Haii...gaes, 

Udah jalan kemana aja hari ini? Aku dong, belum jalan-jalan lagi. LOL.

Makanya aku keluarin stok cerita lama, nih. Sebenarnya belum lama-lama amat sih, baru 7 bulan yang lalu jalan-jalannya *idih, kagak ada yang lebih lama buk. 

Posong. Kalian pernah dengar nama destinasi wisata ini, kan? Yups. Posong berlokasi di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Waktu itu aku kesana rame-rame sih. Kebetulan aku dan empat orang temanku ada kerjaan di kota Temanggung, jadi disempetin deh buat jalan-jalan sekalian. 

Tujuan utama jalan-jalan kami waktu itu memang Posong. Gegara aku googling, ada apa aja di kota Temanggung dan nemu destinasi wisata baru bernama Posong *baru buatku, sih. LOL. 

Pagi-pagi buta, aku dan teman-temanku berangkat berboncengan menuju Posong. Jaraknya cukup jauh dari tempat kami menginap, ke arah Kabupaten Wonosobo. Menurut temanku sih sekitar satu jam. Angin dingin yang menusuk hingga tulang tak menghentikan semangat kami berenam. Kondisi jalan yang gelap karena kabut turun dan berliku membuat kami harus waspada. Apalagi lawan perjalanan kami adalah truk-truk pasir dan bus malam. Jadi harus hati-hati banget, gaes.

Setelah beberapa kali memastikan kalo gapura menuju Posong sudah dekat kami memperlambat laju kendaraan. Sempat salah masuk gapura, karena bentuk gapura yang mirip satu sama lain dan tulisan Posong yang kecil.

Kurang lebih pukul 5 pagi, kami masuk jalan menuju Posong.  Setelah membayar tiket Rp 4.000 (sekarang Rp 7.000) per orang, kami masih harus naik sekitar 3,5 km dari loket pembayaran ke lokasi. Untuk menuju puncak kami harus melalui jalanan berbatu yang cukup menanjak dan terjal. Benar-benar harus ekstra hati-hati kalo nggak mau tergelincir. Kabut juga turun, jadi jarak pandang juga terbatas.

Semburat merah mulai terlihat di ufuk timur. Duh, jangan-jangan kami nggak bakal kebagian melihat matahari terbit nih. Mau ngebut jelas nggak bisa. Berharap waktu bisa berhenti sejenak hingga aku dan teman-temanku sampai di puncak.*yakali kayak film bisa di pause. LOL

Setengah jam kemudian, akhirnya kami tiba di puncak. Matahari masih mengintip malu. Rupanya cuaca mendung jadi sinar matahari tertutup awan.

Mataharinya masih malu-malu
Di puncak ternyata kami tidak sendiri. Sudah ada beberapa orang yang sengaja datang subuh-subuh demi menyaksikan matahari terbit dari puncak Posong. Nggak heran kalau Posong juga disebut-sebut sebagai destinasi wisata "sunrise". Sayangnya saat itu cuaca kurang mendukung, awan-awan menyembunyikan semburat sinar matahari. Meski begitu, aku puas bisa sampai puncak Posong dan melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana indahnya pemandangan yang terlihat dari atas.

Gunung Sumbing di depan mata
Tepat di depanku berdiri gunung Sumbing yang gagah, sedangkan dibelakangku gunung Sindoro yang tak kalah kokoh. Posong terletak di kaki Gunung Sindoro. Sementara di kejauhan nampak enam puncak gunung lainnya yaitu Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran dan Gunung Muria. Masya Allah, indahnya.

Aku dan teman-temanku tak henti berdecak kagum  melihat pemandangan yang disuguhkan alam didepan mata. Sebanding dengan perjuanganku dan teman-teman menembus dingin dan kabut untuk menuju ke Posong ini.

Gunung Sindoro di belakangku, gaes
Kalian juga musti kesana , gaes. Ada lima alasan mengapa kalian harus datang ke Posong.
  1. Dari puncak Posong, kalian bisa melihat tujuh gunung sekaligus gaes, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran dan Gunung Muria.
  2. Posong merupakan destinasi wisata "sunrise" matahari terbit. Kalian  bisa menyaksikan bagaimana matahari terbit di ufuk timur. 
  3. Bisa melihat lautan awan di siang hari dan melihat pemandangan kota Temanggung dari atas.
  4. Saat malam hari, kalian bisa melihat milkyway dimana bintang-bintang dari  galaksi Bimasakti terlihat begitu jelas di atas langit Posong.
  5. Memiliki fasilitas untuk para pecinta alam, seperti outbond, turun tebing, camping dan sebagainya.
Posong kini telah berbenah dan menjadi destinasi wisata alam favorit para penggemar piknik. Apalagi sekarang sudah tersedia berbagai fasilitas seperti mushola, toilet, warung makan, dan fasilitas untuk outbond dan camping. Selain itu juga terdapat gazebo-gazebo yang bisa dijadikan sebagai tempat beristirahat para pengunjung.

