Pict by pxhere.com

Hai Gaes,

Ada yang berencana mau liburan ke Jepang dalam waktu dekat? Udah bikin itinerary belum? Kalo belum, aku ada rekomendasi salah satu destinasi wisata yang rekomended nih. Yaah, meski belum pernah ke Jepang tapi boleh dong aku berbagi info tentang Tokyo DisneySea. 

Diantara banyak taman bermain yang ada di dunia ini, Tokyo DisneySea adalah salah satu yang terbaik. Bukan sekedar pujian belaka, namun tempat wisata di Jepang ini memiliki banyak keistimewaan dibandingkan dengan taman bermain serupa. Bahkan boleh dibilang, Tokyo DisneySea lebih seru ketimbang Disneyland-nya sendiri. Terutama buat kamu yang ingin menikmati berbagai wahana yang seru sampai malam hari.

Lebih Atraktif

Dibangun di tepi pantai dengan beberapa wahana yang berbasis air, Tokyo DisneySea memiliki atraksi yang menarik. Seperti Mysterious Island yang akan membawamu menuju pusat Bumi dengan ketegangan luar biasa. Hanya yang sudah memiliki tinggi di atas 117 cm dan tidak sedang hamil yang boleh masuk ke tempat ini. Kebayang serunya kan?

Selain itu wahana lain yang juga jadi favorit di Tokyo DisneySea adalah American Waterfront. Ini adalah gedung bertingkat yang penuh dengan terror, yang pada waktu tertentu menampilkan suasana dari kisah tertentu. Untuk periode sampai 20 Maret nanti, kamu bisa menikmati Tower of Terror: Level 13 “Shadow of Shiriki” yang menampilkan ketegangan dari ketinggian, tempat-tempat yang gelap dan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Pict by pxhere.com

Selain bermain di wahana yang penuh dengan ketegangan, kamu juga bisa santai bersama keluarga di DisneySea Port Discovery. Di sini ada banyak atraksi menyenangkan yang cocok buat balita sampai orang dewasa. Mulai dari pertunjukan Nemo and Friends, bermain perahu lucu di Aquatopia, naik kereta api listrik yang modelnya klasik, semuanya ada di Port Discovery. Dan ada banyak wahana lain yang hanya akan kamu temukan di tempat wisata di Jepang ini.

Transportasi Berbasis Air

Ada Transit Steamer Line, sebuah perahu yang akan membawamu jalan-jalan keliling Tokyo Disneyland dengan nyaman dan seru. Masing-masing wahana memiliki perahu dengan modelnya sendiri-sendiri. Ada yang berbentuk tradisional ala Asia Tenggara, ada pula perahu cantik seperti yang ada di negeri dongeng.

Di antara beberapa Transit Steamer Line, perahu yang ada di Gondola Venetia adalah yang paling diburu oleh wisatawan yang datang ke Tokyo DisneySea. Di sini, kamu bisa merasakan romantisnya naik gondola tanpa perlu pergi jauh ke Italia. 

Pict by wikipedia.org

Rasanya Tidak Seperti di Jepang

Begitu masuk ke dalam Tokyo DisneySea, kamu seolah terisap ke dunia Disney yang tak nyata. Tempatnya ditata sedemikian rupa sehingga tak ada kesan Tokyo sama sekali di wahana  wisata ini. Pemandangan sepanjang hari pun berbeda dengan Tokyo pada umumnya, dengan pohon-pohon palem menjulang dan air di mana-mana, lokasi yang membuatmu bakal merasa seperti di tengah negeri dongeng ketimbang di pusat kota Tokyo.

Tidak Sangat Disney

Lalu apa gunanya ke Disneyland kalau tidak sangat Disney? Mungkin itu pertanyaan yang bakal terlontar. Di sinilah letak keseruan liburan di Tokyo DisneySea. Kamu akan dibawa ke dunia dongeng, namun dengan sisi yang berbeda dari Disney yang cantik dan imut. Tokyo DisneySea lebih menantang, tanpa kastil raksasa dan Mickey Mouse yang jalan-jalan bareng Cinderella. 

Dengan wahana yang lebih menantang dan pengalaman yang lebih seru di atas dan di bawah lautnya, Tokyo DisneySea adalah cara lain untuk menikmati dunia dongeng dari pagi sampai malam hari.

Pict by wikipedia.org

Tips Liburan di Tokyo DisneySea

Wahana wisata ini sangat luas dan punya banyak tempat yang pastinya sayang untuk dilewatkan. Agar lebih puas, lebih baik menginap di dalam lokasi wisata atau di dekat Tokyo DisneySea. Sangat disarankan pula untuk membeli tiket terusan selama dua hari agar bisa menikmati semua wahana di tempat ini dengan puas. Agar lebih murah, kamu bisa membeli tiket Tokyo DisneySea secara online dan bisa kamu beli di Indonesia. Gampang banget dan pastinya banyak diskon.

Nggak heran kalau Tokyo DisneySea jadi tempat wisata di Jepang yang selalu ramai oleh wisatawan. Dan banyak yang mencari informasi tentang tempat ini di Traveloka Aktivitas & Rekreasi, tempat kamu bisa mencari referensi secara lebih lengkap. Selamat menjelajah Tokyo DisneySea, gaes!


Hai Gaes,

Awal Desember lalu, aku bersama teman-teman travel blogger berkunjung ke Kabupaten Brebes. Kabarnya kami akan diajak mengeksplor sebuah destinasi wisata disana.

Serius lo? Brebes punya tempat wisata?

Brebes identik dengan bawang merah dan telur asinnya. Makanya, sebagian besar orang pasti menyangsikan kalo Brebes ternyata punya potensi wisata *termasuk aku. LOL. Tahu sendiri kan, Brebes merupakan daerah pesisir yang kondisi pantainya nggak menarik untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Makanya, aku nggak pernah kepikiran untuk datang berwisata ke Brebes. Seringnya lewat doang.

Ternyataaaa...., aku salah besar sodara-sodara *tutup muka pake sarung.

Brebes kini sedang bergerak untuk membenahi potensi wisatanya. Bahkan kini, Kabupaten Brebes sedang aktif dalam revitalisasi wisata antara lain revitalisasi wisata gunung yang berpusat di Kaligua,  revitalisasi wisata pantai dengan trekking mangrove di Pandansari dan Sawojajar, dan revitalisasi wisata susur sungai dan body rafting di Ranto Canyon, Salem.

