solusi yang paling tepat. Panel surya ini sendiri adalah sebuah alat yang dipasang pada suatu bangunan atau gedung. Fungsinya adalah menangkap energi panas dari matahari untuk kemudian disimpan dan energi panas tersebut akan diubah menjadi tenaga listrik.

Dengan hadirnya panel surya ini, maka jika dalam satu waktu terjadi pemadaman listrik atau listrik mengalami kerusakan, maka kita pun hanya tinggal perlu menggunakan energi yang tersimpan di panel surya ini sebagai penyuplai listrik cadangan. Tentu hal ini akan sangat memudahkan kita apalagi bagi perusahaan besar.

Jika kita tertarik untuk memasang benda yang satu ini, maka salah satu penyedia panel surya terbaik dan berkualitas bisa kita dapatkan di https://sewatama.com/id/. Yap, disini kita akan mendapatkan panel surya untuk kemudia dipasang di bangunan yang kita miliki. Kualitas dan originalitas panel surya pun juga sudah terjamin disini.

Selain menjadi penyedia panel surya berkualitas, Sewatama juga melayani pemasangan panel surya tersebut dan akan memberi kita pelatihan untuk menggunakannya. Sehingga, sudah jelas jika pelayanan yang kita dapatkan pun sudah sangat lengkap. Apalagi, ditambah dengan harga penawaran yang paling murah di Indonesia. Jadi kita pun tidak akan kecewa dengan hasilnya.

sumber : asianet.id

Selama dua dekade menjamuri belantika musik Indonesia, kini nama Didi Kempot semakin hits dikalangan anak milenial. Merintis karir sejak tahun 1999, pemilik nama asli Dionisius Prasetyo ini konsisten melestarikan budaya Indonesia lewat lagu-lagu campursarinya. 

Sebagai seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu campursari, Didi Kempot terbilang sangat konsisten menggandrungi genre musik campursari. Dari ratusan lagu yang diciptakan oleh Didi Kempot, tak terhitung berapa lagu hits yang berhasil memiliki tempat di hati para penggemarnya. 

Karir yang digelutinya selama dua dekade dan sukses membuat ambyar para penggemar akhirnya berbuah manis, namun rupanya karir seorang Didi Kempot tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak cerita memilukan yang dialami oleh Didi Kempot hingga akhirnya seniman itu sampai ke titik seperti sekarang ini. 

Didi Kempot, mengatakan “Awalnya saya memulai karir di dunia seni ini dari ngamen di trotoar. Dulu saya ngamen di Jogja sama di Solo. Sampai akhirnya saya dan teman-teman ngamen saya berangkat ke Ibu Kota Jakarta,” jelasnya.

Nama Kempot, ternyata berasal dari tempat ngamen yang mereka jalani dengan beberapa temannya. Pria yang memiliki julukan “The Godfather of Broken Heart” tersebut mengungkapkan bahwa kata Kempot singkatan dari “Kelompok Pengamen Trotoar”. 

“Kami biasanya ngamen di sekitaran trotoar-trotoar jalanan dan bundaran Slipi. Nah, dari situlah nama Kempot muncul,” ungkap pria asal Solo itu.

Meskipun berasal dari trotoar jalanan dan sekarang menjadi idola baru generasi milenial, Didi Kempot tidak akan pernah lupa darimana ia berasal dan tetap rendah hati dengan semua kesederhanaan yang ia punya. 

sumber : ayosemarang.com

Sebagai sosok musisi besar yang memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan, Didi selalu ingat pesan dari mendiang Mamiek Prakoso, sang kakak, agar tetap rendah hati dan juga terus konsisten dengan apa yang dijalaninya. 

“Alhamdulilah, karena pesan itu, hingga sekarang ini saya masih didukung oleh Sobat Ambyar, sampai bisa berdiri untuk menghibur mereka semua,” ucapnya. 