Jadi kalian bisa leyeh-leyeh sembari menikmati semilir angin pegunungan, gaes.

Belum puas menikmati pemandangan yang ada di sekitar Posong? Kalian bisa melihat aktivitas para petani yang memiliki lahan di sekitar Posong. Ada petani tembakau, kopi dan sayur yang ada di sana. Tapi ingat, tetap bersikap santun ya. Jangan rusak sedikitpun tanaman yang ada di sana.

Yang pasti, Posong akan memberikan kesan dan pengalaman yang tak terlupakan.

Posong, aku akan kembaliiii....


Hai gaes, apa kabar?

Beberapa hari lalu, aku dan teman-teman datang ke GiggleBox Kampung Kali. GiggleBox Kampung Kali ini adalah outlet ke tiga yang ada di Semarang. Dua outlet lainnya ada di jalan Diponegoro dan di Ngesrep. Rupanya GiggleBox tahu banget kalo anak-anak muda yang tinggal di Semarang bawah juga butuh tempat nongkrong yang kekinian, maka dibukalah outlet ketiga di daerah Kampung Kali.

GiggleBox pertama kali buka di jalan Progo 33 A Bandung, dan merambah ke berbagai daerah di Indonesia, salah satunya kota Semarang. GiggleBox ini berkonsep Cafe dan Resto, jadi cocok banget buat kita-kita yang suka nongkrong. Sebenarnya bukan cuma buat anak muda aja sih, karena pengunjung GiggleBox ini dari berbagai kalangan usia. Tapi kebanyakan pengunjungnya adalah anak-anak muda yang ingin bisa nongkrong asik bareng geng-nya.


Dengan tagline "Happily Ever After" nampaknya GiggleBox menginginkan pengunjung merasa bahagia ketika berada di GiggleBox. Ya, kayak dongeng putri-putri di kerajaan itu tuh, yang menemukan cinta sejatinya pada pangeran dari sebuah kerajaan. Mungkin seperti itu kali ya, harapannya GiggleBox. Para pengunjung bisa menemukan cinta sejatinya pada menu-menu di GiggleBox *analogi yang masuk akal, kan. LOL

Seperti halnya outlet-outlet yang lain, desain interior GiggleBox bergaya Eropa dan Amerika. Makanya begitu masuk ke dalam GiggleBox, langsung terlihat betapa cozy suasana di dalamnya. Makanan dan minuman yang disajikan di GiggleBox juga sebagian besar ala Amerika dan Eropa.

Kita bisa menemukan menu-menu seperti Chicken Maryland, Original Fish and Chips, Beef Rancher dan sebagainya. Beberapa menu baru akan segera diluncurkan di GiggleBox Kampung Kali dan juga outlet lain. Salah satunya adalah Spagheti Pasto Cream Cheese yang unik karena disajikan dengan saus dari daun basil dan taburan kacang mede cincang. Rasanya? Hmm...yummy.

dokpri : Spagheti Pasto Cream Cheese
dokpri : Original Fish and Chips
dokpri : Beef Rancher
Kebetulan kemarin aku mencicipi Beef Rancher, yaitu potongan daging sapi berbalut tepung yang digoreng hingga crispy dan french fries dengan saus spesial. Makan seporsi Beef Rancher ini sungguh mengenyangkan, gaes. Kalian yang suka makan dengan porsi besar kayak gini, cocok banget deh makan di GiggleBox. Kata mas Ebi, kita bisa dapat makanan porsi besar dengan harga yang sangat terjangkau.
Ada pajak dan service nya? Ya ada lah, besarannya sekitar 15% aja. Meski begitu, kantong kalian nggak bakalan jebol kok.