Akhirnya aku dan sepuluh orang blogger lain pun berangkat menuju Brebes menggunakan kereta api. Kami berangkat pukul 5 sore dan tiba di stasiun Tegal sekitar pukul 8 malam. Sambil menunggu jemputan, kami menyempatkan untuk jalan-jalan di sekitar stasiun Tegal dan mencari makan. Akhirnya semua sepakat untuk makan sate ayam kodian (baru nemu ini) yang ternyata dagingnya gede-gede banget. Makan lima tusuk aja kenyangnya minta ampun (sayangnya ga sempat motoin).

Setelah menunggu cukup lama, kami dijemput menggunakan dua mobil. Mobil yang kutumpangi, melaju kencang meninggalkan mobil yang satunya. Untung aja, kami nggak mabuk karenanya.

Mobil berhenti di sebuah bangunan mirip pendopo yang ternyata adalah sebuah sanggar. Setelah registrasi kami dipersilahkan memilih kalung dengan bandul capit kepiting dan kerang. Aku sendiri memilih kalung dengan bandul kerang, yang kebetulan tinggal satu doang. Biar nggak sama dengan yang lain. Hihi...

Setelah registrasi, kami diantar menuju homestay yang letaknya tak begitu jauh dari sanggar. Homestay di Desa Wisata Mangrove Pandansari ini adalah rumah-rumah penduduk yang memang disiapkan untuk tamu-tamu yang berkunjung. Meski sederhana tetapi tempat tidur yang disediakan cukup rapi dan bersih. Kami pun beristirahat dengan nyaman.

Pagi harinya aku terbangun karena aroma ikan goreng. Indera penciumanku emang tajam kalo mencium bau-bau makanan. Hihi.. Setelah mandi dan bersiap, aku menuju ruang tamu untuk sarapan. Telur dadar, ikan goreng yang disajikan bersama sambal kecap menanti untuk disantap.

Bahkan yang belum mandi pun ikut sarapan. LOL

Setelah sarapan, kami berkumpul di homestay sebelah dimana teman-teman lain menginap. Rupanya mereka juga tengah bersiap. Menurut jadwal sih, kami akan diajak menyusuri hutan Mangrove dan sekitarnya. Tak berapa lama mobil jemputan yang akan mengantar kami ke sanggar pun datang.

Sesampainya di sanggar, kami disambut oleh para penggiat wisata dari Brebes. Selain kami, rupanya kegiatan ini juga dihadiri oleh para pengurus pokdarwis dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Kami berkenalan dengan Pak Auky alias Bang Bas yang sangat komunikatif. Dari beliau akhirnya kami tahu bahwa Desa Wisata Mangrove Pandansari dan wisata Brebes lainnya ini ada berkat ide "GILA" alias Gerakan Insan Lestarikan Alam. Pak Auky dengan berapi-api menceritakan bagaimana akhirnya proyek ini berjalan. Aku dan teman-teman cuma bisa manggut-manggut aja mendengar penjelasan beliau.

Sebelum berangkat menuju hutan Mangrove, kami sempat mendengarkan paparan Pak Hadi mengenai site plan Desa Wisata Mangrove Pandansari. Ide ini bermula dari keprihatinan Pak Hadi pada  kondisi lingkungannya yang rusak akibat abrasi dan ulah oknum yang tidak bijak dalam memanfaatkan lingkungan. Makanya untuk mengembalikan kondisi alam yang telah rusak, Pak Hadi bekerja keras mengupayakannya dengan melakukan rekontruksi, vegetasi serta rehabilitasi di wilayahnya. Nah, sekarang buah kerja kerasnya mulai menampakkan hasil.

Tak menunggu lama, Pak Auky langsung mengajak kami mengeksplor hutan Mangrove. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke pintu gerbang Desa Wisata Mangrove Pandansari. Di kiri kanan jalan setapak menuju lokasi, ada kios-kios yang berjajar dengan berbagai dagangannya. Kami pun sempat mampir untuk melihat-lihat. Oh iya, untuk masuk ke kawasan hutan mangrove ini kita musti membeli tiket sebesar 15 ribu untuk hari biasa dan 20 ribu untuk hari libur. Nggak mahal, kan. 

Pict by Mb Mechta Deera : Pintu masuk Desa Wisata Mangrove Pandansari
Di sebuah kios seni
Ada udang, kerang dan kepiting yang siap santap loh
Perahu-perahu yang siap mengantar ke Wisata Taman Mangrove Pandansari

Lalu sampailah kami di sebuah dermaga. Rupanya kita harus menggunakan perahu untuk menuju lokasi Hutan Mangrove Pandansari. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di sana. Sepanjang perjalanan menggunakan perahu, kita bisa menikmati pemandangan. Bahkan kalo sedang beruntung, kita bisa bertemu dengan koloni burung kuntul yang hinggap di dahan-dahan pohon mangrove.

Terlihat jalur trekking seperti jembatan sepanjang sekitar 700 meter yang nampak mulai ramai dengan lalu lalang pengunjung. Jalur ini merupakan bantuan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes. Masyarakat lalu melakukan swadaya membangun lagi jalur sepanjang 1800 meter yang dibantu oleh Dinas Perikanan, CSR dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Animo masyarakat terhadap wisata hutan Mangrove ini ternyata cukup besar.  Jika hari biasa pengunjung bisa mencapai rata-rata 500-700 orang, namun pada akhir pekan atau saat liburan, jumlah pengunjung akan melonjak hingga tiga kali lipat. Pastinya jalur trekking hutan Mangrove bakalan padat saat libur tiba.

Kalian  yang akan berwisata di hutan Mangrove Pandansari ini nggak usah takut kelaperan ya, karena di sepanjang jalur berjajar warung-warung penjual makanan. Ada sekitar 60 warung yang bisa dipilih. Mau makan ala resto, mau minuman segar ada semua. Yang penting, jangan lupa bawa dompet karena di sini nggak ada yang bisa ngasih kas bon. Hihi...

Wisata hutan Mangrove ini juga menyediakan spot-spot foto yang asik punya. Ada jembatan cinta yang ber cat pink, ada jalur trekking yang dicat warna-warni, dan beberapa spot lain yang ditempatkan di jalur trekking hutan Mangrove ini.

Lumayan instagramable yah

Selain spot-spot foto yang menarik, hutan Magrove ini memiliki gardu pandang setinggi 25 meter. Kita bisa menaikinya bergiliran untuk melihat pemandangan dari atas. Kalo sedang beruntung, kita bisa melihat puncak gunung Slamet loh dari gardu pandang ini. Sayangnya, cuaca waktu itu sedang berawan, jadi puncak gunung yang dimaksud nggak keliatan deh. Tapi, kekecewaan berganti dengan pemandangan laut di kejauhan dan hijaunya hutan Mangrove seluas 253 hektar ini.