Berkat konsistennya Itu, Direktur Shopee Indonesia, yaitu Handhika Jahja, mengatakan alasanya memilih sosok Ikon generasi milenial seperti Didi sebagai brand ambassador-nya karena dinilai mempunyai visi dan misi yang sama dalam melestarikan budaya lokal.

“Konsistensi yang dimiliki Mas Didi untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, kami nilai mempunyai kesamaan dengan visi misi yang kami terapkan untuk keberagaman di tanah air,” terangnya.

Shopee pun resmi mengangkat Didi Kempot sebagai brand ambassador terbarunya sejak bulan Desember 2019 lalu. Setelah Didi Kempot menjadi bagian keluarga besar Shopee, ia akan turut memeriahkan kampanye Shopee tahun 2020. Seperti biasa, Shopee akan memberikan penawaran menarik dan promo spesial untuk para pengguna setia Ecommerce terbesar di Indonesia itu.

Sebagai sobat ambyar, aku pun lagi menanti konsernya Didik Kempot diadakan di Semarang, nih. Kan mayan, bisa ikutan nyanyi lagu-lagu ambyarnya. Siapa tahu bisa dikendangi juga sama mas Dory Harsa juga, hihi. Oh iya, buat kamu para sobat ambyar yang mau dolan dan jajan di Semarang, jangan lupa juga kulineran. Kalian bisa nyicipin kuliner gulai kepala ikan Pak Untung juga, loh. 

Ditunggu ya kedatangan kalian.


pict source. watyutink

Beberapa tahun lalu seorang teman yang tinggal di Papua mengirimkan sebuah foto destinasi wisata paling indah yang ada di sana. Pasti kalian sudah bisa menebaknya. Yups, Raja Ampat. Jiwa kelayapanku langsung meronta begitu melihat fotonya. Jadi pengen kesana, dong. Sayangnya untuk sampai kesana aku harus menyiapkan dana dan waktu yang tidak sedikit *lalu giliran jiwa misqueenku yang meronta. Pak menteri, tolong turunin harga tiket pesawat doong. 

Selain punya destinasi wisata, Papua juga dikenal sebagai pulau penghasil mineral yang kaya. Kalian tahu Freeport kan? Sudah 50 tahun lebih, salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia itu beroperasi di sana, tepatnya di kabupaten Mimika. 

Terlepas dari semua pro kontra yang menyertainya, aku nggak mau bahas bagian itu. Aku mau bahas hal-hal positifnya aja, bagaimana Freeport berkontribusi terhadap pemerintah dan masyarakat Papua. 

Apa aja sih kontribusi Freeport Indonesia buat masyarakat Papua? 

Pembangunan Infrastruktur

pict source. website offiial PTFI

PT Freeport Indonesia telah melakukan pengembangan infrastruktur dasar di Kabupaten Mimika. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa memberikan dampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal. 

Berbagai sarana dan prasarana yang dibangun antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sarana umum yang bertujuan mendukung akses pelayanan dasar yang layak bagi masyarakat Papua. Selain itu juga untuk mempercepat proses penyerapan manfaat kegiatan pengembangan masyarakat, serta untuk mendukung keberlanjutan dari manfaat program tersebut bagi masyarakat lokal. 

Tak hanya di dataran tinggi, pembangunan infrastruktur tersebut juga dilakukan di dataran rendah. 

Pembangunan Ekonomi

pict source. instagram PTFI

PT Freeport Indonesia bekerjasama dengan LPMAK terus memacu pertumbuhan ekonomi agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dalam pembangunan ini, PTFI dan LPMAK memberikan perhatian pada program perikanan, peternakan, pertanian, serta ketahanan pangan. Selain itu PT Freeport Indonesia juga memberi dukungan terhadap sistem ekonomi dan program ekonomi altenatif, dan melakukan kerjasama dengan pihak lain.