Eh selain menu makanan berat, ada lagi andalan dari GiggleBox loh yaitu beberapa jenis pastry yang rasanya nggak kalah enak. Pastry ini bisa menemani kalian minum kopi atau ngeteh saat pagi atau sore hari. Aku aja nyicipin beberapa da..aan aku ketagiha...aan. Oke fix, kita para emak udah janjian buat ngopi cantik bareng sambil makan pastry di sini.

dokpri : Butter Croisant
dokpri : Cinnamon Roll nya juarak
dokpri : Apple Turnover
dokpri : Mini Sultana Croissant
dokpri : Choco Butter Croissant
Ada juga menu terbaru kreasi Chef Indra dan baru pertama kali ditunjukkan, yaitu Chicken Wing Mozarella dan Beef Medallion Mozarella. Sayangnya kemarin nggak sempat mengambil gambar Beef Medallion-nya. Kebayang nggak sih, gimana rasanya makan sayap ayam goreng yang berbalut keju mozarella?

dokpri : Liat tuh keju mozarellanya
Selain menu makanan, GiggleBox juga memiliki menu minuman yang juga bakalan bikin kamu tertarik. Mas Firdan, Barista GiggleBox memperlihatkan bagaimana caranya membuat 3D Art Coffe Latte. Nah, kali ini mas Firdan membentuknya jadi mirip kucing, loh. Huhuuu...jadi nggak tega mau nyeruput latte nya. Kapan-kapan aku juga mau ah, reques gambar yang lain di coffe latte ku.

dokpri : Tuh kan kiyut banget mas Firdan nyaa, eh 3D art coffee latte nya 😀😁
Oh iya, buat kalian yang datang ke GiggleBox saat ulang tahun bisa dapat 3D Art Coffe Latte gratis loh. Tuuh, kaan, bisa happily ever after deh kalian. 

Selain kopi, ternyata GiggleBox juga menyediakan berbagai jenis jus buah dan smoothies. Khusus untuk jus buah dan smoothies, GiggleBox hanya menggunakan buah-buahan asli dan segar. Jadi bukan jus dari essence buah doang lho, ya.

Kalian juga nggak perlu khawatir soal kehalal-an GiggleBox, karena semua menu yang dijual di GiggleBox halal.

So, kalian sudah bisa nongkrong asyik di GiggleBox Kampung Kali nih, gaes.

Blogger-blogger Semarang

Giggle Box Cafe and Resto Kampung Kali
Jl. DI. Panjaitan 47 B, Miroto
Semarang


Hai Gaes,

Udah pada makan siang belum nih? Udah ada bayangan mau makan di mana? Warteg langganan ato makan di rumah aja? Cobalah sesekali makan siangnya yang kekinian. Makan siang ala-ala klasik western gitu, loh. Mampir dong ke Bowery. Lokasinya dekat dengan Simpang Lima. Tepatnya di jalan Ahmad Yani nomor 140, sebelah barat RRI Semarang.

Bowery ini adalah restoran baru yang berkonsep American tahun 1920-an. Dari bentuk bangunannya aja udah keliatan, kan. Restoran ini di desain dengan kemewahan klasik dan interior berwarna hitam, putih dan zaitun yang merupakan kombinasi dari marmer. Langit-langit restonya tinggi, jadi makin terasa klasiknya. Apalagi desain bar nya yang nampak anggun dan mewah, khas kosmopolitan.


Sejak dibuka Januari 2017 lalu, Bowery ini selalu ramai pengunjung loh, gaes. Awalnya Bowery buka mulai pukul 16.00-24.00 WIB, tapi awal Mei ini Bowery mulai buka pukul 11.00-24.00 WIB. Jadi kalian bisa banget nih, makan siang di Bowery.

Kalo kalian penyuka makanan berkonsep International lunch menu, cobain deh beberapa pilihan menu seperti Salmon Pindang Serani, Jimbaran Seafood Plater, Panseared Seabass, Prawn Spagheti Sambal Matah, Soto Oxtail Betawi, Beef Short Ribs Rica-rica, Bowery Rijsttafel, dan Wagyu Sate Maranggi dengan harga mulai dari Rp 55 ribu  saja per orang.

dokpri. Wagyu Sate Maranggi
Kalo sate Maranggi asli kan bahannya daging kambing, nah kalo yang ini pake daging wagyu. Liat tuh, potongan daging wagyu-nya yang gede-gede. Makan seporsi itu udah bikin perut kenyang banget. Bumbu sate-nya juga khas, mirip lah dengan sate dari Maranggi yang terkenal itu.

dokpri. Jimbaran Seafood Plater
Kalo kalian makan menu Jimbaran Seafood Plater ini, kalian akan mendapatkan hidangan dengan sajian seafood yang cukup lengkap dalam satu piring. Liat aja, ada potongan ikan Baramundi, kerang, udang bakar madu, cumi dan beberapa sambal seperti sambal mangga dan sambal embe. 