Pemandangan dari gardu pandang

Berkeliling hutan Mangrove sepanjang 1,8 km tak membuat kami mati gaya dan bosan karena kecapekan. Bahkan sepanjang perjalanan, kami selalu dihibur dengan banyolan-banyolan Pak Auky. Nggak melulu guyon, sih. Pak Auky juga sangat informatif pada kami. Adaaa aja, topik yang beliau sampaikan. Bahkan kami juga dibuat tertarik pada tingkah ikan yang bergerak diantara akar-akar mangrove. Aku baru tahu kalo ikan itu ternyata memiliki nama berbeda. Kalo betina namanya ikan salamander, sedangkan yang jantan namanya glodog. Ikan-ikan ini kompetitif banget karena suka berkelahi untuk rebutan rumah (mungkin pas rebutan cewek juga kali, yah. LOL).

Pengelola wisata hutan Mangrove ini sudah sangat siap menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata yang ideal. Buktinya fasilitas-fasilitas seperti toilet, mushola hingga warung-warung pengusir rasa lapar sudah tersedia. Sampah-sampah pun tak nampak berserakan karena ada tempat sampah di tiap-tiap sudutnya. Sudah laaaah, santai-santai aja kalian kalo sedang berwisata di sana.

Akhirnya petualangan kami menyusuri hutan Mangrove berakhir di warung es kelapa muda. Ya Allah, segarnya menikmati segelas es kelapa muda saat haus melanda. Untunglah, kami dengan mudah menemukan warung yang berjajar di sisi sungai buatan di tengah hutan Mangrove.

Setelah puas menikmati es kelapa muda, kamipun kembali ke dermaga untuk melanjutkan perjalanan berikutnya ke Pulau Cemara. Sebelum perahu yang akan membawa kami siap, beberapa teman melaksanakan sholat dhuhur di mushola yang terletak di dekat dermaga. Kami juga berkenalan dengan mas Fahmi yang mengelola Ranto Canyon, destinasi wisata di Kecamatan Salem yang terkenal dengan wisata body raftingnya. Kapan-kapan kami akan kesana, loh gaes.

Perjalanan menggunakan perahu menuju Pulau Cemara dan keseruan bermain di Pulau Cemara, akan aku tulis di bagian dua. Pastikan kalian baca cerita seru kami ya!



Hai Gaes,

Libur akhir tahun biasanya dimanfaatkan dengan traveling. Entah itu traveling bareng teman, traveling bareng keluarga atau solo traveling. Meski dalam kondisi “peak season” tapi nyatanya banyak juga yang bisa traveling dengan tenang. Ya iya lah, biasanya banyak yang sudah mempersiapkan semua keperluan travelingnya jauh-jauh hari. Mulai dari tiket, penginapan, barang-barang bawaan hingga uang tentu saja.

Saat hendak traveling, sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal terutama untuk barang bawaan. Pilih barang bawaan yang betul-betul penting dan kita butuhkan saat traveling. Jangan sampai kita terlalu banyak membawa barang yang nggak perlu, karena hal itu malah bisa menghambat mobilitas kita.

Salah satu barang penting yang wajib diperhatikan saat akan traveling adalah sepatu. Jangan anggap remeh pemilihan sepatu untuk traveling, karena kalo salah pilih perjalanan kita bisa terhambat karenanya.

Nah, supaya nggak salah, perhatikan 5 hal ini saat memilih sepatu untuk traveling, ya!

Pilih Sepatu yang Cocok Dengan Tujuan Traveling

Sebelum memilih sepatu untuk traveling, pastikan terlebih dulu destinasi wisata mana saja yang akan jadi tujuan traveling kita. Kalau tujuannya ke gunung atau lebih banyak trekking, lebih baik bawa sepatu khusus hiking atau sandal gunung. Kalo tujuannya lebih banyak ke pantai, akan lebih cocok bila kita memilih water shoes.

• Pilih Sepatu Yang Aman dan Nyaman di Kaki

Kadang kita sering mengabaikan kenyamanan dan keamanan saat memakai sepatu hanya karena tampilan sepatunya yang menurut kita keren. Lebih baik membawa sepatu yang sesuai dengan peruntukannya serta aman dan nyaman di kaki. Aku pernah punya pengalaman nggak mengenakkan soal ini. Waktu itu aku ngotot membawa sepatu yang baru aku beli saat traveling ke Labuan Bajo. Ternyata sepatu baru itu membuat kakiku lecet. Akibatnya bisa ditebak dong, mau gerak aja jadi susah. Sejak itu jadi kapok pakai sepatu hanya karena kepengen gaya-gayaan.

Baca juga : Tiga Hari Dua Malam Penuh Kesan bersama Insto di Labuan Bajo

• Bawa Sepatu Yang Multifungsi

Pict source by Pixabay

Kalo nggak memungkinkan untuk membawa sepatu cadangan, mungkin kita bisa pilih sneakers untuk dibawa. Sneakers merupakan sepatu yang bisa dibilang serbaguna karena bisa dipakai di setiap kondisi atau keadaan. Sneakers bisa menggantikan peran sepatu wedges, flat shoes bahkan high heel untuk dipadupadankan dengan baju casual maupun dress.

• Pastikan Ukuran Sepatu Pas Dengan Ukuran Kaki

Pernah nggak punya pengalaman memakai sepatu yang nggak sesuai dengan ukuran kaki kita? Gimana rasanya? Pasti nggak nyaman dan bisa bikin kita bete sepanjang perjalanan. Makanya, pastikan sepatu yang akan kita bawa selama traveling berukuran pas, tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Ukuran sepatu yang tidak pas bisa mempengaruhi kenyamanan saat memakai sepatu tersebut.

• Bawa Sepatu Cadangan
Pict source by Matahari Mall

Saat traveling, kadang kita tak cukup hanya membawa sepasang sepatu. Sepatu cadangan itu biasanya sebagai antisipasi apabila terjadi sesuatu dengan sepatu yang kita pakai. Ya, kita kan nggak selalu bisa memprediksi kondisi di tujuan traveling kita, ya. Nggak ada salahnya kita selipkan lagi sepasang sepatu cadangan di dalam tas sepatu traveling kita. Siapa tahu, di tempat traveling kita butuhkan.

Traveling adalah suatu perjalanan yang akan membawa kita pada satu pengalaman. Jadi, jangan sampai kita mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan hanya karena sesuatu yang remeh. Lakukan persiapan dengan matang, agar kita bisa traveling dengan menyenangkan.

Hai Gaes,

Akhir tahun adalah waktunya untuk liburan. Sudah punya rencana traveling kemana, nih? Traveling di dalam negeri atau keluar negeri? 