Tujuan pembangunan ekonomi bagi masyarakat lokal adalah agar masyarakat mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh lingkungan mereka tanpa meninggalkan kearifan lokal. Berikut beberapa program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PT Freeport Indonesia :

  • Program Perikanan
    Pada tahun 2009, PT Freeport Indonesia mulai melaksanakan program perikanan tangkap dengan melibatkan LPMAK dan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) dari Keuskupan Timika. PT Freeport Indonesia juga memberikan pendampingan dan dukungan transportasi dan sumber daya manusia melalui tim Program Pendampingan dan Pengembangan Masyarakat Lima Desa (P3MD).
  • Program Peternakan
    Program peternakan diawali dengan warga masyarakat yang dengan sukarela pindah dari tempat tinggal mereka di dataran tinggi ke dataran rendah. Program peternakan dilaksanakan di dua desa yaitu desa Wangirja dan desa Utikini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketrampilan beternak bagi masyarakat di dua desa tersebut.
  • Program Pertanian dan Ketahanan Pangan
    Program ini bertujuan melakukan pendampingan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada msyarakat untuk membudidayakan tanaman komersial dengan memanfaatkan lahan yang mereka punya.
    Untuk mencapai ketahanan pangan, dilakukan pengembangan kebun sagu di kampung Nayaro berbasis kearifan lokal.
    Program pertanian dataran rendah dikembangkan program pemanfaatan lahan pekarangan, dengan cara menanam berbagai jenis tanaman holtikultura seperti sayur, buah hingga ketela.
    Program Wanatani dan Holtikultura, diberikan kepada warga yang tinggal di dataran tinggi Amungme yang fokusnya kepada budidaya kopi Amungme, tanaman holtikultura dan tanaman pangan. 

Program Pembinaan UMKM


pict source. instagram PTFI
Program pembinaan UMKM ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumberdaya alam di sekitar mereka dengan cara mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki masyarakat dan disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat setempat.

PT Freeport Indonesia bersama LPMAK terus melakukan pendampingan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang mereka miliki untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Pembinaan usaha mikro kecil dan menengah hingga pemberian dana bergulir juga dilakukan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat lokal dan pendampingan kepada pengusaha yang berpotensi.

Program Kesehatan

pict source. ptfi.co.id
PT Freeport Indonesia membangun Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) yang didirikan dengan menggunakan Dana Kemitraan PTFI. RSMM ini dioperasikan oleh Yayasan CaritasTimika Papua (YCTP), sedangkan RSWB dioperasikan oleh International SOS. Keberadaan dua rumah sakit ini untuk melayani kesehatan masyarakat yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi.

RSMM ini merupakan rumah sakit tipe C yang menyediakan pelayanan bedah, penyakit dalam, kebidanan, dan anak serta kunjungan reguler spesialis mata. RSMM juga dilengkapi dengan peralatan penunjang medis yang canggih untuk mendukung pelayanannya kepada masyarakat lokal.

Selain menyediakan fasilitas kesehatan, PTFI dan LPMAK juga secara aktif meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk selalu mempraktekkan pola hidup bersih dan sehat.

Program kesehatan yang dilakukan oleh CPHMC dan LPMAK berfokus pada Kesehatan Ibu dan Anak, Pengendalian Malaria, Pengendalian HIV & AIDS, Pengendalian TB, dan Air bersih dan Sanitasi.

Aaah, ternyata banyak banget yang sudah dilakukan oleh PT Freeport Indonesia untuk masyarakat Papua ya. Aku belum menuliskannya semua, loh. Aku yakin, kontribusi yang diberikan oleh PT Freeport Indonesia memberi manfaat bagi masyarakat Papua sehingga banyak warga Papua yang tersenyum bahagia.

Semoga suatu saat nanti aku bisa ke Papua, supaya bisa melihat secara langsung kontribusi Freeport Indonesia kepada masyarakat Papua.

sumber referensi :
- website official PTFI