Perlu kalian tahu gaes, menu makanan yang disajikan di Bowery itu merupakan kombinasi antara masakan klasik western Mediterania dengan cita rasa modern. Proses memasaknya di dapur terbuka, jadi kalian bisa melihat makanan pesanan kalian dimasak secara langsung. Nggak cuma enak dimakan, makanan juga disajikan dengan tampilan yang menggugah selera. Plating-nya oke.

dokpri. Seger banget nih
Soal kualitas bahan makanan, Bowery hanya memakai bahan-bahan dengan kualitas baik dan segar, baik bahan import maupun lokal. Jadi, kalian nggak perlu sangsi akan kualitas makanan yang disajikan di sana. 

Oh iya, menu-menu khusus makan siang di Bowery hanya dapat kalian nikmati mulai pukul 11.00-15.00 WIB saja gaes. Selepas pukul 15.00 WIB, kalian bisa menikmati berbagai menu harian (all day menu) untuk makan malam. Jangan sampe kelewatan kalo pengen nyicipin menu makan siang di Bowery, ya gaes.
Harga minuman di Bowery mulai Rp 10-35 ribu, sedangkan harga makanan mulai Rp 30-85rb

Bowery Bar & Resto | Eastman Coffee House
Alamat: Jl. A Yani No 140 Semarang Jawa Tengah.
Nomor Telepon: (024) 8310855.
Website: www.bowerysmg.com

Hai Gaes,

Salah satu minuman wajib yang harus ada setiap hari buatku adalah kopi. Bahkan kebiasaan ini sudah sejak jaman aku kecil. Seperti yang pernah kuceritakan, Ibuku setiap hari selalu membuatkan kami minuman hangat tiap pagi dan sore. Kadang teh, kadang kopi. Tapi hingga kini yang paling melekat di lidahku adalah kopi. Bagiku, minum kopi di pagi atau sore hari bisa mengembalikan "mood" ku dalam hal apa saja. (Aku tahu ini pasti karena "sugesti"). LOL. Yang pasti setelah minum kopi, semangatku jadi "nyala" kembali *dah pantes jadi bintang iklan kopi belom, siy?

Nah, buat kalian para penggemar kopi dan minuman lain yang berbau kopi ada satu kafe yang rekomended, nih. Kofinary Espresso Bar nama cafenya. Lokasinya berada di jalan Dr. Cipto, tepatnya sebelah barat SMP 2 Semarang. Kalau kalian mau ke Kofinary, kalau dari arah jalan Majapahit kalian musti memutar melalui jalan MT. Haryono kemudian belok kanan menuju jalan Dr. Cipto. Karena jalan yang harus dilalui searah. 

Kofinary Espresso Bar ini bersebelahan dengan sebuah toko furniture. Meski kecil tapi suasananya homey banget. Di dalamnya dibagi menjadi 2 ruangan, smooking dan non smooking area. Kalo aku sih pilih di area non smooking, lah. Lebih adem. 

Begitu masuk ke dalam cafe, kita akan melihat beberapa tempat duduk di bagian depan cafe. Kalau kalian ingin menikmati kopi sambil menyaksikan kendaraan yang lalu lalang, sebaiknya pilih tempat duduk di dekat jendela. Di sebelahnya ada sofa yang bisa di duduki beberapa orang sekaligus. Asiknya rame-rame.

Nyaman buat hangout bareng teman
Bar Kofinary terletak di tengah-tengah ruangan cafe. Pengunjung bisa langsung memesan minuman atau makanan di bar kemudian membayarnya saat itu juga. Setelah itu tinggal  menunggu pesanan kita diantar. Bagi yang ingin hangout sekaligus kerja atau online, ada colokan listrik di tiap meja. Ada wifi (bukan "wife" ya) juga loh. Gimana nggak makin betah hangout di sana. 

Meskipun namanya Kofinary Espresso Bar tapi cafe ini nggak melulu menyediakan minuman berjenis kopi, kok. Kalian bisa pilih minuman yang menyegarkan seperti aneka minuman squash atau soft drinks. Minuman favoritku adalah Lychee Mojito yang rasanya dingin menyegarkan. Aku juga suka banget sama Iced Caramel Latte nya.