Traveling kemanapun baik di dalam maupun luar negeri tentunya butuh persiapan ya, gaes. Nggak mau dong, acara traveling kita rusak hanya karena persiapan yang kurang?  

Apa aja sih yang biasanya perlu disiapin sebelum traveling? 

Pertama, kita pasti harus menentukan tujuan liburan kita dan waktunya. Kalo sudah kita tentukan tujuan dan waktunya, kita akan dengan mudah menentukan budgetnya. Masa iya sih, kita mau liburan tapi nggak jelas tujuannya mau kemana dan berapa lama waktunya? 

Kedua, kita musti nyiapin budget khusus buat traveling. Pastinya ini sudah kita pikirkan jauh-jauh hari ya. Budgetnya tentu harus disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan traveling kita. Kalo misalnya kita cuma mampu nginep di homestay ya nggak usah maksain nginep di hotel. Kalo mampunya makan di warung, nggak usah juga maksain makan di restoran mahal. Bisa-bisa kita musti ninggalin KTP buat bayar hotel dan makan. Hihi... Lain hal nya kalo kita traveling bareng teman atau sahabat, karena kita bisa share cost biaya traveling dengan mereka.

Ketiga, menyiapkan barang bawaan. Nah, ini wajib diperhatikan nih. Kadang kita sering abai dengan persiapan barang bawaan. Kadang karena kurang teliti, ada saja barang bawaan yang tertinggal. Akibatnya kita panik ketika sudah sampai di tempat tujuan. Ada baiknya, kita bikin list atau daftar barang yang harus dibawa saat traveling. 

Nah, apa aja sih barang yang wajib dibawa saat kita traveling?

1. Dry Bag


Selain travel bag, kita juga butuh dry bag. Tas anti air ini berfungsi melindungi barang-barang kita seperti dokumen perjalanan, dompet, gadget hingga pakaian dari kebasahan. Bayangin kalo kita mendadak kehujanan ditengah perjalanan. Bisa-bisa basah semua barang-barang penting kita.

2. Gadget



Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat mengandalkan gadget. Sebagian besar aktivitas online kita lakukan dengan gadget. Kita bisa browsing, bisa chatting, bisa melakukan transaksi hingga mengirim email. Jadi, nggak salah dong kalo kita masukan gadget ke dalam daftar barang yang wajib dibawa saat traveling. Kalo kalian gimana? Pilih ketinggalan gadget atau ketinggalan dompet?

3. Kamera



Traveling tanpa bawa kamera bagaikan makan nasi tanpa sayur. Hambar nggak ada rasanya. Masa sih kita mau melewatkan momen penting saat traveling? Saat ini ada banyak sekali jenis kamera yang bisa dipilih. Mulai dari kamera saku (compact camera), bridge camera (prosumer), kamera mirrorless, kamera aksi (action camera), kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR), kamera video, kamera Medium Format dan Boutique Camera. Wow, ternyata banyak ya jenisnya. Kalian sudah punya yang mana?Aku sih baru punya action camera. Pengen deh, tahun depan punya kamera DSLR terbaru 2017. Biar pengalaman travelingku bisa terdokumentasi dengan baik.

Baca juga :   Tiga Hari Dua Malam Penuh Kesan bersama Insto di Labuan Bajo

4. Power Bank

Pernah nggak ketika sedang asyik telpon-telponan tiba-tiba handphone kita mati karena kehabisan baterai? Sedangkan kita berada di lokasi yang jauh dari jaungkauan listrik. Bete banget pastinya, ya. Nah, salah satu benda kecil tapi memiliki manfaat besar adalah power bank. Power bank adalah penyelamat saat gadget kita kehabisan daya. Masukkan benda ini ke dalam daftar barang yang wajib dibawa saat traveling, ya.

5. Perlengkapan P3K atau (First Aid Kit)


Seringkali saat traveling kita mengabaikan barang ini. Yups, obat-obatan atau perlengkapan P3K. Kadang ada kejadian tak terduga yang membuat kita terluka. Seperti beberapa waktu lalu saat aku bermain di Pink Beach, telapak dan jari kakiku terkena karang dan terluka cukup dalam. Sayangnya waktu itu aku nggak bawa perlengkapan P3K. Bisa ditebak, darah terus menerus mengucur dari luka di kakiku. Kebayang kan, gimana rasanya? Jadi ingat gaes, perlengkapan P3K ini wajib ada di tas traveling kalian.

6. Toiletries

Aku termasuk orang yang mau repot bawa peralatan toiletries kemanapun. Beberapa hand and body lotion, sunblock, moisturizer hingga lotion anti nyamuk pun ada. Aku paling nggak nyaman kalau harus minta atau pinjam toiletries dari orang lain. Kalo sedang traveling aku pasti bawa toiletries lengkap meski dalam bentuk kecil. Tak lupa hand sanitizer karena meski sedang traveling kita juga musti jaga kebersihan. Nggak mau dong, pulang traveling malah sakit gara-gara kurang memperhatikan menjaga kebersihan diri?

7. Travel Vacuum Bag


Sebelum kenal travel vacum bag, aku memakai kantung plastik biasa untuk memisahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih. Sayangnya, travel bag jadi nggak rapi karena plastik yang menggelembung. Nah, kalo travel vacuum bag ini tidak akan menggelembung. Plastik ini juga kedap air, jadi nggak khawatir pakaian lain akan kebasahan. Travel bag pun jadi lebih rapi karenanya. Travel vacuum bag ini banyak dijual di toko-toko online terpercaya, kok. Kalian bisa membelinya untuk persiapan traveling.

8. Notebook (buku catatan)

Aku punya kebiasaan membawa buku catatan meski berukuran kecil. Biasanya sih untuk mencatat sesuatu yang nggak bisa kita catat di gadget. Siapa tahu di tengah perjalanan kita mendapatkan inspirasi dari hal-hal yang kita temui di jalan. Bisa juga untuk mencatat ide yang terlintas dan hal-hal menarik lain, supaya nggak cepat menguap.

9. Kacamata


Kacamata ini nggak cuma dipakai untuk gaya-gayaan saja tapi juga mampu melindungi mata kita dari silaunya sinar matahari dan cahaya ultra violet yang dapat merusak mata. Selain itu, kacamata bisa melindungi mata kita dari debu saat sedang berkendara. Kita juga bisa terhindar dari migrain dan sakit kepala yang melanda ketika matahari sedang terik.

