Hai Gaes..

Udah jalan kemana aja, nih? *kayak yang tanya udah jalan-jalan aja. Hiks, rasanya udah ratusan purnama aku nggak jalan-jalan. Pediih, kakaaaak.

Rasanya butuh deh aplikasi yang bisa mengatur kapan aku musti jalan-jalan dan kapan aku musti jajan-jajan. Heh, emang ada ya aplikasi semacam itu?

Ya kalo belum ada, kita bikin dong. Siapa tahu ide kreatif kita bisa terwujud kan. 

Oh iya, kamu-kamu yang punya ide kreatif dan pengen banget bisa diwujudkan, ikutan aja IWIC 11.



IWIC adalah singkatan dari Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest. Event ini merupakan program tahunan dari Indosat Ooredo yang digelar sejak tahun 2006. Wuiiih, udah lama juga ya. Nah, tahun ini untuk ke 11 kalinya IWIC kembali digelar oleh Indosat Ooredoo. Jadi, IWIC mengundang kalian para penggiat dunia digital yang memiliki ide kreatif untuk diwujudkan. Hayoo, kamu berani nggak nih.

Tujuan diadakannya IWIC ini tak lain untuk memotivasi masyarakat Indonesia untuk menjadi inisiator, ideator sekaligus menjadi pencipta aplikasi mobile, nggak sekedar jadi pengguna aja. Apalagi kalo aplikasi mobile yang kalian ciptakan itu bisa bermanfaat bagi banyak orang, bisa nyelesein masalah sehari-hari, meningkatkan dan memperkaya kualitas hidup masyarakat dan bisa bersaing dengan produk dari luar.



Kamu-kamu yang punya ide kreatif musti ikutan IWIC 11 ini, deh. Kenapa?  Karena hadiahnya banyak banget, bo. Ini loh yang bakal kamu dapetin kalo ikutan IWIC 11 :
  • Hadiah total ratusan juta rupiah bagi para pemenang ide kreatif terbaik
  • Ide kamu akan dikenal luas, pastinya kamu akan jadi lebih femes deh
  • Dibimbing mentor berpengalaman
  • Pengalaman berharga dan tak terlupakan
  • Ide kreatif kamu akan diwujudkan dan disupport pendanaannya
IWIC ini tidak hanya terbuka untuk para developer professional aja, tapi siapapun yang punya ide, apapun idenya, bisa dituangkan di program IWIC 11 ini. Ide & Aplikasi yang dilombakan antara lain  bidang Entertainment, Utility Media (Social Media, Chatting, eBook) dan Special Needs. 


Kamu udah punya ide? Buruan deh "launch your ideas" . Kalo kamu, masuk kategori yang mana?
  • Kids and Teen, pastinya ini untuk kategori anak-anak dan remaja, ya. 
  • Beginner atau pemula. 
  • Professional, ini pastinya untuk orang-orang yang memang berkecimpung di dunia digital.
  • Women and Girls, nah aku bisa juga ikutan nih di kategori ini. Hmm, kayaknya bisa nih ideku bikin aplikasi yang mengatur jadwal jalan dan jajan terwujud di sini.
Gimana? Tertarik untuk ikutan?

Kayaknya kamu musti segera daftar deh, karena deadline submission tanggal 20 November 2017. Waaah, tinggal beberapa hari aja nih.

Info lebih lengkap tentang IWIC dan pendaftaran bisa kamu dapetin di iwic.indosatooredoo.com , ya.

Buruan daftarin ide kamu, sebelum terlambat! Ini saatnya kamu ubah ide kreatif jadi duit.


 

Hai Gaes,

Setelah awal Oktober lalu aku diajak untuk seru-seruan di acara Verve Bistro Soiree, maka tanggal 27 Oktober  kemarin aku juga hadir di acara Soft Opening Verve Bistro & Coffe Semarang. Mengusung tema "Hollywood Night Glam" diharapkan para tamu yang hadir bisa merasakan betapa glamornya suasana acara soft opening Verve Bistro. Para tamu juga disambut seperti layaknya bintang-bintang Hollywood.  

Oh iya, buat kalian yang belum tahu dimana sebenarnya lokasi Verve Bistro & Coffe jangan sampai kudet dong. Verve Bistro berlokasi di DP Mall , tepatnya di Room Inc Hotel yang berada di area DP Mall. Lokasinya sangat strategis, karena terletak di dalam kota dan berada di jalan utama. Pastinya kalian nggak akan kesasar, kok.
Pak Willyam,Corporate Director Operation Verve Bistro & Coffee Bar
Acara Soft Opening verve Bistro & Coffe diawali dengan press conference bagi para blogger dan media. Pak Willyam Kuncoro sebagai Corporate Director Operation dari Verve Bistro & Coffee Bar menjelaskan tentang bagaimana filosofi dan harapan dibalik nama "Verve" yang bermakna semangat dan penuh antusias. Makna ini tersirat dalam tiap penyajian makanan dan minuman yang artistik.