Lychee Mojito
Selain minuman Kofinary Espresso Bar juga menyediakan snack seperti apple pie, apple puff, cake, cookies dan bread. Aku paling suka dengan apple puff nya. Enak bangeeets.

Iced Caramel Latte dan Apple Puff, mantaaap
Apple puff , so yummy
Kalo buatku sih, Kofinary Espresso Bar ini tempat yang cukup asik buat ngopi-ngopi cantik bareng sahabat. Ngobrol, ngerumpi atau diskusi masalah kerjaan. Untuk harga minuman dan snack sih relatif ya. Tapi masih terjangkau lah buat kantong kita. 

Alamat Kofinary Espresso Bar :  
Jl. Dr. Cipto No.183-A, Karangturi, Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50124
Buka : 08.00-23.00 WIB

Hai gaes,

Apa kabar? Lagi hepi atau lagi galau nih? 

Butuh tempat menyepi? Baca buku sambil ngopi atau ngopi sambil melamun?

Kayaknya kalian musti kesini nih, gaes. Ke Library Cafe John Dijkstra. Cafe yang berkonsep perpustakaan atau cafe buku ini berlokasi di kawasan kota lama Semarang. Tepatnya di jalan Taman Srigunting no. 10, tepat di belakang gedung Spiegel. Library Cafe dibuka bulan Desember 2016 lalu. 

Gedung cafe ini dulunya adalah bekas rumah  pelayanan sosial milik John Dijkstra. Meski terbilang cafe baruu, tapi Library Cafe ini sering dijadikan sebagai tempat ngumpul berbagai komunitas. Biasanya sih, ngumpul produktif ya. Ngumpul sambil diskusi gitu.

Koleksi bukunya banyak
Library Cafe ini berada di lantai gedung, gaes. Kalian musti naik dari tangga di depan gedung sebelah kiri. Ada sebuah tangga besi yang melingkar di situ. Kalian bisa memilih duduk di teras dengan view taman Srigunting atau di dalam cafe. Ada beberapa tempat duduk yang bisa kalian pilih. Mau duduk di kursi atau lesehan, sesuka kalian gaes.

Desain interior ruangan Library Cafe cukup menarik karena menggunakan perabotan berbahan kayu jati. Bahkan perabotan yang dipakai para pengunjung kafe ini dijual, loh. Beberapa lukisan yang dipajang di dinding kafe pun dijual. Di dalam ruangan Library Cafe ada beberapa rak buku yang diletakkan di beberapa tempat. Ada sekitar 500 koleksi buku yang bisa kalian baca di sana. Enak banget kan, baca-baca buku sambil ngemil dan minum. Baca aja sepuas kalian, gaes.

Caramel machiato dan Loenpia favoritku
Yang paling penting lagi, harga makanan dan minuman di cafe ini murah meriah lho, gaes. Mulai dari 12 ribu sampai 18 ribuan. Rasanya juga nggak kalah dengan cafe-cafe besar lain. Kalau nggak sedang lapar, kalian bisa pesan snack-snack seperti loenpia, tahu bakso, roti bakar, pisang karamel, singkong keju dan lainnya. Selain snack ringan, kalian juga bisa pesan makanan berat seperti spageti, makaroni, mie kato bahkan burger. Harganya bersahabat banget dengan kantong. 

Makaroni yang rasanya yummy
Kalau kalian suka kopi, ada menu spesial dari Library Cafe John Dijkstra. Salah satu yang spesial dari Library Cafe adalah kopi Dijkstra, yaitu perpaduan antara kopi dan rempah-rempah. Kebayang nggak bagaimana rasanya? Pastinya badan langsung jadi hangat setelah minum kopi Dijkstra ini. Berada di Library Cafe bisa kenyang perut sekaligus kenyang ilmu. Perut dan otak bisa sama-sama terisi, deh. 

Oh iya gaes, selain menyediakan buku-buku untuk dibaca gratis, Library Cafe juga memiliki fasilitas wifi. Kalian bisa baca buku, makan minum sampai kenyang sambil mengakses internet gratis. Pasti makin betah deh, kalian di Library Cafe.

Ajak teman-teman kalian hangout di sana, gaes. Aku jamin, kalian bakalan betah berada di sana. 

 
Hai Gaes,
Lama nian tak ku tengok rumahku yang satu ini. Sudah terlalu banyak debu dan sarang laba-laba yang musti dibersihkan, nih. *brb ambil sapu dan kemoceng. LOL.