10. Sepatu yang Nyaman


Ketika traveling, aku lebih suka memakai sneakers. Langkah kaki jadi terasa lebih ringan, kaki juga nyaman. Salah satu hal yang paling penting saat traveling menurutku adalah memilih alas kaki yang tepat. Karena kita akan lebih banyak bergerak, sepatu flat, sepatu olahraga atau sneakers merupakan pilihan tepat. Jangan sampai traveling terganggu hanya karena salah pilih sepatu ya, gaes. Oh iya, kalo perlu kita juga bawa sandal sebagai cadangan. Apalagi buat kalian yang berencana untuk berwisata di pantai.

Nah, itulah daftar 10 barang yang wajib dibawa saat traveling. Jangan sampai lupa masukkan 10 barang ini ke dalam daftar barang yang musti kalian bawa.

Jadiiii...., sudah siap untuk traveling, gaes?


Hai Gaes,

Nggak terasa kita sudah ada di penghujung tahun 2017, ya. Sudah jalan kemana aja tahun ini? Sudah "goal" semua kah destinasi impiannya? 

Alhamdulillah, di penghujung tahun ini aku diberi rezeki bisa jalan-jalan ke destinasi wisata yang jadi impianku sejak dulu. 

Labuan Bajo. 

Aku menyebutnya sebagai asa yang menjadi nyata. Labuan Bajo adalah sebuah angan-angan yang jadi kenyataan. Yups, aku benar-benar beruntung akhirnya bisa menginjakkan kaki disana. Di negeri timur Indonesia, negeri nan indah memesona.

Aku bersama 20 orang lain akan mengeksplor Labuan Bajo selama 3 hari 2 malam menggunakan kapal semi phinisi. Tanggal 23 November 2017, aku berangkat dari Semarang dengan pesawat paling pagi menuju Cengkareng. Meeting point kami memang di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Pesawat dari Jakarta menuju Labuan Bajo take off sekitar pukul 10.20 WIB. 

Kami akan terbang menggunakan pesawat dengan seat 2-2 dan kapasitas penumpang hanya 70an orang. Perjalanan dari Jakarta ke Labuan Bajo memakan waktu kurang lebih 2 jam. Aku yang sudah lama nggak naik pesawat cukup nervous saat awak kabin mengumumkan bahwa penerbangan kami berada dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Kulihat diluar jendela hanya awan kelabu yang terlihat. Aku memejamkan mata dan mencoba untuk tidur tapi tak bisa. Kepalaku mendadak pusing, mual dan keringat dingin mulai bercucuran. Untunglah cuaca buruk tidak berlangsung lama. Awak kabin memberitahukan bahwa dalam beberapa menit pesawat akan segera landing di Bandar Udara Komodo. Diluar jendela pemandangan berubah. Terlihat hamparan laut biru dengan pulau-pulau kecil bertebaran. Aku bernafas lega meskipun kepalaku masih sakit dan perut masih mual.

Pesawat akhirnya landing dengan mulus di Bandara Komodo. Kami tiba di Bandar Udara Komodo sekitar pukul 14.00 WITA (beda waktu satu jam). Udara panas khas dataran Nusa Tenggara Timur langsung menyeruak. Perutku masih mual. Mungkin ini ya yang namanya jet lag. Meski begitu, aku sempat meminta teman untuk mengambilkan gambar di depan bandara *biarpun jet lag, narsis tetep wajib. LOL.



Belum puas mengambil gambar, kami semua sudah diminta pergi (diusir dengan halus. LOL) oleh petugas bandara. Hihi, maafkan kami ya pak.

Aku dan teman-teman segera beranjak menuju ruang bandara untuk mengambil bagasi. Kepalaku masih sedikit pusing, sampai-sampai tak menyadari ada seseorang yang menyapa. Rupanya dia adalah teman blogger Lombok yang juga teman satu komunitas di Semarang.

Urusan bagasi selesai kami keluar bandara dimana tour guide kami sudah menjemput. Tour guide kami ini merupakan penduduk setempat yang akan mengantar kami selama 3 hari 2 malam mengeksplor Labuan Bajo. Menggunakan bus, kami menuju ke pelabuhan yang berjarak kurang lebih 15 menit dari bandara.

Kami sempat berhenti di Puncak Waringin. Sebuah lokasi yang cukup pas untuk mengambil gambar pelabuhan dengan kapal-kapalnya yang berjajar. kami dipersilahkan untuk mengambil gambar. Aku sendiri nggak bisa fokus mengambil gambar, karena di tempat ini aku sempat mengeluarkan semua isi perutku (maaf ya jadi ikutan mual. LOL).

Pemandangan dari Puncak Waringin
Setelah puas mengambil gambar, kami melanjutkan perjalanan yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Kurang lebih 5 menit kemudian rombongan kami tiba di pelabuhan Labuan Bajo. Aroma laut menyeruak  hingga ke paru-paru. Rasa mual dan pusingku mendadak hilang begitu melihat kapal semi phinisi yang akan membawa kami berlayar selama 3 hari 2 malam mengitari kawasan Komodo National Park.

Live on Board 3 Hari 2 Malam, Petualangan pun Dimulai

Jadi, aku dan teman-teman seperjalananku akan berpetualang selama 3 hari 2 malam diatas kapal. Kami dibagi menjadi 2 kelompok dan akan berlayar dengan kapal yang berbeda. Tim biru berada di kapal Lambo Rajo, sedangkan tim hijau di kapal Lensa Flores. Aku dan 8 orang lainnya berada di kapal Lensa Flores. Kami bergantian diantar menuju kapal masing-masing menggunakan sekoci karena kapal nggak bisa bersandar di dermaga. Kapal ini memiliki 1 kamar VIP yang bisa dipakai untuk 2 orang dan 3 kamar dengan bunk bed yang bisa dipakai untuk 4 orang di lantai bagian bawah. Meski akan tinggal di kapal selama 3 hari 2 malam, tapi kami nggak khawatir karena fsilitas yang disediakan mirip seperti fasilitas hotel. Mulai dari tempat untuk beristirahat, kamar mandi yang lumayan bagus kondisi dan suplai air nya, makanan dan minuman hingga tempat untuk bersantai. Mungkin hanya sinyal aja yang kadang menghilang. Tapi bagus juga sih, setidaknya kami jadi fokus dengan liburan kali ini. Hihi...

Kapal Lensa Flores
Kamar VIP di kapal Lensa Flores. Ini kamarku selama 3 hari 2 malam

Setelah meletakkan tas di kamar dan melihat-lihat ke sekeliling kapal, aku beranjak turun. Teman-teman yang lain juga berkumpul di depan mini bar sambil menikmati jus buah naga yang sudah disiapkan. Kami mendengarkan penjelasan tour guide yang mengatakan bahwa tujuan pertama kami adalah Pulau Kelor yang letaknya tak begitu jauh dari pelabuhan. Kami hanya perlu menempuh perjalanan selama 30 menit saja.