Selain Pak Willyam, ada juga Mbak Lintang yang menjelaskan tentang Verve secara keseluruhan. Baik ruangan-ruangannya, filosofi pemilihan warna-warna ruangan di dalamnya. Verve identik dengan warna orange yang menurut mbak Lintang menggambarkan antusiasme, kebahagiaan , kesenangan dan kepercayaan. Diharapkan para pengunjung akan merasakan hal itu ketika berkunjung ke Verve Bistro & Coffee Bar.

Setelah acara press conference para blogger dan awak media diajak untuk melakukan sesi food photography, yaitu memotret menu-menu makanan mulai dari appetizer, main course hingga dessert. Jangan tanya gimana rasanya aku harus menahan nafsuku untuk nggak nyolekin makanan-makanan itu ya. Secara, makanan-makanan itu sungguh menggugah hasrat untuk mencicipinya.




Setelah sesi pemotretan makanan selesai, kami semua diajak seru-seruan melakukan beberapa game. Masing-masing kelompok bermain bergantian. Sesi pertama kelompokku adalah membuat sushi. Asik loh, liat Chef nya beraksi membuat sushi snow white dengan salmon di dalamnya dan kami berlima mencobanya. Jujur saja, aku baru pertama kali makan sushi dan menurutku rasanya enak. Hmm...kayaknya bakalan nagih makan sushi di Verve nih.

Snow white sushi
Lanjut ke sesi berikutnya yaitu melihat bartender meracik minuman semacam mocktail, namanya Mojito Lemon Raspberry. Ternyata untuk membuat segelas minuman nggak semudah yang kita bayangkan loh. Beberapa bahan seperti simple sirup, soda, buah-buahan segar, lemon juice hingga daun mint harus ditakar dengan pas untuk mendapatkan rasa mojito yang sempurna. Aku dan teman-teman juga dibolehin nyicipin Mojito yang baru diracik, loh. Hmm...segeeer.

Mojito Lemon Raspberry
Salah satu konsep yang ditawarkan Verve Bistro & Coffe adalah Grab & Go. Konsep ini ditawarkan bagi pengunjung yang memiliki waktu terbatas dan berkejaran dengan waktu. Jadi, pengunjung bisa memilih makanan dan minuman yang telah siap untuk dibawa. Pengunjung bisa memilih aneka minuman ready to drink atau minuman dalam kemasan yang bisa dipilih seperti Coffee Latte, Matcha Latte, Belgian Chocolate dan Avocado Coffee. Sedangkan untuk makanannya ada assorted swiss roll cake, assorted tartlet dan variasi sliced cake dengan berbagai  rasa yang unik dan lezat.

Puas mengikuti sesi games demi games, tibalah waktunya untuk berpesta. Aku dan teman-teman blogger perempuan harus melakukan beberapa persiapan demi tampil sempurna. Semuanya ingin tampil maksimal demi menyesuaikan diri dengan tema "Holywood Night Glam". Selesai dengan urusan dandan, kami semua menuju area out door dimana acara soft opening Verve Bistro & Coffe digelar. Alunan suara live music menyambut kedatangan para tamu yang mulai berdatangan. Beberapa diantara kami bahkan ikut menyumbangkan suara, menghibur para tamu.

Acara bertambah seru dengan kedatangan para expert di bidang fotografi dan kuliner. Dipandu oleh mbak Lintang, sesi sharing mengenai kuliner dan fotografi jadi semakin menambah khasanah pengetahuan bagi para food blogger maupun fotografer.

Di akhir acara, mbak Lintang membagikan voucher menginap dan voucher makan bagi para pengunjung yang hadir dan bagi para pemenang kontes foto. Sayangnya, aku selalu kurang beruntung dalam hal mendapatkan voucher-voucher seperti ini. Huhuu....semoga lain kali aku yang dapat lah.


Penasaran kan, seperti apa Verve Bistro & Coffe? Sila kalian berkunjung kesana, gaes! Yang pasti kalian akan merasakan endless conversation and comfortable atmosphere into one.

Nama : Verve Bistro & Coffe Bar
Lokasi : Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132 (Area DP Mall)
Buka : 06.00-00.00
Instagram : @vervebistro_smg
Range Harga menu : 10.000 - Rp.200.000

Hai Gaes,

Sebagai orang Semarang selama lebih dari 17 tahun ini, ternyata banyak tempat yang belum pernah aku kunjungi. Bukannya nggak mau, tapi memang belum ada kesempatan aja. 