Postingan pertama setelah bersih-bersih adalah kulineran di rumah makan Pak Untung. Beberapa waktu lalu aku terprovokasi postingan kuliner nya Mom Traveler aka Muna Sungkar yang lagi makan sop ikan di rumah makan Pak Untung. Sayangnya aku nggak sempat-sempat kesana (sebenarnya sih, karena nggak tahu tempatnya, haha). Beruntuung, akhirnya Pak Untung buka cabang di jalan Majapahit. Lumayan deket tuh dari rumah. Jadilah aku bersama suami dan anak-anak pergi ke sana. 

Rumah makan Pak Untung, luas
Rumah makan Pak Untung yang ada di jalan Majapahit ini cukup luas, beda dengan yang ada di jalan Siwalan (katanya). Kebetulan aku kesana malam hari, jadi suasananya tidak begitu ramai. Berbagai menu berbahan ikan ada di sini. Eh tapi ada juga sih, menu lain seperti ayam goreng dan aneka penyetan. Karena aku penasaran dengan rasa gulai kepala ikannya yang tersohor itu, jadilah kami memesan 1 porsi gulai kepala ikan kakap, belly salmon goreng, gurami bakar, gulai belly nila dan belly nila bumbu tauco. Kebetulan waktu itu gulai kepala kakapnya tinggal yang ukuran besar. Bisa dimakan rame-rame, deh.

Daftar menu
Lihatlah gulai kepala kakap ini, bisa dimakan berdua eh bahkan bertiga loh. Satu porsi gulai kepala kakap sebesar ini harganya 70rb. Rasanya? Mantap, ada rasa pedas dan ada asemnya juga. Seporsi ini tandas dimakan bersama.

Gulai kepala kakap
Untuk si princess Rara, aku pesankan belly salmon goreng. Menu ini cocok buat anak-anak seusia Rara. Nyatanya seporsi belly salmon goreng dan nasi ini dia habiskan sendiri, loh. Hebat, kan. 

Belly salmon goreng
Kalau gulai belly nila ini pesanan si mas Aufa. Rasa kuahnya mirip dengan rasa kuah gulai kepala kakap, sedikit asam dan pedas. Enak disantap hangat-hangat.
Gulai belly nila
Kalau gurami bakar ini pesanan si kakak Fina. Entahlah kenapa kakak milih gurami bakar, padahal di rumah akung juga sering makan gurami. Tapi gurami goreng, sih. Setelah nyicip menu lain baru deh nyesel, kenapa pesen menu yang mainstream. 

Gurami bakar
Belly nila bumbu tauco ini pesenanku. Sebenarnya menu ini rekomendasi dari mas-mas pelayannya rumah makan Pak Untung sih. Katanya menu ini lumayan digemari pengunjung rumah makan Pak Untung. Tapi memang bener sih, rasanya nggak mengecewakan. Tauconya terasa dan yang paling suka, cabe rawitnya itu utuh nggak di iris. Jadi yang nggak suka pedes tetep bisa makan dengan aman.

Belly nila bumbu tauco
Dari keseluruhan, mulai dari pelayanan, rasa hingga harga menurutku memuaskan sih. Pelayan juga  mengomunikasikan pada pengunjung bahwa ada beberapa menu tertentu yang membutuhkan waktu agak lama untuk menyiapkannya, jadi pengunjung tahu kapan pesanannya akan datang. Untuk rate harga menu makanan dan minuman standart, kok. Semua makanan yang aku pesan tadi plus nasi dan minuman nggak nyampe 300 ribu habisnya. Tempatnya juga bersih, luas dan semi terbuka. Jadi nggak pengap, deh.

Kalau kalian pengen nyobain gulai kepala kakap Pak Untung yang endes, datang aja ke jalan Siwalan atau jalan Majapahit. Bukanya mulai pukul 10.00- 21.00 WIB. Jangan lupa ajak aku, yaa. 


Hai Guys,

Apa kabar? Pada nungguin postinganku yak? Haha.

Sebenarnya ini late post banget. Karena kejadiannya *yaelah kejadian, maksudnya event ini sudah terjadi dua minggu yang lalu. Kebangetan banget malesnya ini, dah. Tulisannya ngendap mulu.