Pulau Kelor adalah sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau inilah yang biasanya kalian lihat ketika kalian googling tentang Labuan Bajo. Aku dan beberapa teman sempat berpose dan mengambil gambar di depan sebuah pohon yang disebut pohon google. Mungkin karena pohon ini yang sering muncul di pencarian google, ya.

Langsung jatuh cinta pada pantainya
Ekspresi bahagia

Pulau Kelor ini berpasir putih dengan air laut yang tenang. Saya memilih menikmati suasana dengan bermain air dan melihat-lihat ke sekeliling pantai, sedangkan teman lain ada yang trekking ke atas bukit dan ada juga yang langsung nyebur untuk snorkling.

Sayangnya kami nggak bisa berlama-lama dan menikmati sunset di pulau Kelor karena cuaca mendung dan hujan mulai turun. Kami pun harus kembali ke kapal sebelum kehujanan dan melanjutkan perjalanan. Kapal yang kami tumpangi kembali membelah lautan, melewati pulau-pulau tak berpenghuni dan akhirnya bersandar di sekitar pulau Kambing.

Malamnya kami berkumpul di anjungan kapal dan berbaring menatap langit yang penuh bintang. Syahdu banget. Sayangnya semakin malam angin laut semakin basah, membuta kami harus kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Petualangan baru menanti esok pagi.

Menaklukkan Puncak Padar dan Serunya Syuting My Trip My Adventure

Aku terbangun saat mendengar bunyi mesin kapal mulai menderu. Hampir semalaman aku nggak bisa tidur karena AC kamar yang kurang dingin. Selain itu karena ingat anak-anak dan suami yang jauh di sana *halah. LOL.

Setelah mandi dan bersiap, aku keluar kamar dan duduk di sun lounge. Beberapa teman sudah berkumpul. Sepertinya semuanya sudah siap untuk bertualang ke tempat baru. Kata tour guide kami, hari kedua ini kami akan ke Pulau Padar dan trekking menuju puncaknya.

Hari ini kami juga ada jadwal syuting bersama tim My Trip My Adventure dari Trans TV. Ini merupakan kali kedua aku ikutan syuting MTMA bersama Insto. Tahun lalu aku sempat ikut ketika mendapat hadiah liburan impian ke Gili Trawangan. Jadi sedikit banyak aku sudah paham bagaimana akan melelahkannya menjalani syuting MTMA.

Bersiap menuju Pulau Padar
Bergiliran diantar memakai sekoci
Berpose dulu sebelum trekking
Untung ada tangga

Pulau Padar rupanya sedang berbenah. Untuk memudahkan para wisatawan yang ingin menuju puncak, kini sedang dibangun tangga dan jalur trekking. Meskipun ada yang menganggap pembangunan jalur trekking di Pulau Padar ini merusak lingkungan, tetapi sebagian wisatawan pasti setuju kalo adanya tangga dan jalur trekking ini cukup membantu wisatawan.

Untuk menuju puncak, kami harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilometer dengan ketinggian 1600 meter. Meski langkah mulai berat, nafas mulai tersengal aku berusaha menantang diri sendiri untuk bisa sampai ke puncak. Aku sedikit terbantu dengan jalur trekking yang dibuat warga setempat, meski untuk sampai ke puncak masih ada jalur yang masih berbatu dan cukup terjal. Aku harus berhati-hati agar tidak terjatuh.

Akhirnya setelah bersusah payah dan berlelah-lelah, aku bisa sampai puncak Padar. Hilang sudah rasa lelah berganti dengan rasa takjub ketika memandang ke sekeliling. Pemandangan yang biasanya hanya bisa aku saksikan melalui televisi atau gambar, kini bisa aku lihat secara langsung di depan mataku. Berkali-kali aku mengucap syukur karena bisa menginjakkan kaki di tempat ini.

Akhirnya sampai puncak juga

Meski belum puas mengabadikan momen di puncak Padar, kami harus segera mengikuti kegiatan syuting MTMA. Kami bertemu dengan para kru dan host MTMA yang sudah menunggu kami sejak subuh. Setelah mendengar arahan dari kru untuk pengambilan gambar, kami mulai syuting dan mengambil adegan demi adegan. Meski harus mengalami beberapa kali retake tapi suasana syuting tetap seru karena para host cukup interaktif dengan kami.

Pada kesempatan syuting kali ini aku kembali bertemu dengan Rikas Harsa setelah tahun lalu juga syuting bersama. Selain Rikas, ada juga Widika dan Della yang turut syuting MTMA Labuan Bajo edisi khusus bersama Insto.

Akhirnya ketemu lagi sama dia

Proses syuting akhirnya selesai ketika matahari mulai meninggi. Matahari semakin terik, udara makin terasa kering, peluh pun mulai bercucuran. Kami harus segera kembali ke kapal dan melanjutkan syuting di kapal dan Pink Beach. 

Meski ini bukan kali pertama ikut syuting MTMA, tapi tetap saja aku merasa excited karena tiap pengalaman pasti memiliki sensasi yang berbeda. Selain lokasinya yang lebih menantang, syuting kali ini lebih banyak peserta yang bisa interaktif dan terlibat dalam pengambilan gambar.

Setelah kembali ke kapal dan makan siang, syuting dilanjutkan diatas kapal Lensa Flores. Kami seru-seruan diajak berjoget ala My Trip My Adventure. Setelah itu beberapa diantara kami ditantang untuk ikut nyemplung ke laut dengan melompat dari atas kapal. Aku sih cuma bisa melihat aja dari atas karena aku nggak bisa berenang. Takut tenggelam, euy. Hihi..

Salah satu kegiatan syuting di laut

Setelah pengambilan gambar dirasa cukup, teman-teman dan host MTMA naik ke kapal karena kami harus segera berpindah tempat ke Pink Beach. Perjalanan menuju Pink Beach membutuhkan waktu sekitar 30 menit. 

Akhirnya sampai di Pink Beach

Tadinya aku pikir warna pasir Pink Beach akan benar-benar berwarna pink seperti namanya, tapi ternyata dugaanku salah. Warna pink pada pantainya ternyata telah memudar. Katanya sih gara-gara banyak wisatawan yang mengambil pasirnya untuk dibawa pulang, jadi lama kelamaan warna pasir jadi memudar. Sayang banget, ya. 

Di Pink Beach ini kami melanjutkan syuting sesi ketiga. Ada beberapa kali pengambilan gambar pada saat kami bermain air dengan menggunakan giant floaties. Seru banget, karena kami dan host MTMA dapat membaur dan berinteraksi dengan natural. Syuting pun tak membutuhkan waktu lama. 