Oh iya, kota Semarang jelas beda ya dengan kabupaten Semarang. Kabupaten Semarang memiliki 19 kecamatan yang meliputi wilayah Ungaran, Ambarawa, Bandungan, Bawen dan sekitarnya. Sebagian besar wilayah kabupaten Semarang berada di dataran tinggi, makanya banyak penduduknya yang bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Biasanya mereka menanam berbagai jenis sayur, buah dan tanaman bunga. Coba deh kalau kalian jalan-jalan ke daerah Bandungan dan sekitarnya, banyak pedagang yang menjajakan hasil buminya di pinggir-pinggir jalan.

Kabupaten Semarang memiliki beberapa destinasi wisata alam dan wisata sejarah yang potensial, loh. Sebut saja Rawa Pening, Bukit Cinta, Curug Bidadari, Curug Lawe, Curug Benowo, Umbul Sidomukti, Candi Gedong Songo, Candi Dukuh, Monumen Palagan Ambarawa, Museum Kereta Api dan Benteng Willem. Itu baru wisata alam dan sejarah loh, belum wisata lainnya.

Dari sebagian  yang sudah aku sebutin tadi, destinasi wisata mana aja yang sudah kalian kunjungi, gaes? Sstt...tenang aja, masih ada kesempatan kok untuk menyusun rencana, destinasi wisata alam mana yang harus kalian kunjungi.

Nah, aku punya rekomendasi destinasi wisata paling favorit di kabupaten Semarang nih, gaes. Kali aja bisa jadi bahan pertimbangan buat kalian yang akan berwisata di kabupaten Semarang.

Asik banget nongkrong di sini
Umbul Sidomukti yang terletak di desa Sidomukti kecamatan Bandungan ini memiliki pemandangan alam yang indah. Umbul Sidomukti  merupakan daerah perbukitan yang berada diantara Gunung Ungaran, Gunung Andong, Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Lokasinya yang berada di ketinggian 1200 mdpl membuat hawanya cukup sejuk.

Perjalanan dari kota Semarang ke Umbul Sidomukti memakan waktu sekitar 1,5-2 jam. Kalo bisa sih berangkat lebih awal, supaya nggak kena macet. Oh iya, jalanan menuju Umbul Sidomukti cukup sempit, hanya bisa dilewati satu mobil saja. Tapi nggak usah kuatir sih, karena kendaraan yang turun berbeda jalur kok dengan yang naik.

Untuk masuk ke lokasi, kita harus membayar tiket 10 ribu rupiah per orang. Ini belum termasuk tiket wahana permainan, loh. Di sekitar gerbang dan tempat parkir, ada banyak penduduk sekitar yang menyewakan kuda. Kalian akan diajak berkeliling satu kali putaran kawasan Umbul Sidomukti dan masuk ke dalam lokasi dengan membayar 25 ribu rupiah. Kalo aku sih, pilih jalan kaki aja. Lebih sehat meskipun rada ngos-ngosan. Haha.


Meski sudah beberapa kali ke sini dan rasanya nggak pernah bosen, deh. Umbul Sidomukti memiliki beberapa fasilitas antara lain kolam renang, pondok wisata, camping ground, outbond training, pondok lesehan hingga meeting room. Kalian yang suka permainan yang menantang adrenalin, tersedia juga berbagai wahana yang akan membuat adrenalin kalian naik.

Ada juga berbagai wahana yang mampu menaikkan adrenalin, seperti flying fox, marine bridge, riding bicycle dan rappeling melintasi jurang sepanjang 110 meter. Ada juga spot foto ala skytree buat kalian yang suka narsis.


Air kolamnya dingiiin
Salah satu daya tarik wisata Umbul Sidomukti adalah adanya kolam renang yang berada di atas bukit. Mau berendam di kolam sambil menikmati pemandangan? Ada tiga kolam yang siap menyegarkan badan kalian. Berenang atau mandi di kolam ini rasanya seperti berenang di atas awan karena kalian bisa berenang sambil melihat pemandangan kota di kejauhan. Kolam ini memiliki dinding yang terbuat dari batu-batu alam dan memiliki mata air alami yang nggak akan pernah kering sepanjang tahun, bahkan di musim kemarau sekalipun. Konon kabarnya, kalo kita mandi di dalam kolamnya, kita bisa awet muda, loh. Coba deh, kalian mandi disana. Kali aja jadi awet muda beneran. Haha.

Di samping kolam, berjajar gazebo-gazebo yang selalu penuh dengan pengunjung yang beristirahat. Di bagian bawah terdapat kafe dan spot-spot foto yang baru saja dibangun. Rupanya pengelola Umbul Sidomukti terus berbenah untuk mempercantik lokasi dan menambah beberapa wahana baru. Pengunjung jadi makin betah, deh.