Jadi ceritanya tanggal 15 September lalu, Obin Robin si MC beken seantero Semarang mengajak para blogger untuk icip-icip makanan di tiga lokasi sekaligus. Candi View Hotel, Strada Caffe dan Rustico Kitchen & Bar. Siapa sih, yang mampu menolak ajakan Obin Robin yang kece itu?

Bayangin, kita bakalan nyicipin makanan di tiga lokasi, loh. Kebayang kan, betapa serunya? Seru dan mengenyangkan pastinya.

Sebagai persiapan, sengaja aku nggak sarapan *penting ya.  Cuma segelas kopi dan sepotong biskuit untuk mengisi perut *ini termasuk sarapan nggak sih. Tujuannya supaya nanti bisa nyicip banyak makanan. Hahay.

Rinjani View Lounge

Petualangan blogger nyicip dimulai dari Rinjani View Lounge yang berada di Candi View Hotel. Hotel yang berada di jalan Rinjani no. 12 Semarang ini sudah bertransformasi menjadi Candi View Hotel. Pas banget, aku sampai di sana saat jam makan siang. Hehe. Ternyata di Candi View Hotel sudah banyak teman-teman blogger lain yang datang. Kami semua disambut oleh Mas Rivan Chriswasta, Direktur Candi View Hotel. Dipandu oleh Obin Robin, Mas Rivan menceritakan bagaimana proses perubahan nama Candi View Hotel yang semula bernama Rinjani View Hotel. Jadi sekarang nggak bingung lagi deh, membedakan antara Candi View dan Rinjani View.

Mas Rivan dan Obin Robin
Dalam kesempatan ini Mas Rivan menjelaskan bahwa Rinjani View Lounge kini memiliki beberapa menu andalan. Cheff Huda, koki Rinjani View Lounge mengeluarkan satu per satu menu andalannya. Ada Udang Lempit, Meatball Tomato Sauce, Broccoli Cream Cheese, Iga Bakar Madu, Kungpao Chicken, bahkan mendoan pun jadi favorit pengunjung Rinjani View Lounge ini.

Kungpao Chicken ala Rinjani View Louge
Iga Bakar Saus Madu
Udang Lempit
 Broccoli Cream Cheese

Meatball Tomato Sauce
Mendoan
Tak hanya makanan yang menggugah selera, Rinjani View Lounge juga memiliki minuman yang selain menyegarkan tapi juga menyehatkan. Ada Rinjani Mix Juice yang merupakan paduan dari sirsak dan tamarillo (terong Beland). Rasanya? Asam manis seger. Ada lagi Body Cleanser Juice yang isinya campuran buah semangka dan nanas. Favorit nih, karena khasiatnya bisa melancarkan pencernaan. Rasanya juga seger. Terus yang terakhir Green Juice yang terbuat dari campuran brokoli, seledri, sawi hijau dan jeruk nipis. Pastinya segar dan menyehatkan.

Menu-menu andalan Candi View
Setelah puas icip-icip menu-menu andalan Rinjani View Lounge, aku dan teman-teman sempat diajak untuk melihat-lihat suasana hotel dan beberapa jenis kamar yang ada di dalamnya. Ada 3 jenis kamar di Candi View Hotel, yaitu Superior Room, Deluxe Room dan Junior Suite Room. 

Deluxe Room
Junior Suite Room, dengan balkon dan jendela
All Bloggers
Setelah puas melihat-lihat suasana kamar dan sudut-sudut hotel, saatnya kami pindah ke lokasi kedua yaitu Strada Caffe. Jaraknya nggak begitu jauh sih dari Candi View Hotel. Karena nggak sampai 5 menit kami sudah tiba di Strada Caffe.

Strada Caffe

Aroma kopi menyeruak begitu aku dan teman-teman memasuki ruangan Strada Caffe. Ya karena kafe ini memang identik dengan kopi. Pemilik Strada Caffe merupakan seorang Barista yang berprestasi hingga ke luar negeri. Strada Caffe menyediakan berbagai jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia seperti kopi Mandailing, kopi Gayo, kopi Bali, kopi Toraja, hingga kopi Flores.

Berbagai jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia
 Barista Tools
Strada Caffe rutin juga loh mengadakan kelas kopi. Tujuannya adalah agar semakin banyak pecinta kopi yang teredukasi mengenai seluk beluk tentang kopi. Selain kopi, beberapa jenis minuman lain juga tersedia. Bagi pengunjung yang tidak menyukai kopi, ada Matcha Latte, Chocolate dan Red Velvet yang tak kalah nikmatnya dengan kopi.

Photo by Archa Bella : Matcha Latte, Chocolate & Red Velvet
Aku juga sempat nyobain Coffee Latte nya. Enak, loh.


Bagi penikmat teh jangan kuatir. Strada Caffe juga menyediakan beberapa varian teh, diantaranya English Breakfast, Lemon Tea, Oolong Tea, Jasmine Tea, Organic Tea dan House Tea. Komplit, kan.

Jadi, Strada Caffe cuma sedia minuman doang, nih?

Eiits, jangan salah, meskipun terkenal sebagai coffe shop, Strada Caffe juga menyediakan berbagai menu-menu spesial yang bisa menemani acara ngopi kalian. Mulai dari makanan berat hingga dessert.

Petis Bumbon
Cube mix ground beef

Fish n Chips
Fried Prawn
Beef Lasagna

Potato Spinner
 Kalo nggak mau makan berat, ada dessert enak yang bisa kalian pilih. Rasanya? Endess banget.

Banana Foster
Apple Pie
Tuh, kan? Baru nyicip di dua lokasi saja sudah begini hebohnya. Haha. Masih ada satu lokasi terakhir, loh.
Perut penuh? Tenang, masih ada space kok buat nyicipin di lokasi terakhir. Rustico Kitchen & Bar, we're coming.

Rustico Kitchen & Bar

Puas icip-icip di Strada Caffe, aku dan teman-teman bergeser ke Rustico Kitchen & Bar. Lokasinya masih satu komplek dengan Strada Caffe, tinggal jalan beberapa meter saja. Di tempat icip terakhir ini kami akan mencicipi pizza. Yeaay.

All Bloggers di depan Rustico Kitchen & Bar
Rustico sendiri berada di lantai 4, jadi aku dan teman-teman harus bergantian untuk naik menggunakan lift. Suasana di dalam Rustico Kitchen & Bar sendiri sangat Instagramable *ketauan doyan narsis. Tiap sudutnya bisa digunakan untuk berfoto. Jadi, sembari menunggu pizza aku mengeksplor sudut demi sudut ruangan Rustico.

Photo by Mara Solehah : Sudut yang unik
Duduk di manapun oke
Sebenarnya aku suka banget duduk di luar, hanya saja udara kota Semarang yang panas membuatku ingin segera masuk ke ruang sebelah. Lebih adem sih, hehe.

Tak berapa lama, pizza pertama matang dan siap dicicipi. Sayang, karena aku kalah cepat dengan teman-teman lain. Pizza pertama langsung tandas, dan aku nggak kebagiaaan. Huaa.

Wah, kalo ada yang matang lagi, jangan sampai kalah cepat lagi nih. Nggak boleh lengah. Ayo, aku pasti bisa merebut pizza itu. *paan siih. LOL.


Chicken Teriyaki Pizza
Akhirnya kebagian juga
Pertama kali yang kurasakan setelah mencicipi pizza buatan Rustico ini adalah  kulitnya yang tipis, rasanya yang enak dan crunchy. Beda dengan pizza yang terkenal itu. Bahkan aku sanggup menghabiskan beberapa slice pizza, loh. Tumben-tumbenan banget. Biasanya satu slice nggak pernah habis, karena merasa perut sudah begah. 

Ada beberapa varian pizza yang bisa kalian nikmati di Rustico Kitchen & Bar ini. Ada Chicken Teriyaki Pizza, Meat Lovers, Cheeze Paradise dan Choco Banana Cheeze Pizza. 

Meat Lovers, co cheezy n melty
Choco Banana Cheeze Pizza
Chicken Teriyaki Pizza yang menggoda selera
Yeay, akhirnya bisa mencicipi semua varian pizza Rustico. Pizza nya emang bikin nagih. Kap-kapn musti hangout di sini lagi, deh. 

Keseruan blogger nyicip diakhiri dengan pemberian pizza dari Rustico untuk empat blogger yang sudah diundi. Waaah, senengnyaa...bisa bawa salah satu pizza sesuai selera mereka. 

Asiiik bisa bawa pulang pizza Rustico
Seru ya, perjalanan blogger nyicip kali ini. Tiga lokasi dengan berbagai menu andalan yang juga berbeda. Many thanks to Obin Robin yang sudah membawa para blogger bertualang rasa. 

Harapannya, acara semacam ini bisa rutin deh. Haha, maunya. 

See u next experience, yaa