Syuting sesi terakhir

Selesai syuting kami dibebaskan untuk bermain di area Pink Beach. Sebagian teman-teman ada yang snorkling sedangkan sebagian lain hanya bermain air di pinggir pantai termasuk aku. Karang-karang di Pink Beach cukup tajam menyebabkan jari dan telapak kakiku luka. Bahkan sampai sekarang, lukanya masih membekas loh *anggap aja oleh-oleh dari Labuan Bajo. Hihi...

Bersama Insto

Akhirnya aku hanya duduk manis saja di pinggir pantai bersama beberapa teman lain sambil menikmati sunset. Eh ternyata, saat matahari hampir terbenam pasir di Pink Beach mulai berubah menjadi pink loh. 

Sayangnya kami harus segera kembali ke kapal sebelum matahari benar-benar terbenam. Kami harus segera membersihkan diri dan beristirahat untuk kegiatan hari terakhir di Pulau Komodo.

Berkunjung ke Komodo National Park

Tujuan terakhir perjalanan kami di Labuan Bajo adalah Komodo National Park. Kami akan melihat komodo dari dekat. Sebenarnya populasi komodo tidak hanya berada di pulau ini saja tapi juga di  pulau lain seperti pulau Rinca.

Di dermaga Pulau Komodo

Hari masih cukup pagi ketika kami tiba di pulau Komodo. Meski begitu kami harus bergegas karena waktu yang terbatas. Kami hanya punya waktu sekitar 1,5 jam untuk short trekking di sekitar kawasan taman nasional.

Kedatangan kami disambut oleh para rangers yang biasa menemani wisatawan yang ingin melihat komodo dari dekat. Sebelum memulai short trekking, kami mendengar briefing terlebih dulu dari bapak ranger. Selama berkeliling kami tidak boleh gaduh, tidak boleh menarik perhatian komodo, tak boleh lari dan tidak boleh berpencar. Indera penciuman komodo terhadap darah sangat tajam, makanya untuk wanita yang sedang haid disarankan untuk tidak  masuk ke dalam pulau Komodo tanpa didampingi ranger.

Di kawasan taman nasional ini masih ada ratusan komodo yang hidup berkeliaran dengan bebas. Mereka hidup berdampingan dengan damai dengan penduduk sekitar. Konon komodo sudah dianggap sebagai saudara atau keluarga oleh masyarakat asli pulau Komodo. Selain komodo ada juga rusa dan beberapa hewan liar lain. Aku sih sempat melihat ada beberapa rusa yang berkeliaran dengan bebas di sekitar jalur trekking.

Setelah beberapa ratus meter berjalan, akhirnya kami bertemu komodo juga. Bapak-bapak ranger meminta kami untuk tetap bergerombol dan waspada. Meski terlihat kalem, komodo bisa membahayakan jiwa manusia juga. Akhirnya kami diperbolehkan untuk mengambil gambar dengan pengawasan para ranger. Bahkan para ranger ini jago banget mengambil foto, jadi seolah-olah kami berada dekat banget dengan komodo.

Hayo...mau kemana kamu komodo? kita foto dulu atuh

Sayangnya waktu kami nggak begitu banyak. Kami harus segera menyudahi petualangan kami di pulau Komodo. Kami harus mengejar waktu agar tidak ketinggalan pesawat menuju Jakarta. Belum lagi kami masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam menuju pelabuhan Labuan Bajo. Tapi begini aja kami sudah puas banget, bisa melihat komodo dari dekat. Seandainya kami punya waktu lebih panjang tentu bisa mengeksplor lebih jauh pulau Komodo.

Perjalanan selama 3 hari 2 malam di Labuan Bajo sungguh penuh kesan mendalam buatku. Tempat yang biasanya hanya bisa aku lihat dari gambar bisa benar-benar aku datangi. Perjalanan kali ini membuatku percaya bahwa setiap mimpi pasti akan menjadi nyata bagi siapapun yang mengusahakannya.

Ayo gaes, bermimpilah dan kita eksplor keindahan Indonesia yang lainnya!!


Hai Gaes..

Udah jalan kemana aja, nih? *kayak yang tanya udah jalan-jalan aja. Hiks, rasanya udah ratusan purnama aku nggak jalan-jalan. Pediih, kakaaaak.

Rasanya butuh deh aplikasi yang bisa mengatur kapan aku musti jalan-jalan dan kapan aku musti jajan-jajan. Heh, emang ada ya aplikasi semacam itu?

Ya kalo belum ada, kita bikin dong. Siapa tahu ide kreatif kita bisa terwujud kan. 

Oh iya, kamu-kamu yang punya ide kreatif dan pengen banget bisa diwujudkan, ikutan aja IWIC 11.



IWIC adalah singkatan dari Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest. Event ini merupakan program tahunan dari Indosat Ooredo yang digelar sejak tahun 2006. Wuiiih, udah lama juga ya. Nah, tahun ini untuk ke 11 kalinya IWIC kembali digelar oleh Indosat Ooredoo. Jadi, IWIC mengundang kalian para penggiat dunia digital yang memiliki ide kreatif untuk diwujudkan. Hayoo, kamu berani nggak nih.

Tujuan diadakannya IWIC ini tak lain untuk memotivasi masyarakat Indonesia untuk menjadi inisiator, ideator sekaligus menjadi pencipta aplikasi mobile, nggak sekedar jadi pengguna aja. Apalagi kalo aplikasi mobile yang kalian ciptakan itu bisa bermanfaat bagi banyak orang, bisa nyelesein masalah sehari-hari, meningkatkan dan memperkaya kualitas hidup masyarakat dan bisa bersaing dengan produk dari luar.



Kamu-kamu yang punya ide kreatif musti ikutan IWIC 11 ini, deh. Kenapa?  Karena hadiahnya banyak banget, bo. Ini loh yang bakal kamu dapetin kalo ikutan IWIC 11 :
  • Hadiah total ratusan juta rupiah bagi para pemenang ide kreatif terbaik
  • Ide kamu akan dikenal luas, pastinya kamu akan jadi lebih femes deh
  • Dibimbing mentor berpengalaman
  • Pengalaman berharga dan tak terlupakan
  • Ide kreatif kamu akan diwujudkan dan disupport pendanaannya
IWIC ini tidak hanya terbuka untuk para developer professional aja, tapi siapapun yang punya ide, apapun idenya, bisa dituangkan di program IWIC 11 ini. Ide & Aplikasi yang dilombakan antara lain  bidang Entertainment, Utility Media (Social Media, Chatting, eBook) dan Special Needs. 