Oh iya, di sekitaran Umbul Sidomukti juga terdapat beberapa destinasi wisata lain seperti Candi Gedong Songo, Curug Bidadari dan Kebun Bunga Setiya Aji. Kalo kalian pengen kesana, berikut ini alamat lengkapnya, ya.

KAWASAN WISATA UMBUL SIDOMUKTI
Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kab. Semarang, Jawa Tengah.
PT. PANORAMA AGRO SIDOMUKTI.
Nomor Telepon. 082892031261
Email : umbulsidomukti@gmail.com
Website : www.umbulsidomukti.com
Facebook : umbul sidomukti
Instagram: @umbul.sidomukti
 
Hai Gaes,

Sudah jalan dan jajan kemana hari ini?

Aku sedang kangen berat pada kampung halamanku, nih. Yah, meskipun baru sebulan yang lalu pulang kampung, tapi rasa rindu terus saja membuncah. Namanya juga tanah kelahiran, ya. Sampai kapanpun akan selalu dirindukan.

Alun-alun Purworejo
Nah, ngomong-ngomong soal kampung halaman, aku punya sesuatu yang menarik untuk ditulis. Oh iya, sudah tahu kan dimana kampung halamanku? Yups. Purworejo. Meski hanya sebuah kota kecil, Kabupaten Purworejo memiliki banyak potensi yang layak diperhitungkan. Siapa sangka di kota yang berjuluk kota pensiun itu banyak tokoh-tokoh Nasional yang lahir di sana. Sebut saja WR. Supratman, Jenderal Ahmad Yani, Sarwo Edhie Wibowo dan banyak lagi. Tak hanya itu, Purworejo juga memiliki potensi lain di bidang pertanian hingga peternakan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Potensi lainnya adalah kuliner khas nya yang masih bertahan hingga kini. 

Sebenarnya Purworejo memiliki banyak makanan khas yang enak. Tapi kali ini aku pilihkan 10 makanan yang wajib kalian coba bila berkunjung ke Kabupaten Purworejo.

Apa saja? Cekidot, gaes!

Clorot 


Clorot ini sejenis jajanan yang terbuat dari campuran tepung beras, santan dan gula jawa. Makanan ini dibungkus menggunakan janur yang dibentuk melilit berbentuk mirip terompet dan panjang. Cara memakannya unik yaitu dengan mendorong bagian bawah clorot hingga clorot muncul di ujung atas. Jadi kalian nggak perlu membuka lilitannya. Oh iya, Clorot ini berasal dari Kecamatan Grabag, sebuah kecamatan yang terletak di sebelah barat daya kota Purworejo. Kalian musti nyobain, gaes.

Gebleg Bumbu


Salah satu makanan yang paling aku cari kalo sedang pulang kampung adalah gebleg. Gebleg adalah penganan yang terbuat dari tepung singkong (pati singkong) yang dibumbui bawang putih kemudian dibentuk seperti gelang rantai. Rasanya mirip dengan aci goreng dari Bandung. Penganan yang memiliki citarasa gurih ini biasanya dijual di pedagang gorengan. Kalian bisa langsung menyantapnya setelah digoreng. kalo aku sih lebih suka gebleg dengan tambahan bumbu kacang (bumbu pecel) sebagai pelengkapnya.

Lanting


Salah satu makanan ringan yang hampir selalu ada di meja warga Purworejo adalah lanting. Cemilan gurih dan renyah yang terbuat dari pati singkong ini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Purworejo. Kalau dulu lanting hanya memiliki satu rasa, seiring perkembangan jaman kini lanting memiliki banyak varian rasa. Ada rasa pedas manis, jagung bakar dan balado. Kalau favoritku sih, tetap rasa bawang. Karena awet dan bisa disimpan dalam waktu lama, lanting ini sering dijadikan buah tangan warga Purworejo yang akan kembali ke perantauan. Aku termasuk sering membawa lanting sebagai oleh-oleh. Semacam pengobat rindu pada kampung halaman.

Cenil



Saat kecil, setiap hari Minggu Ibu selalu mengajakku pergi ke pasar tradisional. Yang paling aku suka ketika ikut ke pasar adalah Ibu tak pernah lupa membelikan cenil untukku dan adik-adik. Tahu nggak, pedagang cenil langganan Ibu bahkan masih berjualan hingga sekarang, loh. Cenil ini dibuat dari pati singkong yang dibentuk, diberi warna, direbus kemudian diberi parutan kelapa dan saus gula jawa (kinca). Cenil juga makanan favoritku.

Jenang Krasikan



Jenang krasikan juga menjadi salah satu makanan khas Purworejo yang bisa dipilih untuk dijadikan oleh-oleh. Jenang ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan dan gula merah. Jenang krasikan ini berbeda dengan jenang lain yang cenderung lembut. Tekstur jenang krasikan khas Purworejo ini sedikit kasar. Tekstur dari beras ketan yang disangrai dan ditumbuk kasar inilah yang membuat citarasa jenang krasikan menjadi berbeda dengan yang lainnya. Kalian akan menemukan jenang krasikan ini di pusat oleh-oleh. Biasanya jenang ini dibungkus dengan plastik berukuran sedang. Rasanya legit banget, gaes.

Kue Lompong


Biarpun warnanya hitam, tapi kue yang satu ini rasanya legit banget lho, gaes. Kue lompong adalah sejenis kue basah yang berbahan dasar lompong atau batang daun talas yang dilumatkan. Lompong inilah yang memberikan warna hitam pada kue lompong. Lompong kemudian dicampur dengan tepung ketan, tepung merang dan gula. Sedangkan untuk isi kue lompong adalah kacang tanah yang ditumbuk dan rasanya manis. Kue lompong ini memiliki ciri khas dibungkus dengan daun pisang yang sudah kering (klaras). Kue lompong ini juga wajib kalian coba, gaes.

Sate Winong



Sate kambing khas Winong ini sepintas sama dengan sate kambing pada umumnya yang menggunakan daging kambing muda. Yang membedakan sate Winong dengan sate kambing lain adalah bumbunya. Kalau di tempat lain sate dibumbui kecap manis dengan irisan bawang merah dan cabai rawit, sate Winong dibumbui dengan kecap buatan sendiri. Bumbu sate itu dibuat dari rebusan gula jawa dengan perpaduan rempah-rempah yang memiliki rasa khas kemudian ditambah cabai rawit yang diuleg, irisan bawang merah dan daun jeruk nipis. Rasanya? Khas banget. Tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Purworejo tanpa mencicipi sate Winong ini, gaes.

Dawet Ireng



Kalian pernah melintas daerah selatan dan melihat penjual dawet ireng di sepanjang jalan? Kalau iya, artinya kalian sudah memasuki wilayah Kabupaten Purworejo. Dawet ireng kini tak hanya dikenal di Kota Purworejo saja, tetapi telah merambah ke berbagai kota. Dawet ireng yang berasal dari Kecamatan Butuh ini memiliki ciri khas berupa cendol (dawet) yang berwarna hitam dengan santan dan sirup gula jawa. Warna hitam dawet berasal dari abu jerami yang dibakar. Jangan khawatir, pewarna alami itu aman dikonsumsi kok.

Kupat Tahu



Mungkin kalian bisa menjumpai kupat tahu di daerah Magelang, tetapi kupat tahu Purworejo memiliki rasa berbeda. Perbedaannya terletak pada bumbunya. Bila ditempat lain kupat tahu berbumbu kacang, lain hal nya dengan kupat tahu Purworejo. Kupat tahu Purworejo berbumbu kecap atau kuah yang terbuat dari rebusan gula jawa dan rempah-rempah. Mirip dengan bumbu sate Winong. Rasanya? Istimewa.

Kue Satu

Kue satu. Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa kue tersebut dinamakan kue satu bukan kue dua atau tiga? Belum diketahui secara pasti sih, kenapa kue yang terbuat dari kacang hijau yang disangrai dan ditumbuk ini dinamakan kue satu. Kue yang memiliki nama lain Kue Kroya ini bisa dijumpai sebagai sajian saat hari besar seperti lebaran. Kue ini hanya menggunakan tepung kacang hijau sebagai bahan utamanya dan hanya ditambah gula pasir, air, dan perasa vanila sebagai campurannya. Kue satu ini bisa juga sebagai teman minum teh, loh.

Nah gimana gaes, tertarik untuk mencicipi makanan khas kampung halamanku? Ayo, wisata kuliner ke Purworejo!
 
Photo by @jejakjelata : Gerbang Tiongkok Kecil Heritage
Hai Gaes,

Apa yang terbersit di pikiran kalian kalau mendengar nama Tiongkok Kecil Heritage? Tahukah kalian dimana  letaknya? Yang jelas sih, bukan di Hongkong ya. LOL.

Tiongkok Kecil Heritage terletak di Lasem. Lasem merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Rembang. Rembang memang kota yang memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan etnis Tionghoa di Indonesia. Beruntung banget beberapa waktu yang lalu aku bersama Mia bisa jalan-jalan ke Lasem. Selama dua hari satu malam, aku dan Mia mengunjungi beberapa tempat bersejarah, salah satunya  Tiongkok Kecil Heritage yang baru saja selesai dipugar. 

Ini pertama kalinya aku berkunjung ke Lasem. Biasanya sih, cuma lewat doang kalau sedang ada keperluan ke Surabaya. Dari sejarah yang pernah kubaca, Lasem dipercaya sebagai tempat etnis Tionghoa mendarat pertama kali di Indonesia. Kata Lasem berasal dari dialek Tiongkok Lak-sam yang artinya nomor 63. Konon katanya sebanyak 63 kapal armada Jung pernah diterpa badai dan terdampar di tempat yang kini kita kenal dengan nama Lasem. Itu sebabnya Lasem juga sering dijuluki sebagai Tiongkok Kecil.

Memiliki luas sekitar 45.04 km², Lasem memiliki banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah, terutama yang berkaitan dengan budaya Tionghoa. Benar sih, karena ketika diajak berkeliling di sekitar Tiongkok kecil, banyak bangunan-bangunan tua yang masih tetap dipertahankan bentuk aslinya. 

Meski mendapat julukan sebagai Tiongkok Kecil dan dikenal sebagai tempat pendaratan pertama etnis Tionghoa, Lasem memiliki masyarakat yang majemuk. Lasem juga dikenal sebagai kota santri karena di sana juga terdapat banyak pondok pesantren. Di sekitar Masjid Jami’ kita akan menemukan beberapa makam ulama yang berperan menyebarkan agama Islam di daerah pesisir Lasem dan sekitarnya.
Photo by @jejakjelata : Di depan pintu gerbang Tiongkok Heritage
Balai Arkeologi Yogyakarta menyebutkan bahwa Lasem mempunyai 541 situs bersejarah. Banyak juga ya, Ezytravelers. Peninggalan pusaka arkeologi di Lasem berasal dari zaman prasejarah, klasik Hindu dan Budha, Islam, kolonial dan kemerdekaan. Bahkan penemuan kerangka manusia purba di Desa Leran dan Plawangan membuktikan bahwa peradaban Lasem telah berumur sangat tua.

Berhubung waktunya terbatas akhirnya aku dan Mia memutuskan untuk mampir sebentar di rumah tembok merah. Bangunan peninggalan sejarah yang baru beberapa waktu lalu dipugar ini berlokasi di Karangturi, Lasem. Daerah Karangturi memang sebuah kawasan Pecinan dimana mayoritas penduduknya merupakan masyarakat etnis Tionghoa.

Photo by @jejakjelata : Tiongkok Kecil Heritage yang baru selesai dipugar
Tidak sulit bagi aku dan Mia menemukan lokasi rumah merah. Rumah bergaya Hindia dengan dua pilar besar di berandanya itu adalah milik Rudy Hartono, seorang pengusaha asal Lasem. Rumah itu memiliki dua pintu dengan pintu utama bergaya Cina terbuat dari kayu dan pintu lainnya merupakan pintu besi bercat merah. Bangunan tersebut tampak klasik dan megah. Hampir seluruh temboknya di cat warna merah menyala. Rudy Hartono menamai bangunan ber cat itu dengan nama Tongkok Kecil Heritage.

Saat memasuki rumah merah “Tiongkok Kecil Heritage” itu nuansa Tionghoa terasa begitu kental. Terutama penggunaan warna merah dan kuning di hampir seluruh ruangan. Di beranda ada beberapa tempat duduk dan patung dewa berukuran besar. Ada semacam papan yang berisi gambar dan tulisan yang menceritakan sejarah dan perjalanan Tiongkok Kecil Heritage hingga akhirnya selesai dipugar.


Di ruangan berikutnya ada dua barongsai yang sengaja diletakkan di depan pintu masuk dan patung dewa berukuran besar juga. Sayangnya nggak tahu persis namanya. Menuju bagian belakang rumah merah, mataku langsung tertuju pada sumur bercat kuning menyala di sisi sebelah kiri bangunan. Sepertinya sumur itu juga sudah dipugar.

Sumur yang telah dipugar
Di sisi kanan rumah merah ada sebuah bangunan ber cat putih yang difungsikan sebagai dapur dan semacam kafe. Jadi, kalo kalian datang ke rumah merah ini tak perlu khawatir akan kelaparan atau kehausan. Pemilik rumah merah ini juga menyediakan beraneka souvenir berupa kaos, tas dari kain perca hingga batik khas Lasem. Harganya murah-murah kok. Aku aja beli tas kain perca seharga 15 ribu.

Rudy Hartono, sang pemilik rumah mengatakan bahwa rumah merah Tiongkok Kecil Heritage boleh dikunjungi oleh siapa saja. Dia juga mengizinkan rumah kunonya digunakan sebagai tempat untuk Festival Lasem dan Laseman yang digelar tahun lalu.

Nah, cerita lain yang aku dapat dari Lasem adalah tentang akulturasi budaya Belanda, China dan Jawa. Aku jadi belajar banyak tentang bagaimana harmonisasi masyarakat Tionghoa dan Jawa yang berjalan hingga kini. Mereka bisa hidup rukun berdampingan tanpa riak berarti sejak berabad-abad lalu. Salah satu bukti nyata harmonisasi di sana adalah keberadaan patung Panji Margono, seorang tokoh dan pahlawan Lasem berdarah Jawa, di Kelenteng Gie Yong Bio, Lasem. Penghormatan ini jelas sangat luar biasa. Orang Tionghoa biasanya hanya memberi posisi istimewa kepada dewa atau leluhur mereka namun Panji Margono berhasil mendobrak garis batas dan dianggap menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas Tionghoa di Lasem. Menarik banget kan?

Ayo dolan ke Lasem, gaes!
Hai Gaes,

Ada cerita jalan-jalan atau jajan apa hari ini? 

Hmm...kalo aku, sih.... *ga ada yang nanya, ya. LOL.

Kali ini aku lagi pengen memenuhi tantangan dari mbak Winda Oetomo , blogger yang juga seorang Arsitek dan Dwi Septia yang demen banget traveling, nih untuk #ArisanBlogGandjelRel. Jadi mereka berdua adalah pemenang arisan blog Gandjel Rel periode 6. Kali ini mereka melempar tema "Orang yang paling ingin saya ajak traveling". Hmm, siapa ya? tik..tok..tik..tok. 

Sebenarnya ada beberapa orang yang pengeee...eeen banget aku ajak traveling bareng. Tapii...yang paling pertama adalah suamiku. Ciyeeeh.

Dia adalah orang yang sudah 17 tahun lebih hidup bersamaku. Awal-awal menikah, kami berdua masih bisa jalan-jalan berdua saja. Tetapi setelah punya anak, kami berdua jarang banget bisa jalan berdua. Akhir-akhir ini malah aku yang lebih sering bepergian, dan beliau yang jagain anak-anak. Padahal, pengen banget bisa jalan berdua saja dengannya. Kemana...aa, gitu.

Iya sih, setelah punya anak prioritas hidup berubah karena kami harus mendahulukan kepentingan anak-anak daripada kepentingan kami berdua. Banyak lah yang dipertimbangkan ketika hendak memutuskan untuk pergi traveling berdua saja. Mikirin siapa yang bakal jagain anak-anak selama ditinggal, siapa yang nemenin mereka tidur, siapa yang antar jemput mereka sekolah, gimana kalo pas ditinggal ada yang sakit, endebrei..endebrei. Lalu, impian traveling berdua suamipun sirna.

Jika suatu hari, aku dan suami ada kesempatan traveling berdua, pengen banget bisa pergi ke beberapa tempat berikut ini :

Traveling ke Mekkah-Madinah


Pergi ke tanah haram, melakukan ibadah umroh atau haji adalah impian hampir semua umat muslim, termasuk aku dan suami. Impian ini bahkan sudah pernah kami bicarakan sejak awal-awal menikah. Betapa bahagianya membayangkan kami berdua beribadah bersama disana, mengunjungi Raudah, wukuf di Arafah, berdoa di  Jabal Rahmah, bermesraan dengan Dia Yang Maha Kuasa. Semoga Allah SWT ridhoi impianku dan suami dan menjadikan kami berdua tamu di rumahNya segera.

Traveling ke Turki


Gara-gara melihat Om yang sehabis umroh, mampir ke Turki dan naik balon udara di Cappadocia, jadi pengen juga datang kesana. Selain itu pengen juga melihat bangunan-bangunan bersejarah Konstantinopel, naik kapal Mavi Marmara dan bermain bersama burung-burung camar. Kayaknya romantis banget bisa melintas di laut mediteranian gitu, ya. Semoga ada rezeki, suatu saat bisa kesana. Tentu saja, berdua dengan suami.

Napak Tilas Perjalanan Cinta (eciyeeh..)

Aku dan suami sudah mengenal satu sama lain hampir selama 19 tahun. Sebelum menikah, setidaknya ada beberapa kota yang menjadi saksi bagaimana naik turunnya (kayak saham aja) hubungan kami berdua. Gresik, Surabaya, Krian, Bogor, Karawang, Purworejo dan akhirnya bermuara di Semarang. Untuk mengenangnya, pengen banget bisa napak tilas ke kota-kota itu. Pengennya sih, naik motor aja gitu. Kan asyik, bisa traveling santai pake motor cuma berdua aja. 

Sebenarnya banyak banget sih, tempat-tempat yang pengen aku datangi bersama suami. Tapi yang utama, adalah tiga ini sih. Mimpinya ketinggian, yak? Ya gak pa pa lah, gratis ini. Haha. LOL.

Kalau kalian, pengen traveling sama siapa gaes?
Hai Gaes, 

Sudah jalan dan jajan belum hari ini?

Paling seneng kalo acara jalan-jalan atau jajan-jajan kita bisa berjalan dengan lancar ya, gaes. Pernah nggak sih, saat kalian jalan-jalan tapi malah mengalami sesuatu yang bikin mood jalan-jalan kita berubah? Seperti mendadak kaki keseleo, tiba-tiba pusing kepala atau malah pengen pipis melulu alias anyang-anyangan?

Pasti kondisi semacam itu bikin kita langsung bad mood, ya.

Ya iyalah, pasti. Hal-hal seperti itu yang bisa menghambat perjalanan. Kalo cuma pusing kepala sih, bisa diatasi dengan minum obat lalu tidur selama perjalanan. Beres, kan. Kaki keseleo bisa diurut, duduk manis di mobil, beres juga. Lah, kalo anyang-anyangan? Kita musti bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil yang keluarnya juga nggak seberapa banyak. Baru jalan 10 menit udah kebelet pengen pipis lagi, cari SPBU lagi. Kapan atuh nyampenya, gaes? Belum lagi harus nahan nyeri, saat sedang buang air kecil. Duuh, nggak nahan deh.

Nggak cuma kita yang bad mood, teman perjalanan kita pasti juga bakalan bete karena perjalanan nggak nyampe-nyampe juga ke tempat  tujuan. Ini mau jalan-jalan ke tempat wisata atau mau jalan-jalan ke SPBU, sih? Kalo kayak gini sih, bisa dipastikan acara jalan-jalan jadi kacau.

Tapi itu dulu, sebelum aku kenal Prive Uri-Cran. Pengalaman mengalami anyang-anyangan saat traveling membuatku lebih berhati-hati sekarang. Eh, kalian juga musti hati-hati  loh, gaes.

Nah, biar kalian bisa mengantisipasi datangnya anyang-anyangan. Jangan sampai, hal ini juga kejadian sama kalian.


Anyang-anyangan merupakan salah satu indikasi penyakit  infeksi saluran kemih. Gejalanya adalah hasrat ingin buang air kecil besar tapi volume air kencing sedikit, kadang juga disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Nah, ini yang kemarin juga kejadian sama aku.

Penyebabnya apa?

Ternyata  terlalu banyak minum yang berefek diuretik seperti alkohol, kopi, dan teh bisa menyebabkan anyang-anyangan. Huhuu, padahal aku hobi banget minum kopi. Tapi anyang-anyangan bisa juga terjadi karena kehamilan, cemas, otot detrusor tidak stabil, pembesaran prostat, hipertonisitas dasar panggul, interstitial cystitis, dan diverticulitis. Catet, ya!

Penyebab dan Cara Mengatasi Anyang-anyangan

Trus, kalo sudah kena anyang-anyangan kita musti gimana dong?

Ya diobati, lah. Sini deh, aku kasih tahu (karena aku tak punya tempe. LOL)*ini konyol, abaikan.

Jadi, waktu aku kena anyang-anyangan beberapa waktu lalu, aku disarankan untuk mengonsumsi Prive Uri-Cran 1 sampai 2 kali sehari. Prive Uri-Cran ini  mampu mengatasi anyang-anyangan, karena mengandung ekstrak buah cranberry yang berkhasiat menghambat infeksi bakteri dalam saluran kemih. Kadar vitamin C dalam buah cranberry juga cukup tinggi. Selain itu cranberry juga kaya serat makanan, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, quercetin. Jadi, aman lah untuk dikonsumsi.

Prive Uri-Cran, mengatasi anyang-anyangan
 Cara mencegahnya bagaimana? Nih ya, perhatiin supaya kalian nggak kena anyang-anyangan.
  • Jaga kebersihan organ intim. Setelah dibasuh, keringkan dengan handuk atau tissue supaya bakteri tidak berkembang. Tahu sendiri kan, bakteri suka banget berkembang biak di tempat yang lembab.
  • Jangan memakai pakaian dalam terlalu ketat ya, gaes. 
  • Jangan lupa, banyak minum air putih. Kurang minum air putih ternyata juga bisa jadi penyebab anyang-anyangan.
  • Jangan suka menahan pipis. Kalo udah kebelet pipis ya pipis aja, nggak usah ditahan-tahan. 
  • Basuh organ intim dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya. 
  • Bersihkan dudukan toilet (kalo pake toilet duduk) dengan air, keringkan dengan tissue baru kemudian dipakai. 
Buat kalian yang suka traveling, jangan lupa bawa Prive Uri-Cran kemanapun kalian pergi. Anyang-anyangan bisa datang dan pergi tanpa bisa kita prediksi. Nggak ada salahnya kan untuk antisipasi?

Jadi, anyang-anyangan saat traveling? Oh, NO!