Kamu udah punya ide? Buruan deh "launch your ideas" . Kalo kamu, masuk kategori yang mana?
  • Kids and Teen, pastinya ini untuk kategori anak-anak dan remaja, ya. 
  • Beginner atau pemula. 
  • Professional, ini pastinya untuk orang-orang yang memang berkecimpung di dunia digital.
  • Women and Girls, nah aku bisa juga ikutan nih di kategori ini. Hmm, kayaknya bisa nih ideku bikin aplikasi yang mengatur jadwal jalan dan jajan terwujud di sini.
Gimana? Tertarik untuk ikutan?

Kayaknya kamu musti segera daftar deh, karena deadline submission tanggal 20 November 2017. Waaah, tinggal beberapa hari aja nih.

Info lebih lengkap tentang IWIC dan pendaftaran bisa kamu dapetin di iwic.indosatooredoo.com , ya.

Buruan daftarin ide kamu, sebelum terlambat! Ini saatnya kamu ubah ide kreatif jadi duit.


 

Hai Gaes,

Setelah awal Oktober lalu aku diajak untuk seru-seruan di acara Verve Bistro Soiree, maka tanggal 27 Oktober  kemarin aku juga hadir di acara Soft Opening Verve Bistro & Coffe Semarang. Mengusung tema "Hollywood Night Glam" diharapkan para tamu yang hadir bisa merasakan betapa glamornya suasana acara soft opening Verve Bistro. Para tamu juga disambut seperti layaknya bintang-bintang Hollywood.  

Oh iya, buat kalian yang belum tahu dimana sebenarnya lokasi Verve Bistro & Coffe jangan sampai kudet dong. Verve Bistro berlokasi di DP Mall , tepatnya di Room Inc Hotel yang berada di area DP Mall. Lokasinya sangat strategis, karena terletak di dalam kota dan berada di jalan utama. Pastinya kalian nggak akan kesasar, kok.
Pak Willyam,Corporate Director Operation Verve Bistro & Coffee Bar
Acara Soft Opening verve Bistro & Coffe diawali dengan press conference bagi para blogger dan media. Pak Willyam Kuncoro sebagai Corporate Director Operation dari Verve Bistro & Coffee Bar menjelaskan tentang bagaimana filosofi dan harapan dibalik nama "Verve" yang bermakna semangat dan penuh antusias. Makna ini tersirat dalam tiap penyajian makanan dan minuman yang artistik.

Selain Pak Willyam, ada juga Mbak Lintang yang menjelaskan tentang Verve secara keseluruhan. Baik ruangan-ruangannya, filosofi pemilihan warna-warna ruangan di dalamnya. Verve identik dengan warna orange yang menurut mbak Lintang menggambarkan antusiasme, kebahagiaan , kesenangan dan kepercayaan. Diharapkan para pengunjung akan merasakan hal itu ketika berkunjung ke Verve Bistro & Coffee Bar.

Setelah acara press conference para blogger dan awak media diajak untuk melakukan sesi food photography, yaitu memotret menu-menu makanan mulai dari appetizer, main course hingga dessert. Jangan tanya gimana rasanya aku harus menahan nafsuku untuk nggak nyolekin makanan-makanan itu ya. Secara, makanan-makanan itu sungguh menggugah hasrat untuk mencicipinya.




Setelah sesi pemotretan makanan selesai, kami semua diajak seru-seruan melakukan beberapa game. Masing-masing kelompok bermain bergantian. Sesi pertama kelompokku adalah membuat sushi. Asik loh, liat Chef nya beraksi membuat sushi snow white dengan salmon di dalamnya dan kami berlima mencobanya. Jujur saja, aku baru pertama kali makan sushi dan menurutku rasanya enak. Hmm...kayaknya bakalan nagih makan sushi di Verve nih.

Snow white sushi
Lanjut ke sesi berikutnya yaitu melihat bartender meracik minuman semacam mocktail, namanya Mojito Lemon Raspberry. Ternyata untuk membuat segelas minuman nggak semudah yang kita bayangkan loh. Beberapa bahan seperti simple sirup, soda, buah-buahan segar, lemon juice hingga daun mint harus ditakar dengan pas untuk mendapatkan rasa mojito yang sempurna. Aku dan teman-teman juga dibolehin nyicipin Mojito yang baru diracik, loh. Hmm...segeeer.

Mojito Lemon Raspberry
Salah satu konsep yang ditawarkan Verve Bistro & Coffe adalah Grab & Go. Konsep ini ditawarkan bagi pengunjung yang memiliki waktu terbatas dan berkejaran dengan waktu. Jadi, pengunjung bisa memilih makanan dan minuman yang telah siap untuk dibawa. Pengunjung bisa memilih aneka minuman ready to drink atau minuman dalam kemasan yang bisa dipilih seperti Coffee Latte, Matcha Latte, Belgian Chocolate dan Avocado Coffee. Sedangkan untuk makanannya ada assorted swiss roll cake, assorted tartlet dan variasi sliced cake dengan berbagai  rasa yang unik dan lezat.

Puas mengikuti sesi games demi games, tibalah waktunya untuk berpesta. Aku dan teman-teman blogger perempuan harus melakukan beberapa persiapan demi tampil sempurna. Semuanya ingin tampil maksimal demi menyesuaikan diri dengan tema "Holywood Night Glam". Selesai dengan urusan dandan, kami semua menuju area out door dimana acara soft opening Verve Bistro & Coffe digelar. Alunan suara live music menyambut kedatangan para tamu yang mulai berdatangan. Beberapa diantara kami bahkan ikut menyumbangkan suara, menghibur para tamu.

Acara bertambah seru dengan kedatangan para expert di bidang fotografi dan kuliner. Dipandu oleh mbak Lintang, sesi sharing mengenai kuliner dan fotografi jadi semakin menambah khasanah pengetahuan bagi para food blogger maupun fotografer.

Di akhir acara, mbak Lintang membagikan voucher menginap dan voucher makan bagi para pengunjung yang hadir dan bagi para pemenang kontes foto. Sayangnya, aku selalu kurang beruntung dalam hal mendapatkan voucher-voucher seperti ini. Huhuu....semoga lain kali aku yang dapat lah.


Penasaran kan, seperti apa Verve Bistro & Coffe? Sila kalian berkunjung kesana, gaes! Yang pasti kalian akan merasakan endless conversation and comfortable atmosphere into one.

Nama : Verve Bistro & Coffe Bar
Lokasi : Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132 (Area DP Mall)
Buka : 06.00-00.00
Instagram : @vervebistro_smg
Range Harga menu : 10.000 - Rp.